Ketika masih kelas 2 Sekolah Dasar, suatu malam saat terjaga gigi saya terasa sakit sekali. Sudah ganti-ganti posisi tidur tak sedikit pun mereda. Dalam hati sepertinya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Akhirnya bangun dan ke kamar mandi dan berwudhu.
Saya shalat dua rakaat dan kemudian mengambil Al-Qur'an. Membaca beberapa ayat awal surah Al-Baqarah. Kemudian saya khusyu sekali berdoa agar diredakan rasa sakit pada gigi. Beberapa saat kemudian saya bawa berbaring dan gigi sedikit mendingan.
Yah begitulah, saat membutuhkan doa menjadi sarana meminta pertolongan pada-Nya. Ketika sudah tak berdaya dengan usaha manusiawi, baru tersadar ada Allah swt Yang Maha Memberi jalan keluar.
“Berdo’alah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk Neraka Jahannam dalam keadaan hina dina“. [QS. Ghafir/40 : 60].
Ayat di atas selain anjuran untuk berdoa, Allah memberi jaminan memperkanankannya. Bahkan jika tidak meminta pada-Nya dan merasa bisa mengatasi semua masalah kehidupan sendiri, di sana telah tumbuh bibit kesombongan tak melibatkan-Nya.
Ramadan selama 30 hari kita berpuasa, salah satu waktu dimana doa di ijabah ialah ketika seseorang berpuasa. Mungkin saat ini beberapa masalah sudah terselesaikan atau belum ada yang menghampiri. Apa salahnya menabung doa jauh-jauh waktu sejak sekarang.
Tentunya Allah SWT sangat menyukai itu. Penghambaan dan ketergantungan pada-Nya sepanjang waktu. Bukan dikala sulit dan kepepet dalam kebuntuan hidup saja baru mengingat-Nya.
Rumah Merpati 22, 3 Maret 2025
#JelajahRamadan #ceritaramadanku #ceritaramadanku2503 #mariberbagimakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #MemungutKataKata #IWANwahyudi
@rehatiwan @rehatiwaninspiring @sobatnulis.ig
www.rehatiwan.blogspot.com
Komentar
Posting Komentar