Langsung ke konten utama

061 [PAHALA BESAR MENAFKAHKAN SEBAGIAN HARTA]

 


“Berimanlah kamu kepada Allah dan RasulNya, dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”

 (QS. Al-Hadid: 7)

Asal pemilik harta adalah Allah swt, hamba tak ada hak pada harta kecuali hanya mengolahnya dengan pengolahan yang diridhoi-Nya. Balasannya pahala dan surga.

Jika harta itu milik kita, kenapa tidak tau dimana ketika harta itu hilang? Jika memang benar pemilik dan penguasa harta itu, pasti tau keberadaan dan persembunyiannya.

Jika harta itu milik kita, kenapa harus berpisah ketika meninggal? Harta akan diwariskan sesuai aturan Allah swt, bukan sesuai kemauan kita yang dititipkan.

Kaya atau berada itu akan mulia ketika menafkahkan hartanya dijalan Allah swt.

Berinfak itu bukan perkara kecil, karena harus melawan cinta terhadap harta yang dimiliki dan belum tentu orang lain merasakan itu.

Ada pahala besar di ujung sana yang menunggu, disediakan oleh peminjam harta tersebut, Allah swt. Adakah yang lebih besar dibandingkan dari pemberian-Nya? termasuk pemberian manusia sebesar gunung apapun.

Ayat ini turun berkenaan dengan Utsman bin Affan ra. Dalam Perang ‘Usrah/Perang Tabuk.

Perang Tabuk yang terjadi pada September-Oktober 630 M atau bulan Rajab 9 H. Utsman bin Affan ra. menyumbang 300 unta. Riwayat lain 900 unta ditambah 100 kuda. Ia menyumbang sepertiga hartanya. Perang itu melawan kekaisaran Bizantium atau Romawi Timur. Ummat Islam berkekuatan 30.000 orang melawan 200.000 pasukan Romawi.

Bahagia itu apa indahnya hanya sendiri? Jangan lupa berbagi, jangan jera memberi.

Rumah Merpati 22,3 Maret 2025
#AyatAyatBerbagi #JelajahRamadan #reHATIwan #reHATIwanInspiring #MariBerbagiMakna #MemungutKataKata #IWANwahyudi #InspirasiWajahNegeri
@rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SALAM PAGI 201: MEKARLAH DI PAGI HARI]

  Assalamu'alaikum Pagi Pagi ini tengok taman di halaman rumah, lihat pucuk-pucuk pepohonan di sekitar, bunga-bunga pada pot-pot kecil di sudut ruang. Resapi aroma wanginya yang merasuk bersama kesegaran udara. Bunganya yang bermekaran, menambah hangat semesta bersama cahaya mentari. Kita tidak salah lihat dan kebetulan menikmati aroma itu pagi ini saja. Kebanyakan bunga memang bermekaran di pagi hari. Ada jam biologis ( ritme sirkandi ) internal yang teratur sedemikan rupa. Mode sinyal otomatis berdasarkan siklusus terang-gelap yang memacu waktu terbaik untuk membuka kelopak dan menutupnya usai menebar aroma. Itu juga terjadi pada manusia, hingga ada waktu terjaga bila tidur dengan durasi waktu tertentu. Bila lekas tidur, cepat pula terbangun. Jika bergadang kelewatan, akan sering bangun kesiangan. Pagi hari sinar matahari menjadikan perubahan suhu memicu sel-sel motorik di pangkal kelopak bunga meregang dan membuka. Rangsangan cahaya dan suhu ini yang secara ilmiah dike...

027 [HR.RASUNA SAID TUTUP USIA]

Namanya terkenal dengan salah satu ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said. Jujur dari awal saya kira sosok ini pejuang laki-laki. Ternyata setelah membaca lengkap namanya Hajjah Rangkayo Rasuna Said baru terkuak ia seorang wanita pejuang.  Lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau Sumatera Barat. Darah pejuang Dan aktivisnya mengalir sang ayah yang merupakan seorang saudagar dan aktivis Minang, Haji Muhammad Said. Pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.  Terkenal dengan tulisan-tulisannya yang sangat tajam. Termasuk saat di penjara Belanda masih sempat menyelundupkan tulisan-tulisannya untuk diterbitkan pada surat kabar. Pidatonya sangat fasih dan membakar semangat perlawan pada Belanda. Pidatonya berjudul "Langkah-langkah memerdekakan Indonesia" pada tahun 1932 dianggap radikal oleh penjajah.  Kutipan dahsyat dari salah satu surat Rasuna Said, "Perjuangan kita adalah perjuangan suci di sisi Alla...

[PERCIKAN SAFARI LITERASI]

Dr. Aidh Al-Qarni menulis, "Membaca buku: Nasehat yang membuahkan tangis, kelembutan yang melegakan, keunikan yang mengandung tawa, kelangkaan yang menajubkan, perkara nan indah, larangan yang menakutkan, ungkapan menawan, pembicaraan yang fasih." Kemudian beliau melanjutkan, "Dengannya didapatkan Basil pikiran brilian, inti dari berita-berita, saringan dari zaman-zaman, ilmu dari krisis-krisis, peristiwa berbagai negeri, siasat para raja, pandangan para ulama, keindahan syair para penyair, pilihan kata para bijak, kedalaman pikiran para filosof, kesucian para ahli hadits, ekstasisme para zahid dan linangan air mata para ahli ibadah." "Menurut saya kita harus bangga menjadi orang Bima karena di alam inilah kita bisa mengelaborasi pikiran-pikiran dan berkontempelasi. (H. Muhammad Lutfi, SE Walikota Bima ) Di tanah ini, ada lebih dari 100 cerita rakyat, Baru 30 porsen kisah kisah itu ditulis dan dibukukan. Maka perlu upaya serius untuk men...