Langsung ke konten utama

Postingan

009 [BERSYUKUR DENGAN BUKU]

  Kemarin senja kurir yang ditunggu tiba. Ia mengantar paket berisi dua buku, “Melodi Dari Rintik Gerimis” dan “Cloudburst”. Bahagia rasanya bersua dengan tulisan bulan Juni dan Desember tahun 2023 dalam rupa yang berbeda. Mereka rapih dan kece bersama tulisan teman-teman lain dalam bentuk buku. Wah lama sekali bang?. Kedua buku tersebut sebenarnya telah terbit Agustus 2023 dan Februari 2024 silam. Cuma karena saya lupa memesannya, baru sekarang bertemu dan dapat bonus kalender 2025 lagi. Menulis dan buku bagi saya sebagai salah satu cara bersyukur pada-Nya. Kemampuan membaca dan menulis telah diberikan-Nya sejak SD. Fasilitas penunjang dari laptop, HP, paket data, sinyal internet   dan buku bacaan nikmat yang terus berulang dari-Nya. Panca indera dan organ tubuh dari mata, otak, jemari, dan sebagainya masih berfungsi sempurna, walau tak tiap hari berdo’a agar itu selalu terpenuhi.   “Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (Q...

008 [MEMUNGUT KATA-KATA]

  “Diantara banyak orang yang mudah mengumbar ucap dan biasa menggombal janji pada khalayak yang amnesia. Pemulung kata tak hina memungut puntung janji dan hikmah yang terserak agar kelak bisa bercerita kembali.” Saya memiliki seorang dosen alumni S1 hingga S3 di Jepang. Jika berbicara dengannya baik secara langsung, via telepone atau chat harus berhati-hati sekali. Ia memiliki "daya rekam" luar biasa mendokumentasikannya. Apalagi untuk acara yang formal/resmi. Sisi positif yang saya belajar darinya bicaralah apa adanya dan seperlunya, banyaklah mendengar dengan teliti, dokumentasikan hal berharga dengan baik.  Hal ini kian penting saat sekarang kebanyakan manusia, utamanya pemimpin dan calon "pemburu" suara pemilu memproduksi janji tak berbatas (termaksud diluar batas merealisasikannya). Ditambah penyakit akut amnesia publik bangsa Indonesia  mudah melupakan janji, gampang digombali berkali-kali. Makin menjadi tingkah para "penyihir" janji.  Perihal a...

007 [GURU, BUKU DAN EKOSISTEM]

  Pada suatu waktu Mohammad Natsir (Menteri Penerangan RI 1946-1947 dan Perdana Menteri RI 1950-1951) di rumahnya jalan Teuku Umar Jakarta kedatangan lima anak muda dari Jogja: Amien Rais, Kuntowijoyo, Yahya Muhaimin, Watik Pratiknya dan Endang Ashari. Penggagas Mosi Intergral NKRI itu menyampaikan, “Saya bisa tangguh karena punya guru, buku dan lingkungan yang membentuk diri saya. Nah, soal memiliki mentor inilah yang hilang di kalangan anak muda sekarang.” Selain guru dalam artian pembimbing pelajaran di ruang kelas formal seperti sekolah, para pendiri bangsa Indonesia dulu sangat terkenal rajin belajar pada para tokoh yang memiliki banyak wawasan dan pengalaman mempuni. Contohnya saja di kediaman HOS Cokroaminoto Jalan Peneleh Gang VII Surabaya begitu banyak para tokoh pergerakan dan pendiri bangsa yang kos atau sering berdiskusi disana. Beberapa guru Natsir antara lain Ahmad Hassan di Bandung, Haji Agus Salim, Syekh Ahmad Surkati dan HOS Cokroaminoto. Ini yang memperkaya wawasa...

006 [BELAJAR SETANGGUH SEMUT]

  Semut binatang yang dapat dijumpai pada semua tempat, dari rumah hingga perkantoran. Apalagi alam bebas. Ukurannya yang kecil dan selalu berbaris berjalan menanjak, sebagian dari karakter uniknya. Semut pengangkat yang kuat melebihi ukuran dan berat tubuhnya sendiri. Sanggup mengangkat beban hingga 5.000 kali lipat berat tubuhnya. Persendian semut dapat menerima gaya lebih dari 3.000 kali berat badannya tanpa patah. Semut penjelajah tangguh, memanjat tak kenal lelah. Ia mampu berjalan dengan kecepatan 0,36km/jam. Setiap di rintangi perjalanannya, selalu ada jalan baru yang dirintis menuju tujuan. Semut setiap kali terjatuh dari ketinggian tak pernah mati. Gaya Gravitasi adalah gaya tarik menarik antara semua benda yang memiliki massa/berat. Berat semut lebih ringan dari udara hingga ia melayang perlahan saat jatuh dari ketinggian. Semut tangguh karena tak larut dalam asumsi diri, tubuh kecil cuma bisa mengangkat yang ringan saja. Kita jangan sesekali menyerah dengan seb...

005 [ORANG SUKSES vs ORANG GAGAL]

  Sukses adalah sebuah capaian yang diidamkan oleh semua orang. Sedangkan kegagalan, kondisi yang dihindari dan tak diimpikan oleh siapapun. Kegagalan bisa jadi sebuah tanda untuk melakukan koreksi terhadap langkah yang telah dilakukan, namun masih ada lubang sehingga kesuksesaan tertunda. Kesuksesan boleh jadi tanda sebuah kegagalan, bila dimaknai dengan kesombongan bahwa orang lain jauh lebih buruk dan tak pantas menggenggam hal itu. Menempatkan kedua kondisi tersebut dalam porsinya yang tepat, itulah sebenarnya kesuksesan sejati. Orang sukses adalah orang yang menciptakan peristiwa. Sedangkan orang gagal adalah orang yang dibentuk peristiwa. Orang yang gagal adalah orang yang melaksanakan tanpa perencanaan dan orang yang membuat perencanaan, namun tidak dilaksanakan. Rumah Merpati 22, 0 5 012025. 20:24 #MariBerbagiMakna #30HariBercerita #30HBC250 5 #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #IWANwahyudi @30haribercerita @rehatiwan @inspirasiwajahnegeri @r...

004 [10 TAHUN VIRUS]

  Saya merasakan gejala aneh itu sebenarnya sejak SMP. Dan dua belas tahun silam kok gejala itu kian sering datang. Tak tentu waktu, tempat maupun kondisi. Bila waktu datang saat kondisi tubuh lemah, dilain kesempatan mendadak menyerang padahal badan fit dan kondisi bahagia. Durasinya kadang singkat, tak jarang juga lama. Sudah banyak orang tempat berkonsultasi, hanya kalimat standar dan klise menjadi resepnya. Sabar, nanti akan reda bertahap. Saya mencoba menjalani terapi sendiri kala gejala mulai terasa. Dari menyeruput kopi pahit, membaca buku-buku terkait, jalan-jalan hingga mendengar cerita dari banyak orang. Termasuk media sosial tentunya. Hingga sepuluh tahun silam, tepatnya 24-25 Juni 2015 saya berjumpa seorang perempuan paruh baya. Sejak lahir ia menderita penyakit kronis Thalasemia. Penyakit kelainan darah karena kurangnya hemoglobin (Hb) yang normal pada sel darah merah menyebabkan penderita mengalami anemia atau kekurangan darah. Untuk bertahan hidup ia harus di t...

003 [BACALAH !]

  Saya sebagai seorang muslim sadar bahwa ayat pertama yang sampai pada Nabi Muhammad saw, sebagai wahyu Ilahi adalah “Iqro” (bacalah). Sebuah perintah langsung dari Allah swt Sang Pencipta. Sebuah kata yang membangkitkan manusia untuk tidak buta. Buta huruf hingga tak bisa membaca, buta ilmu pengetahuan hingga mudah tertipu, buta akan siapa Tuhannya hingga tersesat. Mambaca itu seruan untuk meninggalkan kebodohan, mendekap ilmu pengetahuan, memburu hikmah yang bertebaran, peka pada yang terbentang dalam semesta, baik tersirat maupun tersurat. Membaca itu menarik diri menuju kemuliaan, berjalan kepada pencerahan dan melangkah mendekati cahaya yang menerangi rute melewati persinggahan di dunia. Membaca itu membuat manusia kian mengenal siapa dirinya, dari mana ia berasal, untuk apa diciptakan dan kemana tujuan hidupnya. Membaca itu kata kerja. Bukan menunggu diberi, dikasihani dengan subsidi atau ditalangi dengan kompensasi. Ia gerak yang menggerakan. Perintah yang sanga...