Langsung ke konten utama

007 [GURU, BUKU DAN EKOSISTEM]

 


Pada suatu waktu Mohammad Natsir (Menteri Penerangan RI 1946-1947 dan Perdana Menteri RI 1950-1951) di rumahnya jalan Teuku Umar Jakarta kedatangan lima anak muda dari Jogja: Amien Rais, Kuntowijoyo, Yahya Muhaimin, Watik Pratiknya dan Endang Ashari.

Penggagas Mosi Intergral NKRI itu menyampaikan, “Saya bisa tangguh karena punya guru, buku dan lingkungan yang membentuk diri saya. Nah, soal memiliki mentor inilah yang hilang di kalangan anak muda sekarang.”

Selain guru dalam artian pembimbing pelajaran di ruang kelas formal seperti sekolah, para pendiri bangsa Indonesia dulu sangat terkenal rajin belajar pada para tokoh yang memiliki banyak wawasan dan pengalaman mempuni. Contohnya saja di kediaman HOS Cokroaminoto Jalan Peneleh Gang VII Surabaya begitu banyak para tokoh pergerakan dan pendiri bangsa yang kos atau sering berdiskusi disana.

Beberapa guru Natsir antara lain Ahmad Hassan di Bandung, Haji Agus Salim, Syekh Ahmad Surkati dan HOS Cokroaminoto. Ini yang memperkaya wawasan dan memperluas horizon pemikirannya sejak muda,

Buku, tak ada yang memungkiri perannya sangat besar dalam membentuk pemikiran seseorang. Natsir, sejak umur 15 tahun sudah membaca ‘Das Kapital’, usia 17 tahun sudah membaca pemikiran Bertrand Russell, Sigmund Freud, David Hume, Al Ghazali dan lain-lain. Saat usia 21 tahun, ia menerjemahkan karya tokoh intelektual muslim dan filsuf Pakistan Muhammad Iqbal.

Lingkungan harus selalu disediakan senyaman mungkin untuk menunjang pertumbuhan potensi generasi muda. Jika tidak tersedia, maka mencarinya dan membentuknya sendiri menjadi keharusan. Bahasa kekiniannya harus memiliki ekosistem yang mendukung. Bagaimana potensi menulis bisa berkembang, jika ekosistem pergaulannya bersama mereka yang tak menaruh minat pada membaca, menulis dan gerakan literasi lainnya.

Setiap orang adalah guru, setiap buku adalah sumber ilmu dan setiap lingkungan adalah ekosistem penentu.

Rumah Merpati 22, 07012025. 13:24

#MariBerbagiMakna #30HariBercerita #30HBC2507 #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #IWANwahyudi

@30haribercerita @rehatiwan @inspirasiwajahnegeri @rehatiwaninspiring

www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SALAM PAGI 201: MEKARLAH DI PAGI HARI]

  Assalamu'alaikum Pagi Pagi ini tengok taman di halaman rumah, lihat pucuk-pucuk pepohonan di sekitar, bunga-bunga pada pot-pot kecil di sudut ruang. Resapi aroma wanginya yang merasuk bersama kesegaran udara. Bunganya yang bermekaran, menambah hangat semesta bersama cahaya mentari. Kita tidak salah lihat dan kebetulan menikmati aroma itu pagi ini saja. Kebanyakan bunga memang bermekaran di pagi hari. Ada jam biologis ( ritme sirkandi ) internal yang teratur sedemikan rupa. Mode sinyal otomatis berdasarkan siklusus terang-gelap yang memacu waktu terbaik untuk membuka kelopak dan menutupnya usai menebar aroma. Itu juga terjadi pada manusia, hingga ada waktu terjaga bila tidur dengan durasi waktu tertentu. Bila lekas tidur, cepat pula terbangun. Jika bergadang kelewatan, akan sering bangun kesiangan. Pagi hari sinar matahari menjadikan perubahan suhu memicu sel-sel motorik di pangkal kelopak bunga meregang dan membuka. Rangsangan cahaya dan suhu ini yang secara ilmiah dike...

027 [HR.RASUNA SAID TUTUP USIA]

Namanya terkenal dengan salah satu ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said. Jujur dari awal saya kira sosok ini pejuang laki-laki. Ternyata setelah membaca lengkap namanya Hajjah Rangkayo Rasuna Said baru terkuak ia seorang wanita pejuang.  Lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau Sumatera Barat. Darah pejuang Dan aktivisnya mengalir sang ayah yang merupakan seorang saudagar dan aktivis Minang, Haji Muhammad Said. Pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.  Terkenal dengan tulisan-tulisannya yang sangat tajam. Termasuk saat di penjara Belanda masih sempat menyelundupkan tulisan-tulisannya untuk diterbitkan pada surat kabar. Pidatonya sangat fasih dan membakar semangat perlawan pada Belanda. Pidatonya berjudul "Langkah-langkah memerdekakan Indonesia" pada tahun 1932 dianggap radikal oleh penjajah.  Kutipan dahsyat dari salah satu surat Rasuna Said, "Perjuangan kita adalah perjuangan suci di sisi Alla...

[PERCIKAN SAFARI LITERASI]

Dr. Aidh Al-Qarni menulis, "Membaca buku: Nasehat yang membuahkan tangis, kelembutan yang melegakan, keunikan yang mengandung tawa, kelangkaan yang menajubkan, perkara nan indah, larangan yang menakutkan, ungkapan menawan, pembicaraan yang fasih." Kemudian beliau melanjutkan, "Dengannya didapatkan Basil pikiran brilian, inti dari berita-berita, saringan dari zaman-zaman, ilmu dari krisis-krisis, peristiwa berbagai negeri, siasat para raja, pandangan para ulama, keindahan syair para penyair, pilihan kata para bijak, kedalaman pikiran para filosof, kesucian para ahli hadits, ekstasisme para zahid dan linangan air mata para ahli ibadah." "Menurut saya kita harus bangga menjadi orang Bima karena di alam inilah kita bisa mengelaborasi pikiran-pikiran dan berkontempelasi. (H. Muhammad Lutfi, SE Walikota Bima ) Di tanah ini, ada lebih dari 100 cerita rakyat, Baru 30 porsen kisah kisah itu ditulis dan dibukukan. Maka perlu upaya serius untuk men...