Langsung ke konten utama

004 [10 TAHUN VIRUS]

 


Saya merasakan gejala aneh itu sebenarnya sejak SMP. Dan dua belas tahun silam kok gejala itu kian sering datang. Tak tentu waktu, tempat maupun kondisi. Bila waktu datang saat kondisi tubuh lemah, dilain kesempatan mendadak menyerang padahal badan fit dan kondisi bahagia. Durasinya kadang singkat, tak jarang juga lama. Sudah banyak orang tempat berkonsultasi, hanya kalimat standar dan klise menjadi resepnya. Sabar, nanti akan reda bertahap.

Saya mencoba menjalani terapi sendiri kala gejala mulai terasa. Dari menyeruput kopi pahit, membaca buku-buku terkait, jalan-jalan hingga mendengar cerita dari banyak orang. Termasuk media sosial tentunya.

Hingga sepuluh tahun silam, tepatnya 24-25 Juni 2015 saya berjumpa seorang perempuan paruh baya. Sejak lahir ia menderita penyakit kronis Thalasemia. Penyakit kelainan darah karena kurangnya hemoglobin (Hb) yang normal pada sel darah merah menyebabkan penderita mengalami anemia atau kekurangan darah. Untuk bertahan hidup ia harus di transfusi darah sejak tahun 1969 setiap bulannya hingga sekarang.

Ada gejala yang sama persis dengan ia tuturkan di depan orang yang hadir di Aula Kantor Bupati Lombok Barat saat itu. Saya berharap ia memberikan banyak solusi, minimal obat apa sebagai ‘pelarian’ dari virus tersebut. Namun, ia tanpa ragu menyebarkan virusnya, hingga antibodi saya melemah dan harus menerima virus dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

 “Saya ingin banyak generasi muda, terutama kaum perempuan yang menjadi penulis. Saya tak pernah takut menularkan virus menulis ini, khawatir diambil jatah rezeki saya umpamanya, tidak! Allah sudah mengatur semuanya untuk kita. Maka, berbagilah dengan siapa pun.”, begitu pesan perempuan dengan jilbab favorit unggu bernama Etty Hadiwati Arief dengan nama pena Pipiet Senja itu.

Terima kasih @30haribercerita yang juga kian menambah dosis virus selama 7 tahun terakhir pada saya.

Rumah Merpati 22, 05012025. 04:24
#MariBerbagiMakna #30HariBercerita #30HBC2505 #30HBC25Sepuluh #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @inspirasiwajahnegeri @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[SALAM PAGI 201: MEKARLAH DI PAGI HARI]

  Assalamu'alaikum Pagi Pagi ini tengok taman di halaman rumah, lihat pucuk-pucuk pepohonan di sekitar, bunga-bunga pada pot-pot kecil di sudut ruang. Resapi aroma wanginya yang merasuk bersama kesegaran udara. Bunganya yang bermekaran, menambah hangat semesta bersama cahaya mentari. Kita tidak salah lihat dan kebetulan menikmati aroma itu pagi ini saja. Kebanyakan bunga memang bermekaran di pagi hari. Ada jam biologis ( ritme sirkandi ) internal yang teratur sedemikan rupa. Mode sinyal otomatis berdasarkan siklusus terang-gelap yang memacu waktu terbaik untuk membuka kelopak dan menutupnya usai menebar aroma. Itu juga terjadi pada manusia, hingga ada waktu terjaga bila tidur dengan durasi waktu tertentu. Bila lekas tidur, cepat pula terbangun. Jika bergadang kelewatan, akan sering bangun kesiangan. Pagi hari sinar matahari menjadikan perubahan suhu memicu sel-sel motorik di pangkal kelopak bunga meregang dan membuka. Rangsangan cahaya dan suhu ini yang secara ilmiah dike...

027 [HR.RASUNA SAID TUTUP USIA]

Namanya terkenal dengan salah satu ruas jalan di Ibu Kota Jakarta, Jalan HR. Rasuna Said. Jujur dari awal saya kira sosok ini pejuang laki-laki. Ternyata setelah membaca lengkap namanya Hajjah Rangkayo Rasuna Said baru terkuak ia seorang wanita pejuang.  Lahir pada tanggal 14 September 1910 di Maninjau Sumatera Barat. Darah pejuang Dan aktivisnya mengalir sang ayah yang merupakan seorang saudagar dan aktivis Minang, Haji Muhammad Said. Pendidikan dasarnya di Pondok Pesantren Perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang.  Terkenal dengan tulisan-tulisannya yang sangat tajam. Termasuk saat di penjara Belanda masih sempat menyelundupkan tulisan-tulisannya untuk diterbitkan pada surat kabar. Pidatonya sangat fasih dan membakar semangat perlawan pada Belanda. Pidatonya berjudul "Langkah-langkah memerdekakan Indonesia" pada tahun 1932 dianggap radikal oleh penjajah.  Kutipan dahsyat dari salah satu surat Rasuna Said, "Perjuangan kita adalah perjuangan suci di sisi Alla...

[PERCIKAN SAFARI LITERASI]

Dr. Aidh Al-Qarni menulis, "Membaca buku: Nasehat yang membuahkan tangis, kelembutan yang melegakan, keunikan yang mengandung tawa, kelangkaan yang menajubkan, perkara nan indah, larangan yang menakutkan, ungkapan menawan, pembicaraan yang fasih." Kemudian beliau melanjutkan, "Dengannya didapatkan Basil pikiran brilian, inti dari berita-berita, saringan dari zaman-zaman, ilmu dari krisis-krisis, peristiwa berbagai negeri, siasat para raja, pandangan para ulama, keindahan syair para penyair, pilihan kata para bijak, kedalaman pikiran para filosof, kesucian para ahli hadits, ekstasisme para zahid dan linangan air mata para ahli ibadah." "Menurut saya kita harus bangga menjadi orang Bima karena di alam inilah kita bisa mengelaborasi pikiran-pikiran dan berkontempelasi. (H. Muhammad Lutfi, SE Walikota Bima ) Di tanah ini, ada lebih dari 100 cerita rakyat, Baru 30 porsen kisah kisah itu ditulis dan dibukukan. Maka perlu upaya serius untuk men...