Kemarin senja kurir yang ditunggu tiba. Ia mengantar paket berisi dua buku, “Melodi Dari Rintik Gerimis” dan “Cloudburst”. Bahagia rasanya bersua dengan tulisan bulan Juni dan Desember tahun 2023 dalam rupa yang berbeda. Mereka rapih dan kece bersama tulisan teman-teman lain dalam bentuk buku. Wah lama sekali bang?. Kedua buku tersebut sebenarnya telah terbit Agustus 2023 dan Februari 2024 silam. Cuma karena saya lupa memesannya, baru sekarang bertemu dan dapat bonus kalender 2025 lagi.
Menulis dan buku bagi saya sebagai salah satu cara bersyukur pada-Nya. Kemampuan membaca dan menulis telah diberikan-Nya sejak SD. Fasilitas penunjang dari laptop, HP, paket data, sinyal internet dan buku bacaan nikmat yang terus berulang dari-Nya. Panca indera dan organ tubuh dari mata, otak, jemari, dan sebagainya masih berfungsi sempurna, walau tak tiap hari berdo’a agar itu selalu terpenuhi.
“Jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya.” (QS. An-Nahl:18)
Walau sudah ditegaskan oleh-Nya bahwa nikmat yang saya dapat tak akan mampu dihitung, bukan berarti saya cuek dan sengaja tidak menyadarinya. Saya coba bersyukur dengan jalan menulis dan membukukan tulisan. Menulis menggunakan nikmat dari-Nya, men-tadabburi ciptaan-Nya yang mampu ditangkap, membagi perasaan bersyukur dengan tulisan di media sosial dan buku.
Alhamdulillah beberapa buku awal saya, karya sendiri (buku solo). Beberapa tahun terakhir saya ikut antologi menulis bareng alias keroyokan satu buku. Wah turun level dong bang?, tidak. Mungkin bagi sebagian itu akan menurunkan bobot point kepangkatan dan merusak algoritma pencitraan. Saya malahan kian bersyukur dengan rame-rame makin banyak berkenalan dan mendapat teman baru yang menikmati jalan yang sama.
Ada energi saling memotivasi dan belajar bersama, ekosistemnya mendukung sekali. Diantara mereka banyak yang pemula bahkan belum pernah menerbitkan karya, spirit mereka justru menyemangati lagi untuk saya terus bersyukur dengan tak berhenti menulis dan melahirkan karya.
“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan lautan (menjadi tinta) ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Lukman:27)
Setiap orang punya cara dan gaya bersyukur masing-masing. Setiap kali menulis, saya jadikan salah satu cara bersyukur pada-Nya dari segala nikmat yang tak terkira. Jangan lupa bersyukur dengan cara Anda masing-masing ya.
Rumah Merpati 22, 09012025. 06:24
#MariBerbagiMakna #30HariBercerita #30HBC2509 #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #IWANwahyudi @30haribercerita @rehatiwan @inspirasiwajahnegeri @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar