Saya disini hanya satu malam dan satu setengah hari. Ya sekitar cuma 34 jam. Perjalanan darat ke tempat ini pulang pergi 12 jam. Begitulah jika tanah ini memanggil, walaupun sejenak harus kembali. Pagi sambil sarapan di mulai dengan membahas tentang salah satu tulisan saya di buku "Melawan dengan Damai". Saya berkisah tentang Almarhumah nenek. Dari situ terungkap cerita-cerita orang di sekitar nenek. Memang selama ini obrolan tak sedalam dan luas ini karena belum ketemu tempat yang tepat untuk menyampaikannya. Setelah bersih-bersih saya meluncur ke bangunan bersejarah. Selain menyimpan cerita kepahlawanan dan kejayaan masa lalu, ia punya kisah kekiniannya. Ya kisah bagaimana bertahan agar bisa menjadi magnet generasi penerus diantara spot lain yang diburu para milenial. Bersilaturahim ke tempat selanjutnya. Kegalauan kondisi politik daerah yang semakin memanas, wajar karena kurang sebulan pilkada. Setiap orang bercerita kegalauannya masing-masing. Kem...