Langsung ke konten utama

[WARISAN ABADI BERNAMA TULISAN]


" Setiap jejak bermakna mungkin tak bermanfaat bagi kita, namun ia sangat berharga untuk orang lain.Mencatat dan menulisnya adalah sebuah warisan yang sungguh tak ternilai." - IWAN Wahyudi 

Sebaik-baik warisan adalah sesuatu yang abadi dan tak akan habis dimakan waktu dan dibagi dalam berapapun bilangannya. Itulah sebabnya semua berburu sesuatu agar bisa diwariskan sampai turun-temurun beberapa generasi. Selain asas keabadian tentu asas kemanfaatan menjadi bagian yang dilekatkan oleh pemilik warisan. Bukan hanya nilai materi tetapi nilai social juga menjadi perhatian sang pewaris.

Sejujurnya impian siapapun ingin agar bisa hidup lebih panjang dibandingkan dengan usia biologisnya, lebih lama dibanding rentang waktu dari kelahiran hingga kematiannya. Sebab itulah manusia memiliki insting dan hasrat untuk menghasilkan karya. 

“ Kita mungkin bukan orang yang dianugerahi usia begitu panjang atau memiliki karya besar yang terkenal hingga seantero negeri. Namun, kita tetap punya cara-cara kecil yang biasa-biasa saja. Lukisannya terus ada walau telah tutup usia.  Sekecil apapun karya dan sekelumit apapun goresannya selama masih dengan tinta niat yang benar  ia tetap adalah karya yang memiliki panjang “usia” melebihi umur personal setiap anak manusia “ ( “ Karya yang Memperpanjang Usia” dalam Buku Inspirasi dan Spirit Menjadi Manusia Luar Biasa )

Salah satu warisan berharga dan dapat melintasi segala zaman melebihi usia pemiliknya adalah tulisan. Seperti apa yang dinyatakan oleh Pramoedya Ananta Toer “Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”. Keabadian yang dimaksud lebih pada rentang waktu yang panjang dan abadi karya itu dapat dilihat, dirasakan dan bermakna bagi manusia lainnya. Dan dampak tulisan yang sangat luas akan lebih tanjam dibandingkan peluru. Sayyid Qutb, seorang ilmuwan yang juga sastrawan dan pemikir dari Mesir pernah mengungkapkan bahwa, “Peluru hanya bisa menembus satu kepala, tetapi tulisan bisa menembus jutaan kepala.”
Mari menggoreskan keabadian yang memperpanjang usia kita dengan ujung pena yang dapat menembus setiap pikiran dan gerakan.

14112017 23:54 MD Bukit Permai
#IWANWahyudi
#MariBerbagiMakna
#InspirasiWajahNegeri
www.iwan-wahyudi.net
www.iwan-wahyudi.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

  Assalamu'alaikum Pagi Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat. Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40) Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi ...