Langsung ke konten utama

Postingan

[IED PERDANA MASJID AGUNG SUMBAWA]

Shalat ied pertama saya di Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa. Beberapa shalat ied sebelumnya di lapangan kampung sekitar kampus.  Idul Adha 31 Juli 2020, bertepatan dengan genap tiga tahun mengabdi di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Dan saat itu pula si BRO (Black Orange) motor saya pertama kali perjalanan keluar pulau Lombok.  Hari Raya ini, hari Raya kedua setelah Idul Fitri lalu saya laksanakan dimasa pandemi. Hal yang sama pula dirasakan oleh penduduk dunia. Ada yang berbeda? Tentu.  Pertama kali Dua hari Raya dalam hidup saya tidak pulang kampung. Biasanya pasti minimal satu diantaranya berhari raya dikampung. Minimal hanya Idul Adha yang ditanah rantau karena ada kegiatan berqurban.  31072020 #IWANwahyudi #InspirasiWajahNegeri  #MariBebagiMakna  @inspirasiwajahnegeri

[RESAPI SAPAAN SEMESTA]

Tiap pagi mungkin kita hanya dipenuhi oleh rutinitas dg segala hiruk pikuknya. Sesekali menengok jam sebagai penanda waktu setiap aktifitas tersebut. Disisi lain disibukan pula dg membuka ponsel, mengecek sosial media, membaca dan mengomentari setiap isinya bila diperlukan. Saat keluar rumahpun masih dalam atmosfir yang sama, perhatian hanya terfokus pada diri sendiri dan perangkat disekeliling yg mendukungnya saja, rada sedkit egois kelihatannya. Diluar itu semua, setiap pagi dan waktu tertentu alam sekitar tetap beraktifitas dg atau tanpa perhatian dan kepedulian kita. Pagi menyapa dengan kesegaran udaranya, merdunya burung, hangatnya mentari. Mereka tetap menyapa dan terus menyapa isi semesta dalam tasbih sesuai titah Sang Kuasa.  Jika kita menyadarinya tentu kekuatan sapaan itu adalah motivasi alam, energi positif yg dialirkan secara gratis. Ternyata kita tak sendiri dalam dinamika kemanusiaan semata, ada keterpaduan semesta yang ikut membunyikan merdu alunan simpon...

[HIKMAH dalam Kacamata ULUL ALBAB]

Ibnu Katsir mengiktiraf dalam tafsirnya, ulul albab adalah para pemilik akal yang sempurna dan bersih, yang memahami hakikat sebagai hal secara nyata dan benar, yang mengambil sikap secara jelas dan terang, serta bertindak secara tepat dan bermanfaat. Mereka memiliki hati yang berdzikir dan berpikir, secara terus menerus lagi mendalam. “ Allah menganugerahkan Al-Hikmah kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa dikaruniai hikmah, dia benar-benar telah diberi kebaikan yang banyak. Dan hanya ulul albab yang dapat mengambil pelajaran”.  ( QS. Al-Baqarah : 269) Kegagalan yang ada ditengah-tengah mereka selalu ditempatkan pada timbangan apa yang salah pada dirinya sehingga sekitarnya mengalami keburukan, bukan selalu mencari kambing hitam untuk melepaskan diri dari sebab musabab. Kaca mata jiwanya selalu mengambil sudut pandang paling dalam “Adakah kemaksiatan sekecil apapun yang telah menggelincirkannya hingga tersandung dengan kegagalan?” Kegagalan bagi mereka ...

DUA HARI RAYA

Bisik Qalbu Para Perindu Dua kali panggilan tanah itu mengetuk Mendobrak keras hingga kedalam jiwa Dua kali takbir itu menggema semesta Meledak tangis rindu dari tanah rantau Rindu itu tak boleh semata mengekor cinta Jika cinta itu buta, akan runtuh sirna semua  Rindu itu laksana kompas pemandu Penuntun fikir dan fisik berlabuh Mencintai tak dengan melukai Merindu tak harus menuruti nafsu Pandemi benar nyata ada Bukan tumpukan imajinasi dan halusinasi Taqabbalallahu minna wa minkum Semoga Allah menerima amal kami & amal kalian Mohon Maaf Lahir & Bathin 31072020 #InspirasiWajahNegeri  #MariBebagiMakna  @inspirasiwajahnegeri

[PADANG CINTA]

"Pertemuan dan perpisahan serta peristiwa yang terjadi diantara keduanya tak luput sesaat pun dari-Nya. Kisah cinta anak manusia dalam episode diatas terus mengalir hingga muara akhir waktu bumi. " Arafah, setiap tahunnya menjadi tempat bertemunya jutaan (tahun 2019 2.489.406 orang) umat muslim dunia yang melaksanakan ibadah haji. Wukuf di arafah merupakan salah satu rukun haji yang wajib dipenuhi.  Semua manusia berkumpul dengan pakaian dua lembar kain ihram yang sama, berdo'a pada Rabb yang sama, menghadap kiblat yang sama, di padang yang sama, Arafah. Melepaskan semua dimensi dan asesoris keduniaan yang selama ini disandang. Gemuruh dzikir dan beraneka pujian pada-Nya, menjadi terasa lebih dalam. Kekerdilan diri begitu nampak, kecintaan pada-Nya kian membuncah.  Arafah, ketika haji wada (haji terakhir) Rasulullah SAW menerima wahyu terakhir dan berkhutbah bahwa pada hari itu Islam sebagai agama telah sempurna. Sebuah puncak perjuangan Rasulullah dan para sa...

[PERGESERAN]

" Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?. Yang paling dekat dengan kita ialah kematian". (Imam Ghazali)  Kita tak bisa mengelak atau memungkiri bahwa kematian bagi makhluk hidup termasuk manusia didalamnya merupakan janji Allah SWT. Tiap yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Sebagaimana firman-Nya dalam surah Ali Imran ayat 185. Yang saya khawatirkan kemudian bukannya manusia akan takut lagi pada kematian. Jika kematian itu datang bertubi-tubi bahkan pada orang terdekat secara terus menerus, bisa jadi rasa takut dalam diri semakin terkikis bahkan yang lebih buruk jika hati kita tak lagi dapat merasakan makna peristiwa kematian itu sendiri. Tabah dalam musibah itu artinya kuat menghadapi musibah dan memetik pelajaran darinya. Bukan kebal dari rasa sedih karena musibah, bukan juga tak menangis karena terbiasa, bukan juga perasaan datar dan biasa saja.  Pergeseran makna yang akan berefek pada pergeseran keimanan yang makin menurun....

[KACAMATA]

Menatap wajah diri dengan mata sendiri kadang tak berimbang, bisa jadi terlalu berlebihan membuat angkuh merabunkan obyektifitas, disaat lain hanya keluh kesah atas keterbatasan diri. Kita butuh penilaian dari kacamata yang berbeda, kaca mata orang disekitar. Kacamata yang bukan hanya pujian melenakan tapi masukan dan kritik menyempurnakan yang membuat hati terbuka dan dada terlapang jauh dari amarah. (IWAN Wahyudi) 29072013