Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di
mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung
berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga
anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis
terekam di telinga.
Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga
dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga
15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang
sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum
tanpa air panas.
Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke
sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus
menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau
bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah
atau mengayuh asa.
Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut
atau asap, ketika matahari mulai muncul dan menembus penghalang seperti kelambu
putih itu akan menghasilkan gambar yang cantik dan estetik. Asap yang hampir
terlihat di sepanjang perjalanan berasal dari sampah dedaunan dan ranting kecil
yang dibakar. Ini cara praktis dan sederhana selain membersihkan pekarangan juga
untuk berdiang (menghangatkan diri) duduk atau berdiri melingkari perapian itu.
Jika di tengah jalan menggigil, kami tak kesulitan
untuk menghangatkan badan. Berhenti sebentar, menepi di pinggir jalan bergabung
dengan masyarakat yang juga sedang berdiang. Kami suku Mbojo (Bima) menyebutnya
“Niru Afi”. Niru artinya berdiang, menghangatkan diri, dan afi artinya api.
Niru Afi tradisi berdiang atau menghangatkan diri di dekat api.
Alam menghadirkan bentang tantangan dan hamparan
jalan keluarnya sekaligus. Manusia hanya diminta berpikir untuk mendekatkan dan
menghubungkan keduanya agar bisa menaklukan dan menjadi pengelola semesta yang
bijak.
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_02 #NiruAfi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @ellunarPublish @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar