Mengapa harus menulis setiap hari? Untuk membiasakan diri. Bila
sudah biasa, maka hilang rasa terpaksa, sirna rasa malas. Seperti halnya Anda
makan, karena sudah terbiasa dan butuh saat lapar, tak pernah ada orang yang
terpaksa atau malas makan. Kecuali terpaksa atau malas cari makan.
Kenapa harus menulis apa saja? Karena tidak setiap waktu dan hari
menemukan satu jenis ide atau objek menulis. Jika tentang hal yang sama terus
menerus, akan membosankan bagi penulis atau pembaca. Hidup ini terlalu luas
untuk mengunci diri. Ayat-ayat semesta ini sangat berlimpah untuk direnungkan
dan dibagi pesan-pesannya.
Kok mau ikut tantangan menulis 30 hari? Agar tidak merasa sendiri
dan terasing. Ternyata di luar sana banyak yang juga sama-sama sedang belajar
merangkai kata, tertatih menyusun kalimat dengan sederhana, terseok mengungkap
rasa dan berani bersuara tanpa harus mengeluarkan bunyi yang bising. Mereka
sedang berlomba sebanyak mungkin mengeluarkan tulisan-tulisan jeleknya supaya
bertemu titik memperbaiki sedikit demi sedikit. Berjumpa dengan
kesalahan-kesalahan agar kian hari percaya diri melawan rendah diri.
“Teman minummu adalah pena, kolam renangmu adalah tinta, sahabatmu
adalah buku, rumahmu adalah kerajaanmu, harta simpananmu adalah kekuatan yang
ada pada dirimu. Karena itu tidak usah bersedih dengan sesuatu yang telah
berlalu.” (Dr. Aidh Al-Qarni)
Terbiasalah yang membuat bisa, terbenturlah yang membuat
terbentuk, konsisten dan ketekunan yang akan membuatmu disiplin.
13 Januari 2026
#30HariBercerita
#30HBC2613 #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com
#30HariBercerita
#30HBC2613 #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar