Pagi itu jam menunjukan pukul 06.30 waktu Makassar, tempat Benteng Fort Rotterdam berdiri kokoh. Tanggal 8 Januari 1885, 171 tahun silam. Salah satu sosok bersorban selain Tuanku Imam Bonjol, yang paling saya ingat fotonya terpajang hampir di tiap kelas saat sekolah dulu itu menghembuskan nafas terakhir dalam status tahanan penjajah Belanda. Sebelumnya ia diasingkan ke Benteng Fort Nieuw Amsterdam, Manado, Sulawesi Utara.
Nama aslinya ketika lahir di Yogyakarta 11 November 1785 Raden Mas Mustahar. Sang kakek Sultan Hamengkubuwono II kemudian menggantinya menjadi Raden Mas Ontowiryo. Sang pangeran kemudian diangkat oleh rakyat dengan gelar Soeltan Abdoel Hamid Eroetjakra Moekminin, Sjaijjidin Panatagama, Chalifah Rasoeloellah ing Tanah Djawa.
Dalam masa pengasingan ia menulis Babad Diponegoro atau Babad Dipanagara. Babad Diponegoro merupakan naskah kuno yang berisi riwayat hidup dari Pangeran Diponegoro. Disebutkan pula naskah ini merupakan biografi pertama dalam kesusastraan Jawa modern.
Babad Diponegoro berupa kumpulan puisi (macapat atau puisi tradisional Jawa/tembang) setebal 1.170 halaman folio. Menggunakan aksara Arab pegon (tanpa tanda baca) dan aksara Jawa. Menceritakan sejarah Nabi, sejarah Pulau Jawa dari zaman Majapahit hingga Perjanjian Giyanti (Mataram), yang dituturkan langsung oleh Pangeran Diponegoro sendiri dan ditulis oleh juru tulis sejak Mei 1831 hingga Februari 1832.
Babad Diponegoro pada Juni 2013 oleh Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) diakui sebagai Memori Dunia (Memory of the World (MOW), yakni sebuah program untuk menghargai dan merawat catatan-catatan peristiwa kesejarahan dan budaya.
Pada usia 40 tahun ia sudah memimpin perang Diponegoro atau perang Jawa. Perang terbesar yang di Hindia Belanda yang membuat Belanda ketar-ketir. Bagaimana inspirasi Diponegoro saat muda hingga menjadi pemimpin besar? Silahkan baca buku “Pemuda Inspirasi Wajah Negeri” yang terbit Desember 2025 lalu.
#30HariBercerita
#30HBC2609 #rehatiwaninspiring #rehatiwan #IWANwahyudi
@30haribercerita @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar