Ketika disebut nama Bambang Pamungkas,tentu hampir semua orang yang mengenal nama ini akan mengidentikannya dengan si kulit Bundar, Sepakbola. Wajar ia sudah lebih dari dua puluh tahun menjejak karirnya disana dan telah mencetak dua ratus gol selama kiprahnya itu. Tapi hanya sedikit orang yang tau ia gemar menulis, bukan sekedar menulis. Tapi bagi saya yang baru sadar tentang hal ini sehari yang lalu, ia adalah orang yang rutin menulis diantara kesibukannya berlatih, bertanding dan membagi waktu dengan keluarganya.
Sebagian dari anda juga baru ngeh kalau BP (panggilan yang kini menjadi branding Bambang Pamungkas) rutin menulis. Kita bisa membuka website pribadinya www.bambangpamungkas20.com , begitu khas tulisannya terkait banyak hal dan bagi saya kaya akan motivasi bagi siapapun yang membacanya. Sekali lagi tak mudah rutin menulis dan itu dilakukan oleh seorang legenda sepekbola bukan setelah ia pensiun dari lapangan hijau.
Bisa jadi salahsatu faktor yang membuat ia rutin menulis karena disiplin yang selalu melekat dan menjadi ciri seorang olahragawan. Dari kedisplinannya membagi waktu ia sampai sekarang ia telah menerbitkan dua buku tulisannya (bukan biografinya yang ditulis orang lain). Buku Pertamanya, 'Ketika Jemariku Menari' rilis pada tahun 2011. Isi buku keduanya yang terbit tahun 2014 menceritakan beberapa hal tentang Plurality (keberagaman), Responsibility (tanggung jawab), Integrity (keteguhan), Dignity (martabat), dan Equality (kesetaraan). Oleh karenanya untuk buku keduanya itu, dia memilih judul PRIDE yang artinya kebanggaan karena judul itu dinilai mewakili isi buku.
BP bagi saya bukan hanya mampu mengisi sejarah sebagai legenda sepakbola, tapi ia bahkan menulis sendiri sejarahnya baik yang ada di pertandingan maupun belakang layar lapangan hijau.
20122019
#IWANwahyudi
#MariBerbagiMakna
#InspirasiWajahNegeri #reHATIwan
@iwanwahyudi1
Komentar
Posting Komentar