Langsung ke konten utama

[APA KABAR PAGI KITA?]

Jika orang super kaya, penguasa paling hebat, dan pesohor paling populer sejagad raya ini di tanya "Apa capaian hidup yang belum ada raih?" atau "Masih adakah keinginan hidup yang anda impikan?", pasti mereka akan menjawab dan menyebutkan capaian hidup dan impian yang masih menjadi daftar dalam kepala dan jiwanya. 

Artinya mereka masih belum menemukan tanda titik dalam capaian hidup, baru koma. Lalu bagaimana dengan kita yang secara ekonomi terjun bebas dibanding mereka, rakyat golongan lemah tanpa memiliki kekuatan apalagi kekuasaan bahkan pada diri sendiri kadang-kadang, tak ada orang yang mengenal kita dan ngefans mati dan militan membela kita? Pasti daftar impian dan capaian hidup yang ingin menjadi kenyataan begitu panjang dan tak bernomor lagi. 

Jika mereka diatas kita lebih awal mengijak rem mengejar impiannya dengan segala fasilitas yang tersedia, apakah kita lebih belakang start mengejar impian-impian sederhana dibanding mereka? Tentu jika hasrat dan obsesi impian itu tinggi kita akan jauh lebih awal memulai dan banyak melakukan percepatan untuk menyamai bahkan melebihi mereka. Tentu dalam hal bahagia menggapai impian tersebut, bukan menumpuk semuanya kesuksesan namun tidak menikmati bahkan makin merasa hambar di jiwa. 

Cara sederhana jika ingin meraih keberhasilan dan merasakan nikmatnya dalam keberkahan-Nya di setiap gapaian impian salah satunya telah Rasulullah Muhammad SAW sampaikan 1500 tahun yang lalu, "Bangun pagi dan berpagi hari memulai aktifitas".

Lalu bagaimana kabar pagi kita hari? 

Rumah Merpati 22
18122021
#MariBerbagiMakna #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri #IWANwahyudi
#SedekahKata
@inspirasiwajahnegeri
@iwanwahyudi1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

[SALAM PAGI: 199 TAK LARUT DALAM KESEDIHAN]

  Assalamu'alaikum Pagi Apabila pagi hari ini Anda dalam keadaan bersedih. Tentu dengan beragam penyebab yang membuatnya singgah dalam diri. Bisa karena trauma kehilangan masa lalu yang sesekali muncul kembali, kepergian orang tercinta yang sulit dilupakan, kegagalan kemarin yang bekasnya masih menyayat hingga kini, atau kehilangan harta dan kesempatan berharga yang tak dapat datang kembali dalam waktu dekat. Bisa jadi dari kesedihan itu Anda merasa hari ini sendiri. Sendiri menghadapi kesedihan, sendiri melawan kesedihan dan sendiri membebaskan diri dari kesedihan. Namun ingatlah firman Allah Swt yang menjamin tidak akan meninggalkan hambanya sendiri, “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita” (QS. At-Taubah: 40) Anda mungkin luput menyadari kehadiran dan pantauan Sang Pencipta pada diri yang tak pernah berjeda sesaat pun. Cobalah tarik nafas dalam-dalam kemudian hembuskan secara berlahan dengan mata terpejam. Rasakan kehadiran-Nya dalam hati dan isi ...