Kita tentu pernah terjatuh dan tentu meninggalkan luka baik patah tulang ataupun lecet setidaknya.
Kadang kita pernah gagal, sakit memang jika sudah berupaya semaksimal mungkin mengerahkan yang dimiliki namun tak mencapai target.
Adakalanya juga kecewa itu datang saat melihat gap (jarak) antara harapan dan kenyataan yang sungguh jauh dari prediksi dan ekspektasi.
Suatu waktu kita mencicipi juga kebangkrutan baik setelah memperoleh keuntungan bahkan saat memulai menapaki perniagaan dengan modal pas-pasan dan nekad.
Kita juga mengerti dan pernah mengalami perihnya patah. Saat yang lain masih berdiri atau tumbuh kita sendiri yang patah, bukan hanya patah wujud tapi juga patah semangat, patah hati, patah harapan bahkan mematahkan mimpi-mimpi yang telah disusun begitu lamanya.
Tapi, tak boleh patah itu merobohkan segala yang kita miliki. Jati diri dan harga diri tak boleh terpatahkan oleh apapun titik. Melawan patah untuk tak pernah takluk olehnya.
" Sebagian besar mereka menolak patah dalam keterbatasannya, karena patah berarti berhenti dan titik, bukan koma. "
( Secangkir Inspirasi halaman 126 )
@30haribercerita
#30haribercerita
#30hbc2014
#IWANwahyudi
#MariBerbagiMakna
#InspirasiWajahNegeri #reHATIwan
@iwanwahyudi1
Komentar
Posting Komentar