Langsung ke konten utama

Postingan

[ DUA JAM, TIGA DOKTOR ]

  "Ngilmu itu laksana meneguk air laut, semakin diminum semakin haus. Semakin banyak yang kita ketahui akan semakin penasaran untuk mengetahui hal lain dan sadar bahwa kita makin kerdil dihadapan hamparan ilmu-Nya." 1 Februari lalu sebuah kesempatan luar biasa yang dianugerahkan-Nya dapat ngilmu dari tiga doktor walau cuma dua jam tapi cukup padat dan berbobot. Kuliah S2 Pasca Sarjana Manajemen Inovasi UTS. Doktor Zulkieflimansyah Gubernur NTB, Doktor Hermawan Caleg PKS DPR RI Dapil Sumbawa Nomor Dua ketua Prodi Kesehatan Masyarakat Pasca Sarjana Universitas Hamka (Uhamka Jakarta), dan Doktor Franki Raden pemenang Piala Citra FFI 1987 (Film Nagabonar)Jebolan Amerika dan Perancis. Kolaborasi dalam satu panggung lintas disiplin ilmu ini : pakar Ekonomi Industri, Pakar Kesehatan, dan Pakar Musik, Menyadarkan bahwa Manajemen Inovasi dapat masuk dalam semua disiplin ilmu lain dan bahkan menjadi ruang yang mempersatukan itu semua dalam teknologi yang menjawab semua hal kekinian da...

[ PAGI, TITIK NOL AKTIFITAS HARIAN ]

Dalam setiap lembaran hari kita pasti mengenal waktu pagi. Ia adalah titik nol (awal memulai) segala aktifitas. Energi dalam tubuh masih cukup banyak, otak masih jernih dari pikiran yang menjenuhkan, hati masih bersih belum tergesek godaan dunia. Ini saat terbaik dalam hamparan waktu harian kita. Awali semua dengan semangat baru, hati yang ikhlas, pikiran yang cemerlang. Lewati dengan cara terbaik agar menuai hasil terbaik pula. 02022019 #IWANwahyudi #MariBerbagiMakna #salaminspirasi #InspirasiWajahNegeri #reHATIwan

106 [SWADIDIK DIRI]

Tak selamanya kita akan dididik oleh tempat dan ruang formal pendidikan, walaupun kita harus belajar sepanjang hayat. Tak seterusnya belajar dari orang lain, karena akan ada waktunya karena satu dan lain hal kita harus berjarak dengan guru atau orang-orang yang memberi asupan energi didikan. Kita harus menumbuhkan budaya mendidik diri. Survive mengajari diri sendiri. Tetap menjadi baik saat berjauhan dengan orang baik, tetap menyinari diri ketika berada diruang gelap.  Berbicara pada diri sendiri, ruang mendidik diri. Hal yang paling jujur kita lakukan ialah ketika berdialog dengan diri sendiri. Sayidina ‘Umar ibnu Khatab, ra. pernah menyatakan: “Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu.” Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, ini adalah dialektika seorang mukmin yang ingin meningkatkan kualitas hidup dengan mengintrospeksi diri. Beri sedikit waktu untuk muhasabah diri, menyelami diri lebih dalam untuk lebih melangitkan diri kemudian. 033/365 01022023, 23:54 #MariBerbagiMakna ...

[SALAM PAGI 132]

Assalamu’alaikum Pagi “Mengenal diri sebuah jalan untuk mengembangkannya. Mengenal orang lain sebuah pintu menggapai kebahagiaan.” Kadang kita lebih mementingkan bagaimana orang lain sebanyak mungkin mengenal kita, padahal kita sendiri belum banyak mengenal diri sendiri. Sebuah ambisi yang jika dipaksakan terus-menerus bukan kepercayaan yang diterima malah akan meruntuhkan dan membunuh diri sendiri secara tak sadar. Bila telah mengenal diri sendiri maka kita akan tau bagaimana membawa diri, menata diri dan mengembangkan diri dengan tepat dan benar. Mengenal diri merupakan anugerah yang tak semua orang dapatkan. Saat mengenal orang lain lebih banyak dan lebih dalam, kita akan tau bagaimana cara masuk kedalam mereka. Mereka akan memberikan kepercayaan yang sejati, bukan efek pencitraan palsu apalagi suapan materi. So, kenali dirimu bisa mengkonsumsi kopi apa, lalu pelajari kopi apa yang akan kamu sruput. Jangan karena tuntutan gaya, asam lambung naik tak terhingga. #Assalam...

[SALAM PAGI 131]

  Assalamu’alaikum Pagi “Jika membaca merupakan kebutuhan, maka seperti apapun kondisinya akan disempatkan. Tapi bila ia cuma sekedar untuk mengisi hobi di form curriculum vita,   tidak akan dilirik walau dipaksakan.” Membaca katanya jendela dunia dan pangkal pandai, kata semua orang baik yang berpendidikan sampai rakyat biasa kebanyakan. Mustahil itu terbukti bila sekedar dihafal dan di iyakan saja. Tapi mulai dilakukan dan dicontohkan terutama dari para pemimpin dan pembuat kebijakan. Jika Novelis Helvy Tiana Rosa dan Asma Nadia dulu saat kecil berebut baca Koran sisa pembungkus kacang dirumah pinggir rel kereta api, kita mungkin sudah jauh lebih baik mengakses bacaan saat ini. Kenapa tak bersyukur dengan membaca minimal beberapa halaman sehari? Jika alasan sibuk, tapi banyak pekerjaan yang kurang urgen bisa dilakukan bersamaan. Dalam waktu bersamaan mulut bisa ngopi sambil ngobrol plus merokok. Coba sesekali ngopi sambil membaca atau merokok sambil melihat-lihat h...

104 [HIRUP ULANG AROMA PERPUSTAKAAN]

"Tanpa perpustakaan apa yang kita miliki? Kita tidak memiliki masa lalu dan masa depan." - Ray Bradbury Kapan terakhir kali diri ke perpustakaan? Dulu saat jadi mahasiswa rajin sekali karena berburu referensi tugas dan laporan. Kemudian lebih sering ke toko buku karena di Mataram banyak dan mudah dikunjungi. Ketika di Sumbawa cuma ada satu toko buku itupun kebanyakan buku pelajaran anak sekolahan dan tidak lengkap. Untung ada perpustakaan kampus walau kecil dan koleksi tak banyak, cukuplah untuk menyegarkan otak. Nah, bila kembali ke Bima agak berat. Toko buku Melati satu-satunya sejak saya SMP tak sebanyak dan beragam buku yang dijual online. Tapi tau sendiri biaya/ongkos kirim kebanyakan lebih tinggi dibandingkan harga bukunya. Mau baca buku digital alias e-book, wah kalau sudah buka HP dan internetnya lebih tergoda baca membaca media sosial sampai lupa baca bukunya. Bulan ini akhirnya mewujudkan niat lama. Berkunjung dan mendaftar jadi anggota perpustakaan kota...

[SALAM PAGI 130]

  Assalamu’alaikum Pagi “Ikhlas itu bukan dibunyikan dengan lisan, tapi dilakukan dengan perbuatan dan dibuktikan dengan rasa yang kadang tak terlihat oleh sesama.” Ikhlas menjadi kunci semua amal anak manusia. Bukan perihal besar kecil, banyak sedikit, sering atau jarang. Sebagaimana syarat diterimanya sebuah amal : Sejalan dengan sunnah, petunjuk Rasulullah saw dan keikhlasan, lurus niatnya. Nabi Muhammad SAW bersabda;  “Aduhai betapa bahagia mereka yang berhati ikhlas: mereka yang ketika hadir tak di kenal. Manakala pergi mereka dicari kesana kemari. Mereka itulah obor obor yang menerangi jalan. Melalui mereka, tampak terang benderang segala fitnah orang–orang dzolim”. (HR. Al-Baihaqi) Imam Abu Hamid al Ghazali dalam kitab Qāmi’u Al Thughyān mendefinisikan, “Ikhlas adalah apa yang ada dalam tujuan amal, murni untuk mendekatkan diri kepada Allah”.  “Ada tiga tanda keikhlasan seseorang: jika ia menganggap pujian dan celaan orang sama saja, jika ia melup...