Langsung ke konten utama

[SALAM PAGI 130]

 


Assalamu’alaikum Pagi

“Ikhlas itu bukan dibunyikan dengan lisan, tapi dilakukan dengan perbuatan dan dibuktikan dengan rasa yang kadang tak terlihat oleh sesama.”

Ikhlas menjadi kunci semua amal anak manusia. Bukan perihal besar kecil, banyak sedikit, sering atau jarang. Sebagaimana syarat diterimanya sebuah amal : Sejalan dengan sunnah, petunjuk Rasulullah saw dan keikhlasan, lurus niatnya.

Nabi Muhammad SAW bersabda;  “Aduhai betapa bahagia mereka yang berhati ikhlas: mereka yang ketika hadir tak di kenal. Manakala pergi mereka dicari kesana kemari. Mereka itulah obor obor yang menerangi jalan. Melalui mereka, tampak terang benderang segala fitnah orang–orang dzolim”. (HR. Al-Baihaqi)

Imam Abu Hamid al Ghazali dalam kitab Qāmi’u Al Thughyān mendefinisikan, “Ikhlas adalah apa yang ada dalam tujuan amal, murni untuk mendekatkan diri kepada Allah”. 

“Ada tiga tanda keikhlasan seseorang: jika ia menganggap pujian dan celaan orang sama saja, jika ia melupakan pekerjaan baiknya kepada orang lain, dan jika ia lupa hak kerja baiknya untuk memperoleh pahala di akhirat” . Demikian definisi dari seorang sufi besar dari Mesir, Syekh Dzunnun al Misri, dalam Risalah al Qusyairiyah.

Ibnu Atho’illah ash as-Sakandari dalam kitabnya ‘Al-Hikam menyebut ikhlas dengan,  “Sembunyikan wujudmu, pada tanah yang tak dikenal. Sebab, sesuatu yang tumbuh dari biji yang tak di tanam tak akan berbuah sempurna”. Ada yang mengartikan hikmah ini, demikian “Simpanlah hasratmu akan popularitas, karena hasrat yang demikian itu tak akan membuat dirimu tumbuh dan berkembang sempurna.” 

“Yang saya maksud dengan ikhlas adalah seorang hendaknya mengorinetasikan perkataan,perbuatan, dan jihadnya hanya kepada Allah sw ; mengharap keridhaan-Nya dan memperolah pahala-Nya, tanpa memperhatikan keuntungan materi, prestise, pangkat, gelar, kemajuan atau kemunduran. Dengan itulah ia menjadi tentara fikrah dan aqidah, bukan tentara kepentingan dan yang hanya mencari manfaat dunia.” (Hasan Al-Banna dalam Syarah Risalah Ta’lim)

Akhirnya Keikhlasan akan bermuara pada firman Allah swt yang kita ucap setiap shalat, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Rabb semesta alam.” (QS. Al-An’am : 162)

Selamat memulai aktivitas kerabat semuanya….Bismillah

#AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri
@inspirasiwajahnegeri
@iwanwahyudi1


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...