Tak selamanya kita akan dididik oleh tempat dan ruang formal pendidikan, walaupun kita harus belajar sepanjang hayat. Tak seterusnya belajar dari orang lain, karena akan ada waktunya karena satu dan lain hal kita harus berjarak dengan guru atau orang-orang yang memberi asupan energi didikan.
Kita harus menumbuhkan budaya mendidik diri. Survive mengajari diri sendiri. Tetap menjadi baik saat berjauhan dengan orang baik, tetap menyinari diri ketika berada diruang gelap.
Berbicara pada diri sendiri, ruang mendidik diri. Hal yang paling jujur kita lakukan ialah ketika berdialog dengan diri sendiri. Sayidina ‘Umar ibnu Khatab, ra. pernah menyatakan: “Hasibu anfusakum qobla an tuhasabu.” Hisablah dirimu sebelum kamu dihisab, ini adalah dialektika seorang mukmin yang ingin meningkatkan kualitas hidup dengan mengintrospeksi diri.
Beri sedikit waktu untuk muhasabah diri, menyelami diri lebih dalam untuk lebih melangitkan diri kemudian.
033/365
01022023, 23:54
#MariBerbagiMakna #InspirasiWajahNegeri #IWANwahyudi #reHATIwan
@inspirasiwajahnegeri
@iwanwahyudi1
Komentar
Posting Komentar