Langsung ke konten utama

132 [LEGENDA NASI BALAP ASRAMA UNRAM]

 


Nasi balap sebutan yang identik dengan nasi bungkus untuk sarapan yang sering dijajakan keliling dengan menggunakan sepeda di Lombok khususnya Kota Mataram. Nasi bungkus sederhana yang berisi seporsi nasi putih, suwiran daging ayam bumbu pedas, kedelai goreng dan sambal khas. Harganya yang murah membuatnya pilihan utama anak kost.

Tak jarang ada toping tambahan tempe orek pedas, mie/bihun goreng, oseng buncis/kacang panjang dan kerupuk. Kemudian berkembang juga berisi ikan tongkol, telur goreng/balado, hati ampela, lindung, paru dan sebagainya.

Sosok legenda ini mulai mangkal di Universitas Mataramn (Unram) dengan sepedanya (kemudian motor) sejak 1971. Dan di Asrama Mahasiswa (sekarang asrama putra) sejak gedung tersebut mulai beroperasi.

Beliau tak hanya menjadi saksi pergantian rektor dan regenerasi aktivis mahasiswa yang biasanya kebanyakan tinggal di asrama, tapi juga ikut merasakan pahit getirnya mahasiswa menyambung hidup sekadar dengan sebungkus nasi balap yang bisa dilunasi ketika kiriman orang tua atau beasiswa cair. Bahkan hingga ada yang saling mengikhlaskan saja dengan beliau alias pemutihan seiring berjalannya waktu.

Setamat SR (Sekolah Rakyat) di Lombok Timur tahun 1966, ia melanjutkan SMP di Mataram. Kemudian mulailah berjualan nasi balap keliling gang dipemukiman, perkantoran dan sekolah-sekolah. Pada tahun 2016 beliau memilih pensiun berjualan yang dilanjutkan oleh putranya.

Mengisi waktu luang, kini ia mendirikan warung sembako sederhana di depan rumahnya Lingkungan Otak Desa Utara, Kelurahan Dayen Paken, Ampenan (sebelah Timur Pasar Kebon Roek). Tak jarang para alumni asrama juga berkunjung ke tempat beliau untuk bernostalgia. Termasuk saya yang sejak 2012 (dari jejak foto) tak bersua lagi dengannya.

Nama Haji Wahab nasi balap, tak mungkin hilang dari memori anak asrama dan PKM (gedung sebelah asrama) hingga angkatan 2016. Iya tak hanya legenda sarapan, tapi juga harapan yang turut mencerdaskan anak bangsa dengan nasi balapnya sebelum program MBG ada.(*)

Cordova Street, 08062026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_11#NasiBalap #Lombok #Asrama #Unram #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

130 [RUPIAH SOEHARTO]

  Soeharto Presiden ke-2 RI yang memerintah selama 31 tahun dan 70 hari, sejak 27 Maret 1968 hingga 21 Mei 1998. Presiden Indonesia yang menjabat paling lama. Lahir hari ini 105 tahun yang lalu. Tepat pada tanggal 8 Juni 1921. Wafat di Jakarta pada 27 Januari 2008. Ketika awal menjadi pemimpin RI, nilai rupiah Rp150,00/USD. Sebelum krisis 1997 stabil pada Rp2.000/USD, hingga ketika puncak krisis 1998 rupiah melemah hingga angka Rp16.800,00/USD. Pada masa Soeharto dikeluarkan uang kertas bergambar beliau dengan nilai nominal Rp50.000. Walau ketika reformasi 1998 saya masih berusia Sekolah, dalam hati saya SETUJU SOEHARTO MUNDUR saat itu. Ini penting agar postingan ini tidak salah tafsir dan melabeli saya sebagai antek-anteknya. Angka Rp16.800,00/USD di ujung pemerintahan Soeharto menjadi nilai tukar terlemah rupiah sepenjang sejarah republik. Hingga saat sang mantan menantunya, Prabowo Subianto pada bulan Juni 2026 memecah rekor itu. Rupiah anjlok di posisi lebih dari Rp18.0...

131 [PERJUANGAN, PERSAHABATAN, DAN PENGABDIAN]

  Aku kira dua dekade nyala almamater itu telah menguap. Aku sangka pekik dan kepal tangan perjuagan sudah tergerus. Aku duga nurani telah bersekat tembok tebal dengan rakyat. Aku ber su'udzon zaman telah menelan idealisme itu tanpa sebutir debu tersisa. Ternyata itu semua masih ada dan bermetamorfosis ke banyak penjuru peran, perjuangan dan pengabdian. Kami bersua di jalan perjuangan. Iya, benar-benar jalan aspal yang panas itu loh. Almamater masing-masing kampus yang melekat di tubuh yang bersenyawa dengan jeritan rakyat menuntut itu. Momentum bersejarah Pemilu dan Pilpres pertama secara langsung 2004 menjadi panggilan perjuangan untuk dikawal sesuai dengan asas demokrasi dan suara nurani rakyat. Dari sana tumbuh persahabatan dengan kesamaan pandangan apa yang akan terus diperjuangkan. Ketika almamater harus dilipat dalam lemari dan toga wisuda usai diraih. Bukan tanda titik untuk berhenti. Karena perjuangan sesungguhnya adalah sepanjang hayat dengan peran dan metode yan...