Langsung ke konten utama

130 [RUPIAH SOEHARTO]

 


Soeharto Presiden ke-2 RI yang memerintah selama 31 tahun dan 70 hari, sejak 27 Maret 1968 hingga 21 Mei 1998. Presiden Indonesia yang menjabat paling lama.

Lahir hari ini 105 tahun yang lalu. Tepat pada tanggal 8 Juni 1921. Wafat di Jakarta pada 27 Januari 2008.

Ketika awal menjadi pemimpin RI, nilai rupiah Rp150,00/USD. Sebelum krisis 1997 stabil pada Rp2.000/USD, hingga ketika puncak krisis 1998 rupiah melemah hingga angka Rp16.800,00/USD. Pada masa Soeharto dikeluarkan uang kertas bergambar beliau dengan nilai nominal Rp50.000.

Walau ketika reformasi 1998 saya masih berusia Sekolah, dalam hati saya SETUJU SOEHARTO MUNDUR saat itu. Ini penting agar postingan ini tidak salah tafsir dan melabeli saya sebagai antek-anteknya.

Angka Rp16.800,00/USD di ujung pemerintahan Soeharto menjadi nilai tukar terlemah rupiah sepenjang sejarah republik. Hingga saat sang mantan menantunya, Prabowo Subianto pada bulan Juni 2026 memecah rekor itu. Rupiah anjlok di posisi lebih dari Rp18.000,00/USD

Tak obyektif kiranya jika hanya menyandingkan presiden ke-2 dan ke-8 itu saja dalam mengelola rupiah. Mari melihat sejarah nilai rupiah sejak Indonesia berdiri.

Pada pemerintahan Soekarno nilai tukar rupiah tercatat Rp3,80/USD pada bulan November 1949 dan pada November 1965 pada angka Rp4.955,00/USD.

Pada Awal pemerintahan Soeharto tahun 1968 nilai tukar rupiah Rp150,00/USD dan pada ujung pemerintahannya akibat krisis moneter jatuh pada Rp16.800,00/USD. Sebelum krisis tahun 1997 tercatat stabil di angka Rp2000an/USD

Pada masa BJ. Habibie yang singkat (1998-1999) rupiah menguat hingga Rp6.550,00/USD. Pada era Gus Dur dan Megawati (1999-2004) rupiah bergerak pada kisaran Rp.8.500,00/USD hingga Rp9.000an/USD

Ketika Presiden SBY (2004-2014) relatif stabil pada Rp.9.000,00/USD. Ketika krisis finansial global 2008 melemah hingga Rp12.000,00/USD. Era Joko Widodo (2014-2024) rupiah berada pada kisaran Rp13.000,00/USD hingga Rp15.000,00/USD

Pada pemerintahan Prabowo Subianto yang dilantik pada 2024 lalu, rupiah berada pada Rp16.000,00/USD dan kian melemah hingga menembus lebih dari Rp18.000,00/USD pada bulan Juni 2026.

Naik dan turunnya nilai tukar rupiah sedikit banyak mencerminkan kondisi dan stabilitas ekonomi bangsa Indonesia.


Cordova Street, 09062026
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_09#Soeharto #Rupiah #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @ellunarPublish_ @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

131 [PERJUANGAN, PERSAHABATAN, DAN PENGABDIAN]

  Aku kira dua dekade nyala almamater itu telah menguap. Aku sangka pekik dan kepal tangan perjuagan sudah tergerus. Aku duga nurani telah bersekat tembok tebal dengan rakyat. Aku ber su'udzon zaman telah menelan idealisme itu tanpa sebutir debu tersisa. Ternyata itu semua masih ada dan bermetamorfosis ke banyak penjuru peran, perjuangan dan pengabdian. Kami bersua di jalan perjuangan. Iya, benar-benar jalan aspal yang panas itu loh. Almamater masing-masing kampus yang melekat di tubuh yang bersenyawa dengan jeritan rakyat menuntut itu. Momentum bersejarah Pemilu dan Pilpres pertama secara langsung 2004 menjadi panggilan perjuangan untuk dikawal sesuai dengan asas demokrasi dan suara nurani rakyat. Dari sana tumbuh persahabatan dengan kesamaan pandangan apa yang akan terus diperjuangkan. Ketika almamater harus dilipat dalam lemari dan toga wisuda usai diraih. Bukan tanda titik untuk berhenti. Karena perjuangan sesungguhnya adalah sepanjang hayat dengan peran dan metode yan...

128 [PEGANGAN HIDUP]

  Saya membuka sebuah majalah lama yang sudah tidak terbit lagi. Majalah Tarbawi edisi 137/th 8 memuat lima nasihat dari Syaqiq al-Balkhi rahimahullah (wafat 810 M) .   Pertama, “Sembahlah Allah swt sebesar kebutuhanmu kepada-Nya.” Adakah sesaat saja diri ini bisa lepas dari kebutuhan atas nikmat yang diberikan oleh-Nya?   Kedua, “Ambillah dunia sekadar memenuhi kebutuhan hidupmu.” Kebutuhan ada titik capainya. Keinginan tak akan pernah berujung walau sudah meraihnya, ia terus ada lagi tanpa henti.   Ketiga, “Berbuatlah dosa sekadar kekuatanmu menanggung siksa-Nya.” Hidup bukan sesukanya, tapi semampu menanggung resikonya. Tak satu pun yang luput dari pertanggungjawaban.   Keempat, “Berbekallah di dunia sebanyak kebutuhanmu di alam kubur.” Lebih baik kelebihan bekal daripada memikul beban yang berlebihan. Tak seorang pun mau berbagi beban saat tak bisa saling melihat urusan orang lain kelak.   Kelima, “Berbuatlah untuk mendapat surga sesuai dengan kedud...