Langsung ke konten utama

SALAM PAGI 192

Assalamu’alaikum Pagi

Luangkan waktu sejenak dua atau tiga menit. Pejamkan mata Anda, tarik nafas dalam-dalam kemudian embuskan. Diamlah beberapa saat dengan mata masih terpejam untuk menyegarkan kembali tujuan hidup Anda. Renungkan sebuah ayat surah Adz-Dzariyat ayat 56.

 

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka mengabdi/beribadah kepada-Ku”

 

Anda diciptakan bukan untuk bekerja keras tanpa mengenal waktu hingga melupakan sejenak kewajiban shalat yang hanya lima waktu dalam sehari. Tidak pula buat mengejar uang sebanyak-banyaknya kemudian lalai menunaikan zakat dan berbagi pada sesama yang membutuhkan.

 

Anda dihidupkan dunia bukan untuk egois dengan berbagai nikmat dari-Nya, mendekapnya kemudian mengelola hingga menempuh jalan merusak alam dan merugikan sesama manusia.

 

Anda diciptakan hanya untuk beribadah kepada-Nya, bukan untuk posisi, harta, perilaku, kepentingan bahkan makhluk lainnya. Dengan cara melakukan hal-hal yang diridai-Nya semata-mata. Katakan dalam diri dengan sesadar-sadarnya, “Saya hanya hamba, berada di sini cuma untuk beribadah kepada-Nya.” Kemudian fokuslah mencari cinta-Nya dengan aktivitas dan bekerjaan Anda sepanjang hari.

 

Apabila telah mendapatkan cinta-Nya, maka Anda mendapatkan kebahagiaan abadi, Insya Allah.

Saat semua diniatkan sebagai ibadah, akan terasa indah. Melalui dengan penuh bahagia mengharap ridha-Nya semata.

#HappyDay 019 #AssalamualikumPagi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Bahagia  #Kebaikan #Disukai
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...