Langsung ke konten utama

SALAM PAGI 181

 


Assalamu’alaikum Pagi

Pagi ini, keluarlah menikmati alam sekitar Anda setidaknya selama 30 menit. Bisa ke taman, pematang sawah, hutan kota atau setidaknya berkeliling komplek tempat tinggal, yang penting bawa tubuh Anda ke ruang terbuka.

Biarkan mata Anda menikmati indahnya matahari terbit dan tubuh merasakan kehangatannya. Jarang terkena sinar matahari membuat Anda lesu dan tak bergairah melalui rutinitas sehari-hari.

Sinar matahari tanpa disadari membantu melepaskan zat-zat kimia di otak seperti serotonin. Saat produksi serotonin meningkat ia akan membantu menjaga keseimbangan emosi dan mencegah perubahan suasana hati yang ekstrem, sehingga hati menjadi stabil.

Serotonin juga memiliki efek menenangkan juga dapat membantu mengurangi kecemasan dan rasa khawatir. Perasaan bahagia akan muncul, rasa tenang hadir. Kemampuan memori, konsentrasi dan kemampuan belajar pada otak juga menjadi fungsi kognitif dari hormon serotonin.

Sambil menikmati pemandangan sekitar dan menyapa matahari terbit, gunakan momentum ini untuk mempelajari dan merenungi ayat-ayat kebesaran Allah swt yang bertebaran di alam. IA menempatkan semua sedemikian rupa dengan teratur dan memiliki maksud, tidak ada yang sia-sia.

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran:191)

Bersama hangatnya sinar mentari yang menyapa tubuh Anda di pagi hari, hadirkan bahagia dan ketenangan hati.


#HappyDay 008 #AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Bahagia #Pagi #Matahari #SinarMatahari @inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...