Langsung ke konten utama

SALAM PAGI 178

 


Assalamu’alaikum Pagi

Sejak bangun di pagi hari, beraktivitas sepanjang hari hingga saat tidur pada malam hari pun, manusia tetap bernafas dan tidak mungkin berhenti menghirup oksigen, kecuali jika ia telah mati.  

Seseorang bisa bertahan hidup bila tidak minum sekian waktu dan tanpa makan sekian hari. Namun bila terkait bernafas, tak ada yang mampu bertahan dalam jangka waktu puluhan menit saja. Betapa vitalnya kebutuhan udara, terutama oksigen bagi manusia.

Kebutuhan oksigen rata-rata manusia dalam sehari berkisar antara 2.200 hingga 2.880 liter. Tergantung dari tingkat aktivitas dan durasi berkegiatannya. Harga oksigen Rp. 25.000/liter. Setidaknya seorang manusia memerlukan biaya Rp. 55.000.000 hingga Rp. 72.000.000 setiap hari hanya untuk oksigen saja.

Pendapatan rata-rata penduduk Indonesia pada tahun 2024 sebesar Rp.6.550.000/bulan. Ini rata-rata dari data resmi, walau pada kenyataannya banyak yang jauh lebih rendah. Berarti dalam sehari hanya bisa mengumpulkan uang cuma Rp. 218.000.

Untuk memenuhi satu komponen kecil kebutuhan hidup bernama oksigen saja, manusia tidak mampu bila harus membayarnya. Sehingga tidak heran jika dalam Surah Ar-Rahman sebanyak 31 kali Allah swt mengulang mengingatkan manusia dengan sebuah pertanyaan, “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?”. Berbahagialah hari ini bisa bernafas tanpa harus melalui tabung oksigen yang berbayar.

Jika ditraktir manusia saja sangat senang, maka seperti apa bahagianya diri karena Allah swt tidak meminta tagihan bayaran atas nikmat-Nya padamu.


#HappyDay 005 #AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Oksigen #Pagi #Nikmat
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

202 [TUTUP BUKU]

Akhirnya kita tutup serentak bersama, usai halaman terakhir dilewati hari ini. Tapi belum tentu jumlah baris dan paragraf nya sama. Ya, malam ini kita hijrah ke buku yang berbeda lagi. Sambungan dari sebelumnya.  Kita hatamkan bersama, namun beda seberapa banyak yang dapat terserap dalam kepala. Durasi yang sama tak mampu mengintervensi dan mengintimidasi agar semua sama.  Isi tinta di pena kita sama, yang berbeda jumlah karya. Walau pernah juga dalam satu antologi. Kemana hilang atau mangkraknya tinta itu tidak ada urusan. Tak mungkin dicuri orang. Kelalaian dan kemalasan yang merampasnya.  Bersyukur Alhamdulillah atas segala senyum, beristighfar tersebab khilaf, kemaksiatan dan kelalaian. Buku kemarin yang terlewati bukan fiksi.  Tutup buku itu dengan segala episodenya. Usap sesal, siapkan nyala untuk membalas semuanya. Tidak sekadar janji tanpa realisasi, retorika tanpa realita,  Titip buku itu untuk nanti diambil kembali. Bersama buku sebelumnya,...

[HIJRAH SEBUAH KEMESTIAN]

“Para muhajir telah memulainya dengan benar, suatu perpindahan yang beranjak dari kesadaran dan bukan dari kemarahan “ (KH. Rahmat Abdullah) 1437 tahun yang lalu sebuah prosesi perpindahan yang tak biasa dilakukan seorang Nabi penutup Muhammad SAW. Perpindahan meninggalkan kampung halaman tempat entah berapa abad lamanya para leluhur tinggal menetap disana. Meninggalkan tidak sedikit orang yang dicintai dan para kerabat. Sebuah gerakan dari Makkah menuju Madinah. Dari sekedar komunitas kecil di Makkah menjadi sebuah Negara dan Peradaban saat di Madinah. Prosesi ini kemudian dikenal dengan Hijrah. Tahapan perjuangan ini kemudian dijadikan sebuah tonggak penanggalan dalam Islam. Sebuah proses Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat adalah peristiwa yang sangat luar biasa, merubah wajah perjuangan, merubah sebuah metode cara melakukan dan menyebarkan kebaikan hingga semakin menyemesta tanpa kehilangan Ruh dasar keIslaman yang menjadi landasan. Hijra...

137 [MENAKUTI KETAKUTAN]

  Alhamdulillah bisa “numpang” ngopi lagi di kediaman beliau setelah 3 tahun berlalu. Saat saya jadi aktivis mahasiswa dulu, beliau sudah jadi jurnalis surat kabar pertama dan terbesar di NTB, Lombok Pos. Dua pilar demokrasi yang bersinergi. Kami mengawal kritis ala mahasiswa, beliau lewat berita. Dari sana kami lebih akrab. Tiap berkunjung tak lupa saya bawakan buah tangan buku sederhana karya saya. Beliau salah seorang yang sering saya ganggu, untuk dimintai tanggapan isi buku pertama saya dan beberapa buku kemudian. Selain jurnalis, sesekali beliau menulis panjang di laman media sosialnya. Si paling rapih menulis di buku catatan aktivisme sejak masa kuliah ini selalu ada saja ide tulisan yang menarik. Sebab latar itulah saya sering minta wejangan menulis. Berjibaku dengan gerakan mahasiswa sejak ujung era orde baru 1997-1998 yang akhirnya tumbang lewat agenda reformasi. Kemudian menekuni jurnalis dengan berita di rubrik hukum, politik dan pemerintahan tentu tak hanya memerlu...