Langsung ke konten utama

203 [AWALI DENGAN KEBAIKAN]


“Awali segala sesuatu dengan kebaikan. Bila gagal sudah mendapat kebaikan, jika berhasil berlimpah kebaikan.” 

Alhamdulillah kita memasuki lembar pertama tahun Hijriah 1447. Dalam kalender Indonesia masuk salah satu libur nasional. Sebagian kita mungkin merasa sama saja dengan hari lainnya. Kecuali libur dan tidak beraktivitas rutin. Ini permulaan untuk setahun ke depan. 

Setiap apa pun mari awali dengan kebaikan, termasuk di niat dalam diri, lalui dengan cara yang baik dan akhiri pula dengan baik. Jangan berasumsi ah tidak apa-apa mulai dari hal buruk, berproses dengan cara jahat, yang penting hasil akhirnya baik dan bisa bertaubat. Siapa yang bisa jamin usia sampai sana? Jika meninggal saat menikmati kejahatan saat berproses dan kecanduan menghalalkan segala cara, apa tidak rugi? 

"Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri,... " (QS. Al-Israa: 7)

Yuk Bismillah sebagai awalan kita. Targetkan satu kebaikan kecil yang mulai di rutin kan tahun ini. Sederhana saja, sedekah Rp 500 tiap subuh atau baca dan renungkan satu ayat Al-Qur'an setiap hari atau tutup segalanya dengan satu rakaat Shalat Witir di malam hari. 

Cordova Street A-03, 27 Juni 2025
#MariBerbagiMakna #gerimis30hari🌧️ #gerimis_juni25_27 #MemungutKataKata #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi #secangkirinspirasi 
@rehatiwaninspiring @rehatiwan @gerimis30hari @ellunarpublish_ 
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...