Langsung ke konten utama

169 [DZULHIJJAH]

 


Dzulhijjah, bulan kedua belas dan terakhir dalam penanggalan hijriyah. Artinya setelah ini memasuki Muharram, tahun Baru Islam (Hijriyah).
 
Bulan Dzulhijjah dalam memori kolektif umat Islam baik ulama, kaum cerdik pandai bahkan masyarakat biasa dipelopori, identik dengan Iduladha atau lebaran, Haji, dan Qurban. Iduladha dengan shalat ied nya menjadi ibadah yang tak kalah syiar dengan Idulfitri, semua umat memperingati dengan berbondong-bondong menuju masjid atau tanah lapang.
 
Sedangkan Haji yang merupakan rukun Islam kelima dilaksanakan bagi mereka yang mampu (secara fisik dan harta) dan dipanggil oleh Allah swt melaksanakannya di tanah suci Makkah.
Demikian pula dengan Qurban, hanya bagi mereka yang mampu. Tapi, ibadah ini dapat dilakukan oleh seluruh umat Islam di mana pun berada. Tidak seperti haji dengan tempat khusus di Mekah.
 
Bulan Dzulhijjah sesungguhnya memiliki keutamaan lainnya, khususnya sepuluh hari pertama (awal) yang sebagian besar kita kurang tahu bahkan belum memahaminya.
 
Sebuah hadis dari Ibnu ‘Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 
“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“ (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)
 
Hari ini, Rabu 28 Mei 2025 M bertepatan dengan 1 Dzulhijjah. Kita sudah memasuki hari-hari istimewa yang disebut oleh hadis di atas hingga nanti 10 Dzulhijjah atau tanggal 6 Juni 2025 M.
 
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zaadul Ma’ad memberikan penjelasan, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di dalamnya terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah (8 Dzulhijjah).”
 
Sepuluh hari awal Dzulhijjah ini sangat istimewa, sangat rugi bila hanya terlewat seperti hari biasa.
 
Ketika sepuluh akhir Ramadan umat Islam mengerahkan semua kemapuan merengkuh pahala, kenapa tidak di awal Dzulhijjah ini naikan sedikit "gas" Ibadah dibandingkan hari biasa agar mendapat pahala dan kebaikan istimewa pula.
 
Yuk, kita lakukan.
 
28 Mei 2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

26 [PERPUSTAKAAN] Gerimis

  Pekan lalu saya berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB. Diterima hangat langsung oleh salah satu pustakawannya, H. Arsy Nyakin. Dua tahun lagi pensiun setelah pengabdian sejak awal pengangkatan di Perpustakaan ini. Dedikasi yang sangat luar biasa. Banyak hal yang kami diskusikan tentang perbukuan dan perpustakaan.   “Your library is your portrait. Perpustakaan Anda adalah potret Anda” (Holbrook Jackson. Wartawan, penulis dan penerbit dari Britania Raya,1874 - 1948).   Buku-buku di rumah anda adalah salah satu etalase yang menggambarkan diri anda. Wajar bila banyak yang menebak karakter anda sesuai dengan buku apa yang anda minati. Tak salah buku apa yang anda baca akan mempengaruhi cara anda bertutur dan bagaimana anda berperilaku.   "Perpustakaan yang buruk membangun koleksi, perpustakaan yang baik membangun layanan, perpustakaan yang hebat membangun komunitas." (R. David Lankes, ilmuwan Perpustakaan Amerika).   Tersadar bahwa koleksi buk...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...