Dzulhijjah, bulan kedua belas dan
terakhir dalam penanggalan hijriyah. Artinya setelah ini memasuki Muharram,
tahun Baru Islam (Hijriyah).
Bulan Dzulhijjah dalam memori
kolektif umat Islam baik ulama, kaum cerdik pandai bahkan masyarakat biasa
dipelopori, identik dengan Iduladha atau lebaran, Haji, dan Qurban. Iduladha
dengan shalat ied nya menjadi ibadah yang tak kalah syiar dengan Idulfitri,
semua umat memperingati dengan berbondong-bondong menuju masjid atau tanah
lapang.
Sedangkan Haji yang merupakan rukun
Islam kelima dilaksanakan bagi mereka yang mampu (secara fisik dan harta) dan
dipanggil oleh Allah swt melaksanakannya di tanah suci Makkah.
Demikian pula dengan Qurban, hanya bagi mereka yang mampu. Tapi, ibadah ini dapat dilakukan oleh seluruh umat Islam di mana pun berada. Tidak seperti haji dengan tempat khusus di Mekah.
Bulan Dzulhijjah sesungguhnya
memiliki keutamaan lainnya, khususnya sepuluh hari pertama (awal) yang sebagian
besar kita kurang tahu bahkan belum memahaminya.
Sebuah hadis dari Ibnu ‘Abbas,
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda,
“Tidak ada satu amal sholeh yang
lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari
ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak
pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Tidak
pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan
hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“ (HR. Abu Daud no. 2438, At
Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968, dari Ibnu ‘Abbas.
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Syaikh Syu’aib Al Arnauth
mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim)
Hari ini, Rabu 28 Mei 2025 M
bertepatan dengan 1 Dzulhijjah. Kita sudah memasuki hari-hari istimewa yang
disebut oleh hadis di atas hingga nanti 10 Dzulhijjah atau tanggal 6 Juni 2025
M.
Ibnul Qayyim rahimahullah dalam
Zaadul Ma’ad memberikan penjelasan, “Sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan
lebih utama dari sepuluh malam pertama dari bulan Dzulhijjah. Dan sepuluh hari
pertama Dzulhijah lebih utama dari sepuluh hari terakhir Ramadhan. Dari penjelasan
keutamaan seperti ini, hilanglah kerancuan yang ada. Jelaslah bahwa sepuluh
hari terakhir Ramadhan lebih utama ditinjau dari malamnya. Sedangkan sepuluh
hari pertama Dzulhijah lebih utama ditinjau dari hari (siangnya) karena di
dalamnya terdapat hari nahr (qurban), hari ‘Arofah dan terdapat hari tarwiyah
(8 Dzulhijjah).”
Sepuluh hari awal Dzulhijjah ini
sangat istimewa, sangat rugi bila hanya terlewat seperti hari biasa.
Ketika sepuluh akhir Ramadan umat
Islam mengerahkan semua kemapuan merengkuh pahala, kenapa tidak di awal
Dzulhijjah ini naikan sedikit "gas" Ibadah dibandingkan hari biasa
agar mendapat pahala dan kebaikan istimewa pula.
Yuk, kita lakukan.
28 Mei 2025
Demikian pula dengan Qurban, hanya bagi mereka yang mampu. Tapi, ibadah ini dapat dilakukan oleh seluruh umat Islam di mana pun berada. Tidak seperti haji dengan tempat khusus di Mekah.

Komentar
Posting Komentar