Jika dari arah Timur lampu merah STIE AMM Jl. Airlangga Mataram, anda kebetulan berhenti karena lampu menyala merah, tengoklah ke kanan (Utara) maka anda akan menjumpai pangkas rambut "RIZKY" ini diantara ruko gorden dan service televisi.
Bila sedang di Mataram dan rambut sudah agak panjang, di pangkas rambut milik pak Syahri ini saya cukur. Ketika di tanya siapa bapak? Dia dengan cepat menjawab, "Saya lahir di bulan Ramadhan pas tanggal 27, Syahri Ramadhan."
Sekali pangkas rambut
untuk dewasa hanya 15 ribu. Profesi ini ia lakoni sejak tahun 1990an, masih 500
rupiah sekali cukur katanya. Gardu listrik tepat di Selatan jalan depan
usahanya ini dulu ada genangan air yang mengalir masih jernih. Tempat mampir
metik kangkung atau bahkan mandi sekalian.
Beliau buka 6 hari dalam sepekan, kecuali hari Jum'at. Suatu hari sampil menggunting rambut saya ia bercerita. Pernah suatu waktu di hari Jum'at hampir tidak dapat Jum'atan karena melayani pelanggan yang datang menjelang tengah hari. Sejak saat itulah supaya tidak buru-buru dan ibadah tidak terbengkalai ia putuskan libur hari Jum'at, kalaupun buka pasti siang seusai menunaikan shalat yang cuma sekali sepekan itu.
Sungguh tukang cukur yang sangat menjaga rasa syukur dengan mendahulukan ibadah pada sang Pemberi Rejeki.
Beberapa hari lalu, seperti biasa sambil melihat kelihaiannya memangkas rambut, saya coba klarifikasi suatu hal padanya. "Miq, dulu ada pangkas rambut di ruko yang menghadap Barat di Utara lampu merah ini, tempat saya cukur satu centi rambut sebagai mahasiswa baru yang di ospek. Sekarang kemana pangkas rambut itu?". Sambil senyam senyum dijawab, "Iya betul ada pangkas rambut disana, saya juga kerja disana. Setelah pangkas rambut itu pindah, saya buka pangkas rambut sendiri disini."
Selalu saja waktu terasa cepat, tiba-tiba belum tuntas cerita, eh rambut sudah kelar aja. Selalu aja ada bahan obrolan. Karena kepo saya coba tanya, "Miq, pernah plungguh dalam sehari tidak ada sama sekali orang datang cukur rambut?". "Alhamdulillah, selalu ada yang datang. Tidak pernah nol." jawabnya dengan suara yang kalem.
21052024
IWANwahyudi


Komentar
Posting Komentar