Langsung ke konten utama

[SALAM PAGI 135]

 


Assalamu’alaikum Pagi

“ Saat engkau lupapun IA tetap mengurusimu, apalagi bila sering mengingat-Nya. Kala engkau menjauh IA tetap memberi rejekimu, apalagi saat terus mendekat pada-Nya.”

Adakalanya engkau lupa pada-Nya, tapi segala urusanmu tetap diatur-Nya. Pernahkan engkau berpikir jika sesaat saja urusanmu tidak diatur oleh-Nya, apa yang bisa engkau lakukan? Hanya untuk menghalangi penyumbatan disatu pembuluh darahmu pun pasti tak berdaya. Masikah enggan selalu mengingat-Nya?

Kala engkau menjauh dari-Nya, rejekimu masih saja terus diberikan-Nya. Pernahkah engkau merenung jika sesaat saja rasa nikmat dari-Nya dicabut? Maka hidup akan hambar bahkan tak karuan dan engkau ingin mengakhirinya saja. Jika engkau diberikan alergi makan hewan dan tumbuhan, bisakah bertahan hidup dengan bahagia menikmati makanan tiap hari?. Masihkah enggan terus mendekat pada-Nya?

Coba sesekali menghitung berapa banyak maksiat yang telah diperbuat dan bandingkan dengan berapa kali pintamu tetap dipenuhi-Nya. Bila sejenak saja pintamu tak pernah terkabul oleh-Nya dan do’amu tak terwujud oleh-Nya, pasti engkau tak lagi mampu melangkah dengan gembira dimuka bumi-Nya. Masihkan enggan bertaubat pada-Nya?

Mari selalu mengingat-Nya, kian mendekat pada-Nya dan menjauhi bermaksiat pada-Nya.

#AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri
@inspirasiwajahnegeri
@iwanwahyudi1


Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

Salam Pagi 127

  Assalamu’alaikum Pagi “ Setiap perilaku akan kembali pada pelakunya, baik itu penghinaan, keburukan apalagi kebaikan . Jangan lelah berbuat kebaikan walau belum terasa efeknya seketika itu pula.” Seberapa keji penghinaan yang pernah engkau terima? Mungkin tak sebanding dengan yang telah dirasakan   oleh pendahulumu dijalan kebaikan yang sama-sama engkau tebar dan lanjutkan saat ini. Seberapa nista keburukan yang engkau terima hari ini? Mungkin tak seberapa dibanding mereka yang telah berkorban menyerukan kebaikan, hingga kini engkau dan semua orang merasakan indahnya. Seberapa sering dan besar kebaikan yang engkau telah lakukan? Tak perlu menghitung, membandingkan atau mengingatnya. Karena cepat atau lambat akan kembali padamu. Jika menghitungnya engkau akan merasa besar, bila membandingkan engkau bisa sombong dan saat selalu mengingatnya bisa saja keikhlasanmu tergerus. Tetaplah disini bersama kebaikan dan orang-orang baik. Tetaplah menanam dan memeliharanya agar ...