Langsung ke konten utama

012 [PENJAGA MALAM]

Pengabdian itu beragam bentuknya, tak hanya jabatan tinggi, tapi juga posisi terbawah sekalipun. Mencintainya akan membawa kebahagiaan.
Siang itu menjelang adzan Dzuhur berkumandang tanggal 22 Mei 2022. Saya pamit untuk tidak lagi membersamai beliau menjaga dua gedung berlantai empat yang selalu terisi penuh dengan mahasiswa. Saya keluarkan HP untuk mengabadikan foto berdua bersama semua rasa disiang itu. Setelah sekitar empat tahun bersama sejak beliau bergabung 13 November 2017 silam.



Bila jadwal piketnya pria yang biasa kami panggil dengan paman Ande ini sudah tiba ba'da Maghrib dengan menyimpan tas dan perlengkapan jaga malamnya di ruang Aquarium lantai 1 gedung asrama putri. Pukul 22.00 wita gerbang asrama dan gedung ditutup.
Malam Rabu atau Malam Kamis saya yang juga menjadi salah satu penghuni asrama biasa pulang di atas waktu tersebut karena ada pertemuan/rapat rutin dengan rektor. Tentu sudah konfirmasi lebih awal ke beliau. Walau posisi saya lebih tinggi darinya, namun urusan izin telat harus menginformasikan lebih awal ke beliau. Ini masalah disiplin, keteladanan dan menghormati tugas serta tanggung jawab masing-masing. Biasanya setelah saya tiba kami akan berbincang sana sini tentang banyak hal hingga larut malam ditemani kripik singkong kuncoro atau makanan ringan lain yang saya bawa dari tempat pertemuan di kota.



Lalu sebelum saya masuk ke kamar asrama dan beliau ke ruang Aquarium. Pemilik nama asli Suryadi ini akan berkeliling asrama terutama tempat parkir motor untuk menghitung jumlahnya. Hal itu akan dilakukan ulang besok bada subuh sebelum membuka pintu gerbang asrama. Beliau dipastikan tau siapa aja pemilik motor yang malam itu menginap diluar atau belum pulang.
bersambung....





Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...

150 [PELANGI BULAN JUNI]

  “Jadikan amal terbaik kado terindah setiap harinya” #reHATIwan Sapardi Djoko Damono menjadikan “Hujan Bulan Juni” abadi dengan puisi. Tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni Dihapusnya jejak-jejak kakinya Yang ragu-ragu di jalan itu Jamrud dalam lagu “Pelangi Di Matamu” menjadikan diri lebih berani mengungkap kejujuran. Ada pelangi di bola matamu Dan memaksa diri tuk bilang, “Aku sayang padamu” Juni ini saya tak hanya berjumpa dengan @gerimis30hari sebagai agenda konten media sosial. Tapi salah satu pintu menyulam kata dan menebar makna kebaikan selama 30 hari. Juni ini saya tak cuma bersua dengan hujan “Sapardi” di tengah kemarau. Juga jejaknya meresap dalam kesejukan pada semua makhluk. Juni ini saya bertemu dengan hujan yang dalam rintiknya, rahmat-Nya dari langit turun untuk bumi, dan lirih doa bumi didengar langit. Juni ini saya menikmati pelangi, bukan hanya lewat pandangan mata semata. Namun melalui kebaikan-kebaikan kecil pada sesama dan semesta yan...