Pengabdian itu beragam bentuknya, tak hanya jabatan tinggi, tapi juga posisi terbawah sekalipun. Mencintainya akan membawa kebahagiaan.
Siang itu menjelang adzan Dzuhur berkumandang tanggal 22 Mei 2022. Saya pamit untuk tidak lagi membersamai beliau menjaga dua gedung berlantai empat yang selalu terisi penuh dengan mahasiswa. Saya keluarkan HP untuk mengabadikan foto berdua bersama semua rasa disiang itu. Setelah sekitar empat tahun bersama sejak beliau bergabung 13 November 2017 silam.
Bila jadwal piketnya pria yang biasa kami panggil dengan paman Ande ini sudah tiba ba'da Maghrib dengan menyimpan tas dan perlengkapan jaga malamnya di ruang Aquarium lantai 1 gedung asrama putri. Pukul 22.00 wita gerbang asrama dan gedung ditutup.
Malam Rabu atau Malam Kamis saya yang juga menjadi salah satu penghuni asrama biasa pulang di atas waktu tersebut karena ada pertemuan/rapat rutin dengan rektor. Tentu sudah konfirmasi lebih awal ke beliau. Walau posisi saya lebih tinggi darinya, namun urusan izin telat harus menginformasikan lebih awal ke beliau. Ini masalah disiplin, keteladanan dan menghormati tugas serta tanggung jawab masing-masing. Biasanya setelah saya tiba kami akan berbincang sana sini tentang banyak hal hingga larut malam ditemani kripik singkong kuncoro atau makanan ringan lain yang saya bawa dari tempat pertemuan di kota.
Lalu sebelum saya masuk ke kamar asrama dan beliau ke ruang Aquarium. Pemilik nama asli Suryadi ini akan berkeliling asrama terutama tempat parkir motor untuk menghitung jumlahnya. Hal itu akan dilakukan ulang besok bada subuh sebelum membuka pintu gerbang asrama. Beliau dipastikan tau siapa aja pemilik motor yang malam itu menginap diluar atau belum pulang.
bersambung....
12102022
@inspirasiwajahnegeri
@iwanwahyudi1



Komentar
Posting Komentar