Langsung ke konten utama

[RAIH ILMU DENGAN TENANG DAN SABAR]

Betapa pentingnya Ilmu dan belajar sehingga banyak mereka yang melalui jalan mulia menuntut ilmu dengan tidak mudah. Ada yang karena keterbatasan ekonomi harus membanting tulang walau usia masih kecil, tak sedikit yang harus meninggalkan orang tercinta dan tanah kelahiran dalam waktu yang lama dan memendam rindu yang kuat, adalagi yang terus menerus berjibaku dengan buku karena kemampuan otaknya yang terbatas, tak jarang juga mereka menempuh jarak yang berliku terjal dan mendaki tanpa alas kaki menuju tempat sekolah demi pencerahan bernama ilmu.

Siapa yang ingin meraih dunia hendaknya dengan ilmu, siapa yang mau mendapat akhirat harus dengan ilmu dan siapa yang ingin sukses keduanya harus dengan ilmu. Begitulah baginda mulia Nabi Muhammad SAW berpesan pada kita semua. Namun ilmu punya jalannya sendiri bagaimana untuk mengisi ruang keinginan dan hasrat manusia mendapatkannya. Tidak dengan sesukanya atau semaunya serampangan saja tiba-tiba menjadi pintar dan memiliki kepahaman terhadap suatu ilmu.

Umar Ibnu Khaththab ra memberi kita kunci bagaimana meraih ilmu " Raihlah ILMU, dan untuk meraih ilmu belajarlah untuk tenang dan sabar ". Jangan tergesa-gesa atau asal belajar saja tapi tak memahami makna dan subtansi ilmu yang diperoleh. Hadapi dan lalui juga nikmati setiap rintangan dan ujian saat menuntut ilmu dengan kesabaran agar selalu dinaungi keberkahan-Nya.

15102017 19:32 Ruang IIIA3 FEB Unram
#IwanWahyudi 
#MariBerbagiMakna 
www.iwan-wahyudi.com
www.iwan-wahyudi.net

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[EMPERAN MUSHOLLA]

Sebelum masuk sekolah dasar saya sudah lebih dulu belajar ngaji disalah satu rumah tetangga gang depan di Tanjung Duren Jakarta Barat. Belum ada metode atau buku membaca Al-Qur'an IQRO' yang populer itu. Menemani kami mengaji Ba'da Maghrib hingga Isya kitab ini.  Karena rumah masuk wilayah yang digusur, baru dua pekan merasakan bangku SD, kami sekeluarga pindah ke Bekasi. Ngajipun lanjut di kampung sebelah. Setiap Ba'da Maghrib hingga Isya di Emperan Musholla masih dengan kitab yang sama. Saya sepertinya lebih dulu bisa baca huruf Hijaiyah (huruf Arab/Al-Qur'an) baru bisa huruf abjad Latin.  Setelah kelas 6 SD setelah di kompleks kami berdiri Musholla saya pindah ngaji dari kampung tetangga. Pertemuan pertama ditest pake IQRO 5 (buku 5) besoknya langsung disuruh naik ke kelas baca Al-Qur'an. Di tempat ngaji lama saya sudah dikelas Al-Qur'an.  Kitab ini saya lupa apa judulnya. Gambar ini saya ambil di group Facebook. Tapi tak jadi masalah, yang pe...

[SEJARAH SEDANG BERGERAK]

Hari ini, Rabu 27 November 2024 sejarah sedang bergerak. Ada 545 kepemimpinan daerah provinsi maupun kabupaten/kota yang sedang menentukan nasibnya untuk 5 tahun kedepan, 2024-2029. Ini pillkada serentak terbesar yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia dengan melibatkan seluruh provinsi dan kabupaten/kota. Ada 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota. Ada pengecualian untuk provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sesuai dengan UU nomor 13 tahun 2021 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilakukan penetapan bukan pemilihan. Begitu pula kabupaten/kota di DKI Jakarta sesuai dengan UU nomor 29 tahun 2007 tentang pemerintahan provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia dilakukan penetapan.  Hampir semua daerah terlibat dengan hiruk-pikuk pilkada. Apalagi tensi kian meningkat sejak masa kampanye dia bulan terakhir. Dan kian memuncak sepekan masa kampanye pamungkas dengan kampanye akbar yang melibatkan massa yang banyak....

[PARA SAHABAT MENYIAPKAN DIRI 6 BULAN SEBELUM RAMADAN] 90 Hari Menuju Ramadan

  Ramadan sebagai bulan mulia dan bertabur kemuliaan dengan pahala yang dilipatgandakan, tentu menjadi peluang bagi siapa saja untuk tidak membiarkannya berlalu begitu saja. Begitu pula dengan para sahabat ra. Mereka menyiapkan diri jauh-jauh hari untuk bertemu dengan Ramadan. Bahkan saking ngebet berjumpa Ramadan dan mau gas poll beribadah juga beramal di dalamnya mereka sebagaimana disebutkan oleh ulama tabi’ tabiin Mu’alla bin Al-Fadhl telah rajin berdoa enam bulan sebelumnya. Al-Hafidz Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Kitab Lathaif Al-Ma’arif   menyebutkan satu riwayat yang menunjukan semangat menyambut Ramadan tersebut. Mua’alla bin Al-Fadhl mengatakan, “Dulu para sahabat, selama enam bulan sebelum datang Ramadan, mereka berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Kemudian, selama enam bulan sesudah ramadan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka selama bulan Ramadan.” Dalam kitab yang sama Ibnu Rajab menyebutkan salah satu contoh doa yang mereka lantu...