Sebuah pertanyaan yang pagi ini menyeruak begitu dalam dan membuncah terserak dalam diri saya. Sejak pekan lalu sampai hari ini dan pasti hari esok semarak aksi solidaritas atas tindakan tak berprikemanusiaan atas etnis Rohingya oleh militer Myanmar. Memori saya berkelebat tragedi genosida atas golongan tertentu dimasa lampau, dan seakan menemukan muara yang makin menyala saat laptop saya memutar sebuah lirik lagu lama "Latar Dunia Islam" seperti dibawah ini.
Lalu terbuat dari apakah hati kita, jika masih membeku saat kemanusiaan terkoyak ? Nyawa seakan mudah dicabut oleh siapapun tanpa haknya.
Ayo kita tunjukan solidaritas dengan cara apa saja yang kita mampu, sebagai wujud hati kita masih berada sesuai fitrahnya.
==============
Fajar merekah, kemilau kuning indah
Bersemu merah, menahan gundah
Segumpal awan, perlahan menghitam
Menguak lembaran, di bumi Islam
Penjajahan Penindasan Pembantaian dan Perkosaan
Tiada peduli, tutup mata hati
Membuka tali, laknat Ilahi
Allah dengarkanlah bisikan doa kami
Allah lindungilah semua saudara kami
Di Palestina, di Bosnia, di Chechnya, bumi kami semua
Bumi Islam, bumi muslimin
Bumi perjuangan dan keberkahan
Senja di ufuk barat, membius kelam
Gelap dan pekat, tersongsong malam
Larutkan bayangan, tiada lagi pijar
Pertanda kemenangan, diambang Fajar
Pergerakan Pembelaan Perlawanan
Tanda kebangkitan, kini tlah terbit
Kekuatan tlah bangkit
'Tuk bela saudara yang terhina dan terdera
Allah kuatkanlah iman di dada kami
Allah satukanlah semangat jiwa kami
Bekalilah kekuatan 'tuk meraih kemenangan
Yang haqiqi di sisiMu
Yang haqiqi dihadiratMu
Damai hati kami
Sejuk jiwa kami
'Pabila mengingat Janji-janji-Mu
( Album Latar Dunia Islam, Suara Persaudaraan)
08092017 07:18
#IWAN Wahyudi
#MariBerbagiMAKNA
www.iwan-wahyudi.com
www.iwan-wahyudi.net
Komentar
Posting Komentar