Langsung ke konten utama

[ UJIAN CINTA ]

Ketika Nabi Adam as dan Hawa diturunkan ke bumi mereka terpisah beberapa waktu lamanya. Dibumi yang belum ada manusia kecuali mereka berdua dan sebelumnya mereka selalu bersamaan di surga, tentunya mereka mengalami ujian cinta yang tak sederhana dan biasa saja.

Saat Ibrahim as diperintahkan menyembelih anaknya Ismail as oleh Allah SWT, padahal Ismail anak yang telah dinantikan puluhan tahun lamanya bersama Sarah sang istri. Kisah manusia-manusia pilihan penuh dengan ujian cinta yang tak biasa saja.

Ada juga kisah penulis nasional bernama Bunda Pipit Senja dan Asma Nadia, vonis dokter tentang usia yang tak berapa lama tak membuat keduanya menjadikan alasan untuk berhenti. Berhenti mencintai Rabb yang memberikan penyakit, berhenti mencintai literasi sebagai cara berbagi pada sesama hingga kini masing-masing mereka telah menulis lebih dari 50 buku. Melampaui usia prediksi dokter, bahkan karya mereka makin memperpanjang umur dari jatah usia dari-Nya.

Begitu pula halnya dengan kita semua, tak ada sebuah pernyataan tanpa di ikuti dengan perbuatan, perkataan tanpa fakta pembuktian. Keimanan tanpa godaan, cinta tanpa ujian, persahabatan tanpa rintangan.

Makin dalam dan besar rasa cinta itu, makin luar biasa pula ujian cinta yang akan menjadi kisah. Karena cinta sebuah rasa yang makin menemui puncaknya setelah melewati ujian-ujian yang kian mendekatkan

28072020
#IWANwahyudi
#InspirasiWajahNegeri
#MariBerbagiMakna
@iwanwahyudi1
@inspirasiwajahnegeri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

202 [TUTUP BUKU]

Akhirnya kita tutup serentak bersama, usai halaman terakhir dilewati hari ini. Tapi belum tentu jumlah baris dan paragraf nya sama. Ya, malam ini kita hijrah ke buku yang berbeda lagi. Sambungan dari sebelumnya.  Kita hatamkan bersama, namun beda seberapa banyak yang dapat terserap dalam kepala. Durasi yang sama tak mampu mengintervensi dan mengintimidasi agar semua sama.  Isi tinta di pena kita sama, yang berbeda jumlah karya. Walau pernah juga dalam satu antologi. Kemana hilang atau mangkraknya tinta itu tidak ada urusan. Tak mungkin dicuri orang. Kelalaian dan kemalasan yang merampasnya.  Bersyukur Alhamdulillah atas segala senyum, beristighfar tersebab khilaf, kemaksiatan dan kelalaian. Buku kemarin yang terlewati bukan fiksi.  Tutup buku itu dengan segala episodenya. Usap sesal, siapkan nyala untuk membalas semuanya. Tidak sekadar janji tanpa realisasi, retorika tanpa realita,  Titip buku itu untuk nanti diambil kembali. Bersama buku sebelumnya,...

[HIJRAH SEBUAH KEMESTIAN]

“Para muhajir telah memulainya dengan benar, suatu perpindahan yang beranjak dari kesadaran dan bukan dari kemarahan “ (KH. Rahmat Abdullah) 1437 tahun yang lalu sebuah prosesi perpindahan yang tak biasa dilakukan seorang Nabi penutup Muhammad SAW. Perpindahan meninggalkan kampung halaman tempat entah berapa abad lamanya para leluhur tinggal menetap disana. Meninggalkan tidak sedikit orang yang dicintai dan para kerabat. Sebuah gerakan dari Makkah menuju Madinah. Dari sekedar komunitas kecil di Makkah menjadi sebuah Negara dan Peradaban saat di Madinah. Prosesi ini kemudian dikenal dengan Hijrah. Tahapan perjuangan ini kemudian dijadikan sebuah tonggak penanggalan dalam Islam. Sebuah proses Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat adalah peristiwa yang sangat luar biasa, merubah wajah perjuangan, merubah sebuah metode cara melakukan dan menyebarkan kebaikan hingga semakin menyemesta tanpa kehilangan Ruh dasar keIslaman yang menjadi landasan. Hijra...

137 [MENAKUTI KETAKUTAN]

  Alhamdulillah bisa “numpang” ngopi lagi di kediaman beliau setelah 3 tahun berlalu. Saat saya jadi aktivis mahasiswa dulu, beliau sudah jadi jurnalis surat kabar pertama dan terbesar di NTB, Lombok Pos. Dua pilar demokrasi yang bersinergi. Kami mengawal kritis ala mahasiswa, beliau lewat berita. Dari sana kami lebih akrab. Tiap berkunjung tak lupa saya bawakan buah tangan buku sederhana karya saya. Beliau salah seorang yang sering saya ganggu, untuk dimintai tanggapan isi buku pertama saya dan beberapa buku kemudian. Selain jurnalis, sesekali beliau menulis panjang di laman media sosialnya. Si paling rapih menulis di buku catatan aktivisme sejak masa kuliah ini selalu ada saja ide tulisan yang menarik. Sebab latar itulah saya sering minta wejangan menulis. Berjibaku dengan gerakan mahasiswa sejak ujung era orde baru 1997-1998 yang akhirnya tumbang lewat agenda reformasi. Kemudian menekuni jurnalis dengan berita di rubrik hukum, politik dan pemerintahan tentu tak hanya memerlu...