Langsung ke konten utama

[JURUS PAMUNGKAS]

Jika ini pertarungan terakhir, keluarkan semua kemampuan dan kebolehan. Walaupun engkau tak mendapatkan kemenangan dengan mudah, minimal tak ada penyesalan dikemudian hari. 

Jika ini kesempatan terakhir. Pastikan mendapatkan semua peluang. Jika tidak semua, minimal setengah. Jika tidak setengah minimal sepertiga. Kalaupun tidak sebagian, setidaknya harus ada yang kita dapatkan. Jangan sampai keluar dengan tangan hampa, apalagi kekalahan dan kecewa di esok nanti. 

Jikapun ini pertempuran terakhir, berarti kesempatan tak pernah ada lagi. Habiskan semua energi perjuanganmu, bahkan sesuatu yang belum pernah kita lakukan sekalipun sebelumnya. Agar sejarah mencatat kita telah maksimal, lahir bathin dan segala daya upaya dalam laga terakhir. 

Jika ini usia terakhir, pastikan wasiat dan harapanmu harus yang terbaik dan diulang terus menerus. Agar terdengar, supaya yang tau ini wasiat yang benar-benar penting. Cita-cita dan harapan yang jika tak bisa kita wujudkan, ada yang lain kemudian melanjutkan. 

Jika ini malam ganjil terakhir, sepertiga malam ganjil terakhir, Ramadhan terakhir. Persembahan energi amal pamungkas, do'a paling melangit. Jika tak dapat merengkuh semua dan sempurna, setidaknya ada amal kita yang bernilai seribu bulan. 

22052020
#InspirasiWajahNegeri 
#EnergiRamadhan 
#MariBerbagiMakna 
@inspirasiwajahnegeri

Komentar

Postingan populer dari blog ini

226 [TERUSLAH BERKICAU DI DAHAN NEGERI] --- MENGENANG WS. RENDRA

  Kesadaran adalah matahari. Kesabaran adalah bumi. Keberanian menjadi cakrawala. Dan perjuangan adalah perlaksanaan kata-kata. Potongan lirik di atas saya dengar dari kaset Iwan Fals yang dibeli pada saat SMA dulu. Dari judul lagu “Paman Doblang” yang dibawakan oleh “Kantata Takwa”. Sebuah group band kolabrasi luar biasa orang-orang yang giat melakukan kritik sosial lewat seni dimasa orde baru. Terlahir dari proses interaksi kerisauan besar yang berasal dari ruang workshop Setiawan Djody. Tujuh orang personil nya, Iwan Fals (vocal), Sawung Jabo (vocal), WS Rendra (vokal pendukung), Setiawan Djody (gitar), Jockie Surjoprajogo ( keyboard ), Donny Fatah (bass) dan Innisisri (drum). Saya belakangan baru mengetahui salah satu personilnya adalah WS. Rendra seorang sastrawan. Dan “Paman Doblang” adalah salah satu sajak karyanya. Lengkap sajak yang ditulis tahun 1984 itu seperti berikut: PAMAN DOBLANG – WS Rendra Paman Doblang! Paman Doblang! Mereka masukkan kam...

123 [NIRU AFI]

  Masa SMP, saya habiskan di kampung. Suasana desa di mana depan rumah kaki gunung dan belakang rumah sawah yang membentang. Burung berkicau, ayam berkokok, kambing mengembik, sapi dan kerbau melenguh hingga anjing yang melolong pada malam hari menjadi melodi alam yang secara gratis terekam di telinga. Bila musim kemarau, siang sangat terik hingga dijuluki negeri lima matahari dan kala malam tiba dinginnya tak terkira hingga 15 derajat. Dingin macam ini menjadi tantangan bagi anak dan remaja yang sekolah pagi. Melawan suhu demikian tak mudah, apalagi mandi pagi di sumur umum tanpa air panas. Melawan dingin tak sampai di situ. Perjalanan ke sekolah jangan dibayangkan dengan angkutan umum dan mobil pribadi. Kami harus menempuh jarak berkilometer melewati beberapa desa dengan berjalan kaki atau bersepeda. Menembus kabut, menahan dingin dan memastikan tapak kaki melangkah atau mengayuh asa. Pemandangan pagi di desa biasanya ditutupi kabut atau asap, ketika matahari mulai muncul d...

Pesanan Imam As-Syafi'i Tentang Travelling

Hebatnya pesanan Imam as-Syafi'e tentang travel 🌍✈️❤️ . Merantaulah... Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Tinggalkanlah tanahair dan mengembaralah. Bermusafirlah, nescaya kamu akan mendapat ganti kepada orang yang telah kamu tinggalkan. Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang. Aku melihat air menjadi rosak kerana diam tertahan. Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, akan keruh menggenang. Singa jika tak tinggalkan sarang, tak akan dapat mangsa. Anak panah jika tak tinggalkan busur, tak akan kena sasaran. Jika matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam, tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang. Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang. Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan. Jika engkau tinggalkan tempat kelahiranmu, engkau akan temui darjat mulia di tempat yang baru dan engkau bagaikan emas yang sudah terang...