Langsung ke konten utama

[NAFAS BERHENTI BERARTI MATI]

Bernafas bagi saya bukan hanya sebuah rutinitas kerja biologis tubuh semata, tapi ia pertanda sebuah kehidupan. Sehingga jika ada yang merenggut nafas hingga tak ada lagi udara yang bertukaran silih berganti, ia sedang membunuh.

Dalam gerakan menurut Gading EA -dalam menjaga nafas gerakan- agar ia tetap hidup setidaknya memiliki tiga hal : Visi, kepemimpinan dan individu kader gerakan itu sendiri. 

Pendapat saya dalam Best Seller Inspirasi dan Spirit Menjadi Manusia Luar Biasa terutama dalam tulisan-tulisan di Bab Mengeja Masa Depan ketiga syarat menjaga nafas gerakan itu berupa : Menentukan Visi Hidup, Memiliki Visi yang Melegenda, Visi harus kreatif dan antisipatif, mengkonsolidasikan visi dan generasi visioner.

Pertanyaannya sekarang sejauh dan progresif apa proses-proses untuk menjaga nafas itu telah dilakukan agar nafas yang segar tak sekedar wacana dan mimpi dan berkenyataan? Karena semua bukan sekedar teori yang terpenting adalah aplikasi.

20042018 04:09 Kamar 1A5
#InspirasiWajahNegeri
#MariBerbagiMakna
#BESTSELLERunlimited

Komentar

Postingan populer dari blog ini

161 [ASRAMA DAN SEKOLAH KEPEMIMPINAN]

  Sepenuhnya tidak janjian jumpa berempat. Awalnya cuma dengan Sahrel Gunawan @sahrelgunawan_ mahasiswa pasca sarjana UGM yang sedang mudik liburan. Usai Jumatan Sahrel ketemu Rasdan dan Ramadhan. Akhirnya kami duduk satu meja di gerobak mie ayam samping masjid usai Jumatan. Sahrel Gunawan angkatan 2018, Rasdan dan Ramadan angkatan 2021 Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Rasdan dan Ramadan lulus September 2025 lalu. Sedang Sahrel jadi mahasiswa UGM dengan beasiswa LPDP mulai semester ganjil tahun lalu. Kami nostalgia kehidupan di Asrama Mahasiswa UTS, setidaknya perubahan sebelum dan pasca covid 19. Asrama tak bisa disamakan dengan asrama santri pondok pesantren yang ketat dengan aturan. Atau sebebas ngekos di rumah susun yang sangat longgar tanpa ada kegiatan bersama yang menyatukan. Asrama hingga menjelang covid diperuntukan untuk anak semester satu. Maunya sih semua semester, tapi fasilitas tidak selengkap UI, IPB atau kampus besar di Jawa. Apalagi UTS swasta. Pokoknya...