Langsung ke konten utama

[RINDU SELALU MENCARI CARA UNTUK BERJUMPA]

Saat berkenalan dengan orang baru yang kita idamkan atau tidak, nantinya kita senang atau gak tentu semua kita merasa gembira karena bertambah daftar nama pertemanan yang kita miliki. Perjalanan waktu kemudian akan mengantarkan kita pada banyak interaksi dengannya yang menghasilkan kenangan. Satu yang harus disadari dimana ada pertemuan pasti ada  saatnya harus berjarak.

Menjadikan waktu selama perjumpaan itu berkualitas hal yang utama, karena setiap waktu amat berharga. Tidak harus serius amat tapi punya manfaat, walau itu hanya hal yang menghibur tapi jangan keseringan nanti malah memendam rindu pada hal yang serius. Jadikan setiap kesempatan saling memberi dan berbagi makna cieee....

Tiap pertemuan akan melahirkan rasa rindu, apalagi jika waktunya nanti harus berjarak. Saya diantara orang yang yakin jika kita pernah bertemu seseorang, kelak kita akan diberikan kesempatan berjumpa lagi. Tinggal kini apa yang kita lakukan selama waktu berjarak dengannya hingga jumpa kembali nanti, salah satunya saling merindukan ( g usah disebut klo yang satu ini he...he...). Yang lainnya adalah melestarikan hal positif yang telah hadir akibat interaksi perkenalan tersebut. Jika sudah begini maka akan selalu ada cara untuk berjumpa lagi. 

Seperti kalian yang baca ini tentu sekecil apapun dihati kalian mau jumpa saya atau mau jumpa lagi kan? :-)

30012019 05:48 Kamar 1A5
@30haribercerita 
#30haribercerita #30hbc19 #30hbc1930 #30hbcsampaijumpa #30hbc1930sampaijumpa 
#IWANwahyudi 
#MariBerbagiMakna 
#InspirasiWajahNegeri 
#reHATIwan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

202 [TUTUP BUKU]

Akhirnya kita tutup serentak bersama, usai halaman terakhir dilewati hari ini. Tapi belum tentu jumlah baris dan paragraf nya sama. Ya, malam ini kita hijrah ke buku yang berbeda lagi. Sambungan dari sebelumnya.  Kita hatamkan bersama, namun beda seberapa banyak yang dapat terserap dalam kepala. Durasi yang sama tak mampu mengintervensi dan mengintimidasi agar semua sama.  Isi tinta di pena kita sama, yang berbeda jumlah karya. Walau pernah juga dalam satu antologi. Kemana hilang atau mangkraknya tinta itu tidak ada urusan. Tak mungkin dicuri orang. Kelalaian dan kemalasan yang merampasnya.  Bersyukur Alhamdulillah atas segala senyum, beristighfar tersebab khilaf, kemaksiatan dan kelalaian. Buku kemarin yang terlewati bukan fiksi.  Tutup buku itu dengan segala episodenya. Usap sesal, siapkan nyala untuk membalas semuanya. Tidak sekadar janji tanpa realisasi, retorika tanpa realita,  Titip buku itu untuk nanti diambil kembali. Bersama buku sebelumnya,...

[HIJRAH SEBUAH KEMESTIAN]

“Para muhajir telah memulainya dengan benar, suatu perpindahan yang beranjak dari kesadaran dan bukan dari kemarahan “ (KH. Rahmat Abdullah) 1437 tahun yang lalu sebuah prosesi perpindahan yang tak biasa dilakukan seorang Nabi penutup Muhammad SAW. Perpindahan meninggalkan kampung halaman tempat entah berapa abad lamanya para leluhur tinggal menetap disana. Meninggalkan tidak sedikit orang yang dicintai dan para kerabat. Sebuah gerakan dari Makkah menuju Madinah. Dari sekedar komunitas kecil di Makkah menjadi sebuah Negara dan Peradaban saat di Madinah. Prosesi ini kemudian dikenal dengan Hijrah. Tahapan perjuangan ini kemudian dijadikan sebuah tonggak penanggalan dalam Islam. Sebuah proses Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat adalah peristiwa yang sangat luar biasa, merubah wajah perjuangan, merubah sebuah metode cara melakukan dan menyebarkan kebaikan hingga semakin menyemesta tanpa kehilangan Ruh dasar keIslaman yang menjadi landasan. Hijra...

137 [MENAKUTI KETAKUTAN]

  Alhamdulillah bisa “numpang” ngopi lagi di kediaman beliau setelah 3 tahun berlalu. Saat saya jadi aktivis mahasiswa dulu, beliau sudah jadi jurnalis surat kabar pertama dan terbesar di NTB, Lombok Pos. Dua pilar demokrasi yang bersinergi. Kami mengawal kritis ala mahasiswa, beliau lewat berita. Dari sana kami lebih akrab. Tiap berkunjung tak lupa saya bawakan buah tangan buku sederhana karya saya. Beliau salah seorang yang sering saya ganggu, untuk dimintai tanggapan isi buku pertama saya dan beberapa buku kemudian. Selain jurnalis, sesekali beliau menulis panjang di laman media sosialnya. Si paling rapih menulis di buku catatan aktivisme sejak masa kuliah ini selalu ada saja ide tulisan yang menarik. Sebab latar itulah saya sering minta wejangan menulis. Berjibaku dengan gerakan mahasiswa sejak ujung era orde baru 1997-1998 yang akhirnya tumbang lewat agenda reformasi. Kemudian menekuni jurnalis dengan berita di rubrik hukum, politik dan pemerintahan tentu tak hanya memerlu...