Langsung ke konten utama

[RAHASIA MASA DEPAN]


Kemarin sesuatu yang telah terjadi dan pasti, sekarang segala yang diupayakan dan esok adalah rahasia yang diimpikan.

Masa depan tak ada seorangpun yang tau, sehebat apapun ia. Memastikan masa depan bukan wilayah dan kewenangan manusia. Itulah kelemahan yang menunjukan manusia tak berdaya dihadapan Tuhan yang mengatur segala-galanya dijagad ini dan Maha Tau Segala yang akan terjadi.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk masa depan? Merencanakan dan mengusahakannya. Diawali dengan sebuah impian dan harapan seperti apa lembaran masa depan itu terlukis dalam imajinasi masing-masing. Kemudian agar itu tak hanya menjadi isi kepala semata, detailkan dalam perencanaan. Siapa yang gagal merencanakan sesuatu, sama halnya ia sedang merencanakan kegagalan, begitu ungkapan yang sering kita dengar.

Agar semua tak terhenti hanya dalam lembar kertas perencanaan, mulailah mewujudkannya dalam alam nyata. Segala sesuatu harus dimulai dengan langkah pertama yang membukan start dari sebuah ikhtiar. Lalu apa yang perlu dilengkapi agar Imajinasi impian, perencanaan dan ikhtiar itu bisa sampai pada hasil yang masih menjadi rahasia masa depan? Do'a, karena ia yang menyambung harapan hamba pada rahasia masa depan yang menjadi kekuasaan Allah SWT.

" Tidak ada yang tau rahasia masa depan, tugas kita memaksimalkan ikhtiar dengan apa yang bisa kita lakukan hari ini " (DR. Andy Tirta @tirta78 - Rektor Universitas Teknologi Sumbawa)

@30haribercerita 
#30haribercerita 
#30hbc2025 
#IWANWahyudi 
#MariBerbagiMakna 
#InspirasiWajahNegeri #reHATIwan 
@iwanwahyudi1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

202 [TUTUP BUKU]

Akhirnya kita tutup serentak bersama, usai halaman terakhir dilewati hari ini. Tapi belum tentu jumlah baris dan paragraf nya sama. Ya, malam ini kita hijrah ke buku yang berbeda lagi. Sambungan dari sebelumnya.  Kita hatamkan bersama, namun beda seberapa banyak yang dapat terserap dalam kepala. Durasi yang sama tak mampu mengintervensi dan mengintimidasi agar semua sama.  Isi tinta di pena kita sama, yang berbeda jumlah karya. Walau pernah juga dalam satu antologi. Kemana hilang atau mangkraknya tinta itu tidak ada urusan. Tak mungkin dicuri orang. Kelalaian dan kemalasan yang merampasnya.  Bersyukur Alhamdulillah atas segala senyum, beristighfar tersebab khilaf, kemaksiatan dan kelalaian. Buku kemarin yang terlewati bukan fiksi.  Tutup buku itu dengan segala episodenya. Usap sesal, siapkan nyala untuk membalas semuanya. Tidak sekadar janji tanpa realisasi, retorika tanpa realita,  Titip buku itu untuk nanti diambil kembali. Bersama buku sebelumnya,...

[HIJRAH SEBUAH KEMESTIAN]

“Para muhajir telah memulainya dengan benar, suatu perpindahan yang beranjak dari kesadaran dan bukan dari kemarahan “ (KH. Rahmat Abdullah) 1437 tahun yang lalu sebuah prosesi perpindahan yang tak biasa dilakukan seorang Nabi penutup Muhammad SAW. Perpindahan meninggalkan kampung halaman tempat entah berapa abad lamanya para leluhur tinggal menetap disana. Meninggalkan tidak sedikit orang yang dicintai dan para kerabat. Sebuah gerakan dari Makkah menuju Madinah. Dari sekedar komunitas kecil di Makkah menjadi sebuah Negara dan Peradaban saat di Madinah. Prosesi ini kemudian dikenal dengan Hijrah. Tahapan perjuangan ini kemudian dijadikan sebuah tonggak penanggalan dalam Islam. Sebuah proses Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat adalah peristiwa yang sangat luar biasa, merubah wajah perjuangan, merubah sebuah metode cara melakukan dan menyebarkan kebaikan hingga semakin menyemesta tanpa kehilangan Ruh dasar keIslaman yang menjadi landasan. Hijra...

137 [MENAKUTI KETAKUTAN]

  Alhamdulillah bisa “numpang” ngopi lagi di kediaman beliau setelah 3 tahun berlalu. Saat saya jadi aktivis mahasiswa dulu, beliau sudah jadi jurnalis surat kabar pertama dan terbesar di NTB, Lombok Pos. Dua pilar demokrasi yang bersinergi. Kami mengawal kritis ala mahasiswa, beliau lewat berita. Dari sana kami lebih akrab. Tiap berkunjung tak lupa saya bawakan buah tangan buku sederhana karya saya. Beliau salah seorang yang sering saya ganggu, untuk dimintai tanggapan isi buku pertama saya dan beberapa buku kemudian. Selain jurnalis, sesekali beliau menulis panjang di laman media sosialnya. Si paling rapih menulis di buku catatan aktivisme sejak masa kuliah ini selalu ada saja ide tulisan yang menarik. Sebab latar itulah saya sering minta wejangan menulis. Berjibaku dengan gerakan mahasiswa sejak ujung era orde baru 1997-1998 yang akhirnya tumbang lewat agenda reformasi. Kemudian menekuni jurnalis dengan berita di rubrik hukum, politik dan pemerintahan tentu tak hanya memerlu...