Langsung ke konten utama

[Orang Daerah, Tak Kenal Sejarah Daerahnya]

 


Tahun 2018 atau 2019 saya diminta mengisi materi DM2 KAMMI. Saya mendapat undangan menyampaikan materi sekitar sejarah perkembangan Islam di Indonesia.

Setelah memaparkan materi yang berat itu he... he.... Sebelum sesi tanya jawab, saya bertanya nama, asal kampus dan daerah asal masing-masing peserta. Usai itu sebuah pertanyaan saya lontarkan, "Kapan (tahun atau abad ke berapa) Islam masuk ke Aceh?" pada mahasiswa yang berasal dari Aceh. Hal serupa saya tanyakan pada yang lain, "Kapan Islam masuk ke daerah kalian?". Saat itu ada yang berasal dari Jawa, Kalimantan Utara, Sumbawa dan Bima.

Bisa ditebak mereka bingung dan asal menjawab sekenanya saja. Yah, begitulah kondisinya. Sejarah peradaban dunia dan nasional banyak dilahap, saat sejarah daerah asal atau daerah kita berdomisili rada buta.

Syukur saat saya SMP mulai ada pelajaran Muatan Lokal. Salah satunya Muatan Lokal Sejarah Bima. Walau masih belum ada referensi, guru memberikan sedikit wawasan terkait sejarah Bima yang sangat umum.

Saya berdomisli di Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram lebih dari 5 tahun. Mulai dari Kodya Asri Jempong Baru hingga Jalan Kapuas Perumnas Tanjung Karang. Sebelumnya sering nongkrong di sekretariat KAMMI di Jl. Swasembada, Jl. Swadaya dan Jl. Swakarya Kekalik. Semuanya masuk Kecamatan Sekarbela.

Sekarbela yang saya perhatikan. Selain memang identik dengan pusat pengerajin mutiara, juga kental sebagai pusat keislaman karena ada beberapa pondok pesantren. Setahun terakhir baru mengetahui ada salah satu masjid tertua di Mataram. Masjid Bengaq sebutan yang terkenal di kalangan masyarakat atau namanya Masjid Al-Raisiyah. Masjid ini berdiri pada awal abad ke-17. Tepatnya sekitar tahun 1025 H atau 1603 M tak lama setelah Wali Padang Reak tiba di Sekarbela.

Salah satu faktor sejarah lokal kurang membumi adalah referensi yang kurang. Kebanyakan bersumber dari tradisi lisan bercerita, yang lambat laun para pelaku berusia lanjut dan banyak yang meninggal. Buku-buku yang mendokumentasikan hal itu amat terbatas. Jika ada sudah tidak terbit atau dicetak kembali.

Jika urusan seperti ini dan butuh anggaran agak besar seharusnya menjadi salah satu konsen pemerintah daerah. Susah jika alami dibebankan ke penulis, yang kantongnya juga terbatas.

Saat Bang Yan Abdurrohman Alfaraya memposting buku "Mengenal Sekarbela Lebih Dekat" di FBnya empat hari yang lalu. Tanpa panjang pikir langsung saya tanya di mana beli buku itu. Tapi agak tidak nyambung, "Saya baru dapat mulai baca", jawabnya.

Akhirnya saya ingat-ingat pernah lihat buku ini. Benar di Toko Buku Airlangga. Tepatnya lantai 2. Rak buku politik dan budaya sebelah Utara. Berdekatan dengan beberapa buku tentang Bima. Tak tunggu lama, saya meluncur dan dapat buku ini cuma seharga Rp65.000,-


Cordova Street, 20042026
#reHATIwanInspiring

Komentar

Postingan populer dari blog ini

151 [KUAT BERSAMA-NYA]

  Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat tersungkur itu? Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan, tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti. Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat. “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah) Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan sema...

152 [Iblis Menyesatkan Manusia dengan Kejahatan yang Terasa Indah]

  Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.” (QS.Al-Hijr: 39-40) Iblis sudah mendeklarasikan dirinya akan menggoda dan menyesatkan keturunan Adam as. Bahkan telah meminta garansi waktu upaya penyesatan itu dalam jangka panjang hingga hari kiamat. Manusia sebenarnya harus sadar, bahwa pernyataan perang Iblis itu bukan main-main dan dianggap sepele. Mereka akan menggunakan segala sumberdaya dan cara. Mode nampak bahkan jalur kasat mata. Rayuan Iblis selalu menggoda, memoles kejahatan dalam rupa yang indah, memuaskan nafsu, menghadirkan kegembiraan semu bila disadari. Melawan perang yang tak sebanding dengan makhluk satu ini tentu akan membuat kewalahan. Namun, ada satu senjata yang ditakuti mereka. Menjadi hamba-hamba Allah swt yang ikhlas. Cordova StreetA...

148 [JUNI EMPAT PRESIDEN]

  Saya pada awalnya sama dengan kebanyakan orang lainnya, hanya melabeli bulan Juni sebagai bulang Bung Karno. Sebabnya jelas, Presiden pertama RI itu lahir, wafat dan berpidato tentang Pancasila pada bulan Juni. Ternyata kemudian baru sadar tiga Presiden lainnya juga lahir pada bulan Juni. Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Ia menjabat Presiden sejak 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967. Si Bung Besar berpidato tentang Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Ia wafat pada usia 69 tahun di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tanggal 21 Juni 1970. Presiden paling lama menjabat tak lain adalah Jenderal Besar Soeharto. Ia menjabat sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Lahir di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Presiden kedua RI ini tutup usia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie, men...