Langsung ke konten utama

33 [HIKMAH ADANYA MALAM]

 


"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal." (QS. Ali Imran: 190)

Ada siang dan malam diciptakan sedemikian rupa dan memiliki waktu pergantian yang seimbang bukan sebuah kebetulan atau tanpa maksud.

Jika hidup tanpa malam, bayangkan bumi akan merasakan panas matahari sepanjang waktu. Manusia akan beraktivitas tanpa istirahat dengan porsi yang dibutuhkan tubuh. Hiruk pikuk kehidupan, tanpa jeda dengan suara bising terus menerus.


Malam diciptakan sebagai waktu istirahat bagi semua anggota tubuh setelah seharian beraktivitas fisik. Istirahat dengan suasana gelap dan sunyi akan terasa nyaman dan tenang. Kita juga akan mengetahui kode fisik bila kekurangan istirahat sebagaimana mestinya.

Malam waktu kembali ke rumah, bertemu dan bercengkrama dengan keluarga dan orang tercinta. Setelah seharian terpisah dan sibuk dengan kegiatan dan rutinitas masing-masing. Ruang yang seharusnya tetap ada.

Dengan adanya malam mempermudah manusia melakukan perhitungan terhadap pergantian waktu, hari, bulan dan tahun. Hingga mengetahui pergantian musim  dan mempersiapkan segala kemungkinan yang dibutuhkan menghadapi musim tersebut.

Malam menyediakan ruang sunyi untuk beribadah secara lebih khusyuk. Menelisik getaran hati dan menyadarkan jiwa sebagai hamba dihadapan Sang Maha Kuasa.

Malam, fenomena semesta sebagai tanda kebesaran Allah swt. Memancing rasa penasaran dan kekritisan akal untuk berfikir apa sebenarnya pesan yang tersembunyi dari-Nya.

"Malam menyediakan ruang syahdu berdialog lebih dalam dengan hati, pikiran dan diri."

2 Februari 2026

#bersAMALam #reHATIwanInspiring #reHATIwan
@rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

202 [TUTUP BUKU]

Akhirnya kita tutup serentak bersama, usai halaman terakhir dilewati hari ini. Tapi belum tentu jumlah baris dan paragraf nya sama. Ya, malam ini kita hijrah ke buku yang berbeda lagi. Sambungan dari sebelumnya.  Kita hatamkan bersama, namun beda seberapa banyak yang dapat terserap dalam kepala. Durasi yang sama tak mampu mengintervensi dan mengintimidasi agar semua sama.  Isi tinta di pena kita sama, yang berbeda jumlah karya. Walau pernah juga dalam satu antologi. Kemana hilang atau mangkraknya tinta itu tidak ada urusan. Tak mungkin dicuri orang. Kelalaian dan kemalasan yang merampasnya.  Bersyukur Alhamdulillah atas segala senyum, beristighfar tersebab khilaf, kemaksiatan dan kelalaian. Buku kemarin yang terlewati bukan fiksi.  Tutup buku itu dengan segala episodenya. Usap sesal, siapkan nyala untuk membalas semuanya. Tidak sekadar janji tanpa realisasi, retorika tanpa realita,  Titip buku itu untuk nanti diambil kembali. Bersama buku sebelumnya,...

[HIJRAH SEBUAH KEMESTIAN]

“Para muhajir telah memulainya dengan benar, suatu perpindahan yang beranjak dari kesadaran dan bukan dari kemarahan “ (KH. Rahmat Abdullah) 1437 tahun yang lalu sebuah prosesi perpindahan yang tak biasa dilakukan seorang Nabi penutup Muhammad SAW. Perpindahan meninggalkan kampung halaman tempat entah berapa abad lamanya para leluhur tinggal menetap disana. Meninggalkan tidak sedikit orang yang dicintai dan para kerabat. Sebuah gerakan dari Makkah menuju Madinah. Dari sekedar komunitas kecil di Makkah menjadi sebuah Negara dan Peradaban saat di Madinah. Prosesi ini kemudian dikenal dengan Hijrah. Tahapan perjuangan ini kemudian dijadikan sebuah tonggak penanggalan dalam Islam. Sebuah proses Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabat adalah peristiwa yang sangat luar biasa, merubah wajah perjuangan, merubah sebuah metode cara melakukan dan menyebarkan kebaikan hingga semakin menyemesta tanpa kehilangan Ruh dasar keIslaman yang menjadi landasan. Hijra...

137 [MENAKUTI KETAKUTAN]

  Alhamdulillah bisa “numpang” ngopi lagi di kediaman beliau setelah 3 tahun berlalu. Saat saya jadi aktivis mahasiswa dulu, beliau sudah jadi jurnalis surat kabar pertama dan terbesar di NTB, Lombok Pos. Dua pilar demokrasi yang bersinergi. Kami mengawal kritis ala mahasiswa, beliau lewat berita. Dari sana kami lebih akrab. Tiap berkunjung tak lupa saya bawakan buah tangan buku sederhana karya saya. Beliau salah seorang yang sering saya ganggu, untuk dimintai tanggapan isi buku pertama saya dan beberapa buku kemudian. Selain jurnalis, sesekali beliau menulis panjang di laman media sosialnya. Si paling rapih menulis di buku catatan aktivisme sejak masa kuliah ini selalu ada saja ide tulisan yang menarik. Sebab latar itulah saya sering minta wejangan menulis. Berjibaku dengan gerakan mahasiswa sejak ujung era orde baru 1997-1998 yang akhirnya tumbang lewat agenda reformasi. Kemudian menekuni jurnalis dengan berita di rubrik hukum, politik dan pemerintahan tentu tak hanya memerlu...