"Sesungguhnya
dalam penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang terdapat
tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal."
(QS. Ali Imran: 190)
Ada siang dan malam diciptakan sedemikian rupa dan memiliki waktu pergantian yang seimbang bukan sebuah kebetulan atau tanpa maksud.
Jika hidup tanpa malam, bayangkan bumi akan merasakan panas matahari sepanjang waktu. Manusia akan beraktivitas tanpa istirahat dengan porsi yang dibutuhkan tubuh. Hiruk pikuk kehidupan, tanpa jeda dengan suara bising terus menerus.
Malam diciptakan sebagai waktu istirahat bagi semua
anggota tubuh setelah seharian beraktivitas fisik. Istirahat dengan suasana
gelap dan sunyi akan terasa nyaman dan tenang. Kita juga akan mengetahui kode
fisik bila kekurangan istirahat sebagaimana mestinya.
Malam waktu kembali ke rumah, bertemu dan bercengkrama dengan keluarga dan orang tercinta. Setelah seharian terpisah dan sibuk dengan kegiatan dan rutinitas masing-masing. Ruang yang seharusnya tetap ada.
Dengan adanya malam
mempermudah manusia melakukan perhitungan terhadap pergantian waktu, hari,
bulan dan tahun. Hingga mengetahui pergantian musim dan mempersiapkan segala kemungkinan yang
dibutuhkan menghadapi musim tersebut.
Malam menyediakan ruang
sunyi untuk beribadah secara lebih khusyuk. Menelisik getaran hati dan
menyadarkan jiwa sebagai hamba dihadapan Sang Maha Kuasa.
Malam, fenomena semesta
sebagai tanda kebesaran Allah swt. Memancing rasa penasaran dan kekritisan akal
untuk berfikir apa sebenarnya pesan yang tersembunyi dari-Nya.
"Malam menyediakan
ruang syahdu berdialog lebih dalam dengan hati, pikiran dan diri."
2 Februari 2026
@rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar