Langsung ke konten utama

SALAM PAGI 182

 


Assalamu’alaikum Pagi

Masih ingat kapan terakhir kali membuka dan membaca Al-Qur’an? Semalam saat Yasinan, sepekan lalu waktu tunggu azan shalat Jum’at, bulan kemarin ketika tahlilan tetangga, setahun lalu pas bulan Ramadan, atau waktu kecil saat ngaji antara Maghrib dan Isya di TPA/TPQ.

Jika ditanya apa alasan selama itu kurang berinteraksi dengan Al-Qur’an? Kebanyakan pastinya sibuk, tidak ada waktu. Berapa lama waktu yang terpakai membuka media sosial dan membacanya diluar keperluan pekerjaan? Yang tidak penting-penting amat. 15 menit, 30 menit atau berjam-jam lamanya.

Membaca surah Yasin membutuhkan waktu sekitar 20-25 menit, bagi yang sudah hafal bisa lebih cepat. Selasai shalat, duduk sejenak. Buka aplikasi Al-Qur’an, baca satu dua ayat dan terjemahannya, tidak habis waktu 5 menit. Sambil berperjalanan menuju tempat kerja, joging atau kegiatan lain, pasang headset dan putar murotal. Tidak membutuhkan waktu tambahan bukan?

Saya sambil mengetik tulisan ini biasanya mendengarkan ceramah di youtube yang pastinya mengutip ayat Al-Qur’an, atau memutar murotal Al-Qur’an. Sederhana dan mudah, selalu ada jalan dan cara agar bisa berinteraksi harian dengan Al-Qur’an.

Yuuk… pagi ini sebelum beranjak keluar rumah sempatkan membaca atau mendengarkan ayat Al-Qur’an berapa saja jumlahnya. Hal itu sebenarnya akan membuat diri lebih bahagia karena telah membaca sesuatu yang mulia dan mendatangkan kemuliaan pada hari-hari kita.

Sesungguhnya Al-Qur’an ini adalah bacaan yang sangat mulia.” (QS. Al-Waqi’ah:77)


#HappyDay 009 #AssalamualikumPagi #reHATIwan #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Bahagia  #Alquran #Pagi #Mengaji #Membaca #Mendengar #Murotal @inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

26 [PERPUSTAKAAN] Gerimis

  Pekan lalu saya berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB. Diterima hangat langsung oleh salah satu pustakawannya, H. Arsy Nyakin. Dua tahun lagi pensiun setelah pengabdian sejak awal pengangkatan di Perpustakaan ini. Dedikasi yang sangat luar biasa. Banyak hal yang kami diskusikan tentang perbukuan dan perpustakaan.   “Your library is your portrait. Perpustakaan Anda adalah potret Anda” (Holbrook Jackson. Wartawan, penulis dan penerbit dari Britania Raya,1874 - 1948).   Buku-buku di rumah anda adalah salah satu etalase yang menggambarkan diri anda. Wajar bila banyak yang menebak karakter anda sesuai dengan buku apa yang anda minati. Tak salah buku apa yang anda baca akan mempengaruhi cara anda bertutur dan bagaimana anda berperilaku.   "Perpustakaan yang buruk membangun koleksi, perpustakaan yang baik membangun layanan, perpustakaan yang hebat membangun komunitas." (R. David Lankes, ilmuwan Perpustakaan Amerika).   Tersadar bahwa koleksi buk...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...