Langsung ke konten utama

[SALAM PAGI 164 : BERMIMPILAH DAN LEKAS BANGUN]

 


Assalamu'alaikum Pagi

“Bila malam berselimut mimpi, maka pagi adalah waktu mendekap nyata semua mimpi-mimpi itu”

Mereka yang tak memiliki mimpi seperti malam yang hampa tak pernah berujung dengan terbitnya mentari. Mereka yang memiliki angan-angan akan menjadikannya salah satu dorongan untuk meraihnya. Siapa yang punya cita-cita, dialah yang hidup juga perjalananya punya tujuan.

Selama mimpi itu masuk akal dan tidak melanggar kaidah sebagai seorang manusia –seperti tidak ingin menjadi nabi atau bahkan tuhan- , pasti memiliki peluang untuk memeluknya dalam dunia nyata. Sebesar dan sesulit apapun itu.

Carilah dari apa yang dianugerahkan Allah untuk meraih kehidupan akhirat dan jangan kamu lupa bagianmu dari kehidupan dunia” (QS.Al-Qashsh:77)

Allah swt Tuhan Yang Maha Esa saja memerintahkan untuk bermimpi dan mendekap hak-hak manusia kita di dunia ini bukan?

Penyakit para pemimpi yang merusak adalah ingin terus bermimpi hingga memperpanjang waktu tidurnya yang penuh kemalasan dan bangun berharap simsalabim semua akan terwujud. Mustahil.

Hasan Al-Banna mengatakan, “Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”. Artinya jika masih terus terlelap dalam tidur sedang waktu telah bersenyawa dengan pagi, maka kita termasuk manusia masa lalu yang terpinggir diwaktu masa kini apalagi akan datang.


#AssalamualaikumPagi #InspirasiWajahNegeri #reHATIwan
@rehatiwan @inspirasiwajahnegeri @iwanwahyudi1 @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[JADILAH TELAGA]

Saya mengenal telaga sebagai sumur yang digali disawah tempat petani mengambil air menyirami tanaman-tanamannya. Selain tanaman kadang juga air telaga digunakan untuk minum bintang ternak. Pada umumnya (di kampung saya Bima NTB) telaga ada yang berair keruh dan jernih. Telaga jernih juga biasa diminum oleh petani.  Walaupun definisi telaga dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) cukup banyak, tapi saya memaknainya dengan apa yang saya lihat dan penamaan masyarakat Bima terhadap sumur di sawah. Karena jika kata telaga itu diucap maka memori dikepala saya akan tersambung pada hal itu.  Telaga kini sudah kian langka terganti dengan sumur bor yang dapat mencari mata air jauh lebih dalam dan besar. Dan tentu mengambil air nya sudah menggunakan mesin air diesel. Dulu biasanya menggunakan timba atau tempat yang terbuat dari seng/kaleng dengan dipikul turun naik tangga kedalam telaga.  Telaga bersumber dari mata air yang ada disaw...

26 [PERPUSTAKAAN] Gerimis

  Pekan lalu saya berkunjung ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi NTB. Diterima hangat langsung oleh salah satu pustakawannya, H. Arsy Nyakin. Dua tahun lagi pensiun setelah pengabdian sejak awal pengangkatan di Perpustakaan ini. Dedikasi yang sangat luar biasa. Banyak hal yang kami diskusikan tentang perbukuan dan perpustakaan.   “Your library is your portrait. Perpustakaan Anda adalah potret Anda” (Holbrook Jackson. Wartawan, penulis dan penerbit dari Britania Raya,1874 - 1948).   Buku-buku di rumah anda adalah salah satu etalase yang menggambarkan diri anda. Wajar bila banyak yang menebak karakter anda sesuai dengan buku apa yang anda minati. Tak salah buku apa yang anda baca akan mempengaruhi cara anda bertutur dan bagaimana anda berperilaku.   "Perpustakaan yang buruk membangun koleksi, perpustakaan yang baik membangun layanan, perpustakaan yang hebat membangun komunitas." (R. David Lankes, ilmuwan Perpustakaan Amerika).   Tersadar bahwa koleksi buk...

[KESANTUNAN HARMONI ALAM]

Bentang alam yang luas tak kering menjadi mata air pembelajaran, semesta yang membentang tak lelah selalu memberikan hentakan-hentakan kesadaran betapa keanekaragaman yang begitu berwarna adalah sebuah harmoni yang tak saling meniadakan komponen-komponen didalamnya. Semakin tak terhitungnya oleh kita jumlah kebhinekaan jagad raya ini, mereka selalu dinamis tanpa riuh gemuruh yang membisingkan kehidupan sesamanya. Awan hitam tak meniadakan matahari, rintik hujan tidak menghilangkan awan mendung, indah pelangi tak menafikan rintik hujan dan cahaya mentari, warna-warna pelangi tak satupun menindis menutupi salah satunya. Kita tak jarang hanya terjebak sekedar kesadaran indrawi. Kesadaran akibat sensasi Indra yang tentu sangat terbatas.  Saatnya kita belajar untuk menembus dan menghadirkan kesadaran jiwa dan keinsyafan hati yang lebih dalam dan tak terbatas. Saat melihat indah pelangi saksikan pula rangkaian peristiwa alam yang begitu santun dan harmoni telah mengantarkan p...