Langsung ke konten utama

[PELIHARA PERSAHABATAN]

"Andai bukan karena bangun di waktu sahur, dan berteman dengan orang-orang baik, niscaya aku tidak mau memilih tinggal di dunia ini. " (Imam Syafi'i rahimahullah) 

Mungkin anda sama dengan saya akan bingung dan tidak langsung mengerti dengan perkataan Imam Syafi'i di atas. Tapi tentu ada sebuah keistimewaan atas pertemanan dengan orang baik sehingga beliau mensejajarkannya dengan bangun di waktu sahur. Terlebih alasan tetap tinggal di dunia. 

Apalagi hari-hari ini rasa persahabatan kian kering makna dan keasliannya. Ada sahabat yang tulus, dengan ketulusannya sama-sama menyimpang atau menyeret pada penyimpangan. Sama-sama tulus bermaksiat dan menipu Allah SWT. 

Atau persahabatan hanya formalitas lahiriyah. Bertemu ketika punya kepentingan sesaat. Datang ketika butuh, hilang saat diperlukan. Tak ada kesetiaan. Tak ada saling memberi manfaat, hanya asas memanfaatkan semata. 

Selalu mengunjungi tanpa harus dikunjungi dahulu. Menawarkan bantuan tanpa atau sebelum diminta. Menempatkan persahabatan satu paket dengan cinta pada-Nya. 

Mari menata ulang cara kita bersahabat dan cara kita menjadi sahabat bagi orang lain. Kemudian peliharalah yang demikian itu. 

Rumah Merpati 22
24012022 23:19
#30HariBercerita #30hbc2225 #InspirasiWajahNegeri #reHATIwan #MariBerbagiMAKNA #BindandSpeardLOVE
@30haribercerita @inspirasiwajahnegeri @iwanwahyudi1 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[TAK CUKUP COPY, PASTE DAN SHARE JUGA] #NulisRabilulAwal

  Hidup tak sekadar puas dengan kopi ( copy ), tapi lipat gandakan kebahagiaan juga kebaikan dengan paste (tempel) dan share (berbagi) hal itu ke banyak tempat, orang dan waktu.   Ada kesenangan yang cuma dipendam dalam diri sendiri saja, padahal bisa dibagi tanpa mengurangi. Ada kebahagiaan sekecil apa itu rupanya yang tak boleh berhenti pada diri saja, perlu dilanjutkan kemana-mana. Banyak kebaikan yang kadang sepele, hanya puas untuk "aku" saja. Padahal bisa digandakan tak hingga.   Jika memasak dan aromanya hingga masuk rumah tetangga, Rasulullah saw. meminta kita melebihkan kuahnya untuk dirasakan tetangga tersebut.   Saat hati patah dan hidup penuh duri sana sini. Kenapa kita perlu senyum saat berjumpa sesama? . Maknai senyum sebagai cara praktis dan gratis bersedekah saat di uji kegagalan dan diterpa kekurangan. Sebagaimana Rasulullah saw. Bilang, senyum pada saudaramu itu sedekah.   Ah itu nampak terlalu mencari validasi atau pencitraan dalam kacamata ...

[JEDALAH, DENGARKAN AZAN!] #NulisRabiulAwal

  “Azan bukan sekadar seruan penanda waktu salat, setelah terdengar dibiarkan berlalu. Atau terkerdilkan sebatas alarm penanda, dimatikan kemudian aktivitas dilanjutkan.” Salah satu hikmah waktu shalat lima kali sehari, di lima waktu tersebut kita perlujeda sejenak dari beragam aktivitas duniawi. Manusia bukan robot tanpa istirahat, jiwa dan raga bukan benda mati tak perlu jeda sejenak. Salah satu hal terindah adalah dapat menjawab suara azan. Bukan semata menjawab dengan mendirikan shalat yang bisa saja setelah panggilan itu berlalu beberapa waktu. Bahkan penanda jam istirahat dari rutinitas. Tapi, benar-benar menjawab azan itu dengan kalimat yang sama dengan yang terucap oleh muazin saat itu. Siapa yang menjawab panggilan azan seperti seruan muazin dari dalam hatinya, maka akan masuk surga (HR. Muslim, Abu Daud). Umar bin Khatab ra. menyampaikan sabda Rasulullah saw. itu. Siapa di antara kita yang membuang begitu saja tiket ke surga? Dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. menyampaikan sab...

01 [MASJID AGUNG NURUL HUDA SUMBAWA]

Salah satu Masjid yang menjadi pusat keIslaman di Sumbawa Nusa Tenggara Barat adalah Masjid Agung Nurul Huda dipusat Kota Sumbawa. Bagi saya pribadi, pertama kali ke sini saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2004 silam. Kemudian kembali bersua saat bulan Mei 2017, selanjutnya Agustus 2017 saya lebih intens dan sering ke Masjid ini dan sempat mengukuti berbagai kegiatan keIslaman yang disajikan. Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa ini sangat memiliki peran strategis dalam penyebaran Islam diSumbawa. Menelisik sejarah dari berbagai sumber terungkap fakta bahwa masjid yang bersebelahan dengan Istana Kesultanan Sumbawa, Istana Tua “Dalam Loka” merupakan  Masjid Kesultanan Sumbawa. Masjid ini berdiri sejak tahun 1648 silam dan telah mengalami beberapa kali pemugaran.  Pada masa Sultan Dewa Mas Pamayam yang juga disebut Mas Cini (1648-1668) Telah ada masjid dilingkungan istana walau masih relatif sederhana bagunannya. Pada tahun 1931 masjid mengalami rehab kecil. Pada masa bu...