Langsung ke konten utama

[MENGHARGAI KAUM TUA]


“ Seseorang yang panjang umurnya, berarti berkurang kekuatan fisiknya, namun bertambah kekuatan pikirannya.” (Ahli Hikmah)

Tak jarang kita menganggap orang tua secara biologis sebagai kelompok yang ketinggalan jaman, kolot, terbelakang dan kuno apalagi jika mereka tidak melek teknologi sebagaimana yang terjadi pada generasi milenial saat ini. Anggapan itu tak jarang melahirkan sikap tidak membutuhkan dan menghargai, tidak menghormati dan menempatkannya sesuai dengan porsi.

Penggolongan orang berdasarkan usia biologis bukan untuk mengkerdilkan satu dengan lainnya, meniadakan peran sebagian atas bagian lainnya. Ada kekhasan dan keistimewaan orang tua (terdahulu) yang sepanjang masa tak bisa dilampaui oleh kaum muda. Pengalaman.

Ada perkataan ahli hikmah dahulu sebagai berikut, “ Peganglah perkataan orang-orang tua. Meski mereka mungkin kehilangan tingkat kecerdasannya karena usianya, namun mata mereka sudah banyak melahap ragam peristiwa dengan berbagai sudut pandang dan pelajaran. Juga, telinga mereka telah menerima informasi lebih banyak dari orang lain.

Kaum tua selalu ada dengan modal pengalaman dan cara memandang yang utuh dan menyeluruh, di dapat dari rentang usianya yang panjang. Sisi itu yang harus di serap oleh kaum muda dengan menghargai dan menempatkannya dalam proporsi yang seimbang. 

Foto  Ilustrasi : kolaborasi kaum tua dan muda dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. 

Rumah Merpati 22
28012022 20:18
#InspirasiWajahNegeri #30HariBercerita #30hbc2228 #MariBerbagiMAKNA #reHATIwan #InspiringWords #IWANwahyudi
@inspirasiwajahnegeri @30haribercerita @iwanwahyudi1

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[TAK CUKUP COPY, PASTE DAN SHARE JUGA] #NulisRabilulAwal

  Hidup tak sekadar puas dengan kopi ( copy ), tapi lipat gandakan kebahagiaan juga kebaikan dengan paste (tempel) dan share (berbagi) hal itu ke banyak tempat, orang dan waktu.   Ada kesenangan yang cuma dipendam dalam diri sendiri saja, padahal bisa dibagi tanpa mengurangi. Ada kebahagiaan sekecil apa itu rupanya yang tak boleh berhenti pada diri saja, perlu dilanjutkan kemana-mana. Banyak kebaikan yang kadang sepele, hanya puas untuk "aku" saja. Padahal bisa digandakan tak hingga.   Jika memasak dan aromanya hingga masuk rumah tetangga, Rasulullah saw. meminta kita melebihkan kuahnya untuk dirasakan tetangga tersebut.   Saat hati patah dan hidup penuh duri sana sini. Kenapa kita perlu senyum saat berjumpa sesama? . Maknai senyum sebagai cara praktis dan gratis bersedekah saat di uji kegagalan dan diterpa kekurangan. Sebagaimana Rasulullah saw. Bilang, senyum pada saudaramu itu sedekah.   Ah itu nampak terlalu mencari validasi atau pencitraan dalam kacamata ...

[JEDALAH, DENGARKAN AZAN!] #NulisRabiulAwal

  “Azan bukan sekadar seruan penanda waktu salat, setelah terdengar dibiarkan berlalu. Atau terkerdilkan sebatas alarm penanda, dimatikan kemudian aktivitas dilanjutkan.” Salah satu hikmah waktu shalat lima kali sehari, di lima waktu tersebut kita perlujeda sejenak dari beragam aktivitas duniawi. Manusia bukan robot tanpa istirahat, jiwa dan raga bukan benda mati tak perlu jeda sejenak. Salah satu hal terindah adalah dapat menjawab suara azan. Bukan semata menjawab dengan mendirikan shalat yang bisa saja setelah panggilan itu berlalu beberapa waktu. Bahkan penanda jam istirahat dari rutinitas. Tapi, benar-benar menjawab azan itu dengan kalimat yang sama dengan yang terucap oleh muazin saat itu. Siapa yang menjawab panggilan azan seperti seruan muazin dari dalam hatinya, maka akan masuk surga (HR. Muslim, Abu Daud). Umar bin Khatab ra. menyampaikan sabda Rasulullah saw. itu. Siapa di antara kita yang membuang begitu saja tiket ke surga? Dari Sa’d bin Abi Waqqash ra. menyampaikan sab...

01 [MASJID AGUNG NURUL HUDA SUMBAWA]

Salah satu Masjid yang menjadi pusat keIslaman di Sumbawa Nusa Tenggara Barat adalah Masjid Agung Nurul Huda dipusat Kota Sumbawa. Bagi saya pribadi, pertama kali ke sini saat Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2004 silam. Kemudian kembali bersua saat bulan Mei 2017, selanjutnya Agustus 2017 saya lebih intens dan sering ke Masjid ini dan sempat mengukuti berbagai kegiatan keIslaman yang disajikan. Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa ini sangat memiliki peran strategis dalam penyebaran Islam diSumbawa. Menelisik sejarah dari berbagai sumber terungkap fakta bahwa masjid yang bersebelahan dengan Istana Kesultanan Sumbawa, Istana Tua “Dalam Loka” merupakan  Masjid Kesultanan Sumbawa. Masjid ini berdiri sejak tahun 1648 silam dan telah mengalami beberapa kali pemugaran.  Pada masa Sultan Dewa Mas Pamayam yang juga disebut Mas Cini (1648-1668) Telah ada masjid dilingkungan istana walau masih relatif sederhana bagunannya. Pada tahun 1931 masjid mengalami rehab kecil. Pada masa bu...