Langsung ke konten utama

[LITERASI SUNYI]

Ada yang ulet bekerja tapi sulit bertutur dan menyusun huruf, ada juga yang pandai beretorika namun rumit merangkai paragraf, ada lagi yang sunyi tanpa suara vokal tapi ringan menggerakkan pena. Sunyi bukan ruang tanpa arti atau waktu yang lepas dari Inspirasi.

Hampir sebagian besar orang mencari tempat sunyi untuk ruang berpikir lebih fokus, atau mengikat semua energi yang lepas dari rutinitas melelahkan, atau sekedar jeda menghirup udara mengeja semesta yang terhampar dengan berjuta maknanya.

Dalam siklus hidup harian, semua kita memiliki jatah waktu sunyi yang identik dengan waktu malam. Kenapa kita diminta bangun lebih pagi sebelum subuh atau mengisi sepertiga akhir malam? Semua waktu itu saat sunyi dimana manusia masih terlelap tidur, sedikit yang memulai aktifitas dan waktu yang sangat berat untuk bergerak ditambah lagi dengan udara yang dingin.  Karena hanya mereka yang memiliki manajemen waktu yang baik pastinya akan memilih waktu terbaik dalam beraktifitas, memulai lebih dahulu agar segera selesai dan beralih ke yang selanjutnya dilakukan.

Sebagian para pengarang memanfaatkan saat sunyi bahkan mencari tempat sunyi untuk merangkai apa yang ada dalam isi kepala, perasaan jiwa dan reaksi dari gejala alam yang dilihat. Mereka menyuarakan ruang sunyi dengan literasi, membunuh jeratan dingin dengan ujung penanya, menebar imajinasi sebelum yang lainnya menatap pagi.

Terimakasih bang @jullemboade yang telah memberikan saya kesempatan membaca Buku "Jalan Sunyi", buah ketekunan merangkai 240 sajak Spiritual dan cinta.

28062019
#IWANwahyudi
#MariBerbagiMakna 
#InspirasiWajahNegeri #reHATIwan
www.iwan-wahyudi.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[HAPPY MONDAY]

  Setelah libur akhir pekan biasanya membuat sebagian diantara kita enggan untuk bertemu dengan hari Senin (MONDAY), yang artinya akan bertemu kembali dengan rutinitas, kerja, kuliah, sekolah, tugas dan sebagainya. Tak heran bila sebagian menyebutnya I Hate Monday. Bagaimana caranya agar mengahadapi hari Senin dengan senyuman dan langkah bahagia? Bertemu Senin tentunya kita memiliki persiapan yang lebih panjang dibanding hari lainnya karena ada Weekend sebelumnya. Siapkan rencana dengan matang, buat jadwal kerja yang nyaman dan menyenangkan. Jadwal akan membuat pekerjaan lebih sistematis dan pemenuhan target sesuai dengan prioritas. Hal ini juga dapat mengurangi beban dan tekanan kerja. Penuhi hati dengan optimisme, gimana? Tanamkan bahwa hari Senin adalah kembalinya kita bertemu dengan orang-orang yg kita cintai dan menyayangi kita di tempat kerja dan lainnya. Ia adalah lembaran baru diawal pekan sehingga harus memiliki pesona warna dan rasa yang dapat bertahan selama sepekan. Stu...

[TEH HANGAT] #KulinerRamadan 04

  “Teh berasal dari Cina. Sangat nikmat diminum ketika hangat atau dingin. Minum teh tawar (tanpa gula) secara teratur dapat menurunkan kolestrol dan meredakan stres.”   Saat itu kelas 2 SMP sekolah kelas siang (masuk siang, pulang sore maksudnya). Sekolah dikampung saat musim kemarau dengan bersepeda, di Bima lagi yang terkenal ber matahari tiga saking panasnya.    Bulan sudah memasuki bulan Dzulhijjah, rumah panggung kami sepi, saya sendiri. Orang tua sedang perjalanan ke tanah suci dan adik menginap di rumah kakek, di desa tetangga. Tibalah hari Arafah, 9 Dzulhijjah (sehari sebelum Iduladha). Seperti biasa berkesempatan puasa sunah Arafah. Terasa berat, berangkat sekolah siang bolong ditengah terik, pulang sore dengan sisa tenaga. Menunggu Azan Magrib terasa waktu lambat, perut keroncongan. Makanan berbuka tidak ada yang dingin. Maklum di desa tidak ada yang jual es batu, saat itu satu desa bisa di hitung dengan jari yang punya lemari es. Saya putuskan berbaring u...

[PERJUMPAAN dan MATA PELAJARAN KEHIDUPAN]

  Bila merunut hitungan Pak Lukman Kananga Sila (foto paling kiri) guru matematika ini saya juga kaget. Ternyata sudah 19 tahun kami tidak berjumpa tatap muka. Walau di media sosial sesekali saling menyapa. Menjadi guru itu tetap selalu menguntungkan dunia akhirat menurut saya. Bayangkan setiap hari (kecuali hari libur) mendapat kesempatan emas masuk kelas mengajarkan ilmu bagi para siswa. Bukankah ilmu yang bermanfaat amal jariyah yang tak pernah putus walau yang bersangkutan telah tiada. Yah, selain sisi itu tetap masih terdengar kisah para guru yang belum mendapatkan haknya untuk hidup layak sebanding dengan beban mencerdaskan kehidupan bangsa yang tak lagi ringan dewasa ini. Berjumpa kembali pula dengan Bang Heriyanto (foto tengah) yang hingga sekarang tak berubah kepekaannya pada ketidakadilan dan paradoks yang menjadi realitas rakyat. Energi aktivismenya sejak di kampus dulu tak hilang, bahkan kian menyala aja. Hal terberat selain melawan (menguasai) diri sendiri ad...