Pembatas itu dibuat untuk melindungi dan menjaga agar yang ada tidak keluar atau terjerumus pada hal-hal yang tidak diinginkan dan merugikan yang bersangkutan juga sekelilingnya. Kreatifitas apapun boleh selama masih dalam lingkaran batas itu, tapi kebanyakan kita menjadikan batas itu sebagai alasan pembatas berekspresi padahal kita tidak melampaui batas terlarang sedikitpun. Ketakutan dan kekhawatiran yang berlebih, kemalasan dan mental menyerah yang dibuat-buat, terlena oleh kenyamanan yang menjebak, terpenjara oleh sudut pandang subyektif pribadi (tidak pernah melihat dari kacamata yang berbeda) adalah diantara batas-batas imajinatif yang selalu hadir bahkan sengaja dipelihara oleh kita untuk melumpuhkan potensi dan membuat punah progresifitas positif. Musibah, ujian, cobaan, tantangan, rintangan, hambatan, tekanan dan sejenisnya merupakan cara Allah SWT memunculkan insting dan membangkitkan spirit pada manusia untuk bisa bertahan dalam kondisi tidak normal dengan segala upaya...