Langsung ke konten utama

Postingan

[RAMADHAN dan NILAI KETUNDUKAN]

Setiap kita memiliki waktu, setidaknya anugerah waktu itu dilalui sejak terlahir dimuka bumi, menapaki hari-hari di dunia hingga maut menjemput sebagai batas segala waktu yang dimiliki. Lalu bagaimana menilai apakah waktu-waktu tersebut bernilai kemuliaan atau malah ia hanya sekedar deretan detik demi detik tanpa bobot apapun? Waktu akan bernilai dan mulia saat ia melahirkan fungsi ketundukan. Hanya orang-orang berimanlah yang mengisi waktunya dengan kepatuhan dan ketundukan. Kepatuhan atas segala yang diperintahkan dan ketundukan dari segala larangan-Nya. Dalam perspektif ketundukan ini dapat terlihat sekali perbedaan siapa yang taat pada aturan-aturan Allah SWT dengan orang-orang yang biasa mempermainkan agama Allah. Orang yang tidak menghargai sebuah waktu sesungguhnya sedang mengalami problem pemikiran. Kadar problemnya tentu berbeda-beda, ada yang sangat tinggi dan kadar rendah. Tergantung bagaimana sudut pandang mereka. Seperti bagaimana mereka melihat kemuliaan Ramad...

107 [ BUKU ]

Bagi saya buku tidak hanya serupa bentuk fisik kumpulan lembaran tertulis yang terjilid. Tapi ia sederet laku menulis dan membaca. Tanpa menulis, tak mungkin hadir halaman terjilid tersebut. Tanpa membaca, jangan harap isi buku dapat menemui takdir mata yang akan mengejanya.  Seperti apapun tanggapan kita terhadap sebuah buku. Menakutkan bagi mereka yang tak menyukai hitungan dan rumus terhadap buku Matematika, mengalir ringan bagi mereka yang melahap novel dalam sekejap, membosankan hafalan pada mereka yang harus mengulang membaca agar kuat mengingat. Pasti akan ada satu dua hal yang akan bermanfaat dalam hidup kita.  "Merangkai kalimat yang berantakan menjadi gagasan yang mencerahkan. Menyusun jejak-jejak yang terserak menjadi penggugah jiwa untuk bergerak. Merawat kebiasaan yang dianggap biasa menjadi amal unggulan yang membahagiakan. Memaknai peristiwa yang terjadi sebagai muhasabah diri" (Solikhin Abu Izzuddin)  "Diantara amal jariyah terbesar adalah men...

[PESONA HARTA] 30 Ramadhan

Tak sedikit bahkan kebanyakan para koruptor bukan mereka yang miskin dan kekurangan harta. Nama mereka masuk daftar pejabat dengan kekuasaan tak kecil. Melihat harta bukan dalam sudut pandang banyak sedikit yang diberikan-Nya tapi pesona yang menyilaukan mata, mata hati tepatnya.  "Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka memesonamu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengannya untuk menyiksa mereka dalam kehidupan dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka sedang mereka dalam keadaan kafir ".(QS.At-Taubah:55).  Imam Hasan Al-Basri ra menjelaskan, Allah menyiksa mereka karena menolak zakat dan tidak menginfakkan sebagian hartanya dijalan Allah SWT.  Sesungguhnya semua nikmat, termasuk harta kita dari Allah, milik Allah dan kita hanya di titipkan. Jika seandainya Allah meminta semuanya sekalipun, tak ada alasan bagi kita menolak. Dan Allah SWT tau cara mengambilnya, tanpa harus izin terlebih dahulu. Namun, pada kenyataannya Allah SWT ...

[BUKU dan KRISIS MEMBACA]

Membaca dalam agama Islam bukan hal yang asing. Karena ayat pertama yang turun pada nabi Muhammad SAW adalah IQRO (bacalah), membaca dengan segala makna yang terkandung didalamnya. Dalam hal membaca bangsa kita masih berkategori rendah. Anak Indonesia tingkat rata-rata membacanya hanya 27 halaman/tahun, beda jauh dengan Finlandia 300 halaman/5 hari. Cukup kritis bagi kita semua melihat fenomena ini. Ada beberapa faktor memang seperti kemauan personal, dukungan orangtuanya dan lingkungan. Termasuk tersedianya buku dan perpustakaan yang terjangkau. Di Indonesia jumlah buku yang terbit berkisar 18 ribu judul buku/tahun, bandingkan dengan Jepang 40 ribu judul buku/tahun dan Cina 140 ribu judul buku/tahun. Faktor ini yang menjadi ide Menteri Pendidikan Malik Fadjar untuk menetapkan tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional sejak tahun 2002. Bacalah buku, karena banyak hal anda dapatkan, ia teman tanpa kemarahan dan kisah semua jaman tanpa tersisihkan. SELAMAT Hari Buku Nasional ...

[ SETEGUK INSPIRASI ]

Ada banyak hal sederhana dalam kehidupan ini yang luput dari penglihatan karena begitu biasa saja. Menyiram tanaman dihalaman rumah. Jika dinikmati maka akan lahir refleksi-refleksi yang mendalam bahwa setiap tetes air yang meresap kedalam tanah dan diserap akar bisa menjadi pahala bagi sang penyiram, atas fotosintesis yang menghasilkan oksigen dihirup oleh para makhluk. Jika ke NTB dan harus memakai jaket selama diperjalanan saya melihatnya hanya memakai dua jaket bola. Kalau tidak warna merah  dan satu lagi warna hijau pastinya. Hal tersebut bisa dilihat hingga kini ia menjadi Gubernur Kemanapun pasti ada yang mengenal beliau. Bisa jadi karena orang terkenal dan pejabat publik. Tapi saya melihat sahabat beliau bukan hanya mereka yang baru muncul setelah beliau tersohor, itu buah bagaimana menjaga persahabatan sejak kecil, saat sekolah, kuliah hingga sekarang. Bagi beliau "Sahabat adalah saudara yang dipilih oleh jiwa kita". Itu sebagian kecil dari tegukan Inspir...

[ESOK DIMULAI DARI HARI INI]

“Kita tak akan tau apa yang terjadi esok, Jika berhenti di hari ini.” Apa yang kita lakukan hari ini adalah buah dari aktifitas kemarin dan harapan yang akan terjadi esok tak lepas dari ikhtiar dan jejak yang kita lakukan saat ini. Jangan berharap melihat sesuatu esok hari jika tak membuat sketsa dan lukisannya saat ini. Hal ini yang membuat kita tak boleh berputus asa, selama masih ada waktu untuk berbuat, energi bergerak dan terbuka kesempatan untuk berusaha. Sebesar apapun tantangan yang dihadapi, selemah apapun kondisi dan keterbatasan yang dimiliki, sekuat apapun tekanan sana-sini yang menyangsikan kerja kita, selama kita telah merencanakan dan berharap, maka selalu ada celah untuk menerobos sekat-sekat penghalang. “Jika esok adalah hari kiamat, sementara ditanganmu masih ada sebuah biji, maka tanamlah.” Untuk apa kita menanam hari ini jika esok kiamat? Bukankah itu sia-sia, bijinyapun belum berkecambah, esok dunia telah berakhir. Lalu apa yang mau diharapkan?. Dalam k...

[BERLOMBA BERSAMA PAGI]

Gelap berlahan mulai berganti terang bertanda dimulai pula tugas baru. Hari baru dan agenda serta kerja-kerja dalam lembaran baru. Saat tiap pagi kita disapa lebih awal oleh sejuk dan segarnya udara pagi ditambah hangatnya sang mentari, terus berulang setiap hari begitu. Oleh karenanya kita juga harus mengawali setiap hari dengan semangat baru, singkirkan kelelahan yang terbawa saat penghujung hari kemarin. Tinggalkan jejak kejenuhan yang menghalangi setiap asa. Oleh sebab itu kita jangan henti menebar kehangatan kasih sayang dan memperkuat hubungan dengan sesama. Menambah bobot kontribusi dan memperluas kemanfaatan diri menembus sekat batas status sosial dan teritorial. Bersama hadirnya pagi, setiap hirupan udara dan hangatnya mentari,saatnya berlomba bersama mereka menggoreskan lembar-lembar peristiwa sejarah dan amal peradaban. " Demi matahari dan cahayanya dipagi hari  " ( QS. Asy-Syams:1)