Setiap kita memiliki waktu, setidaknya anugerah waktu itu dilalui sejak terlahir dimuka bumi, menapaki hari-hari di dunia hingga maut menjemput sebagai batas segala waktu yang dimiliki. Lalu bagaimana menilai apakah waktu-waktu tersebut bernilai kemuliaan atau malah ia hanya sekedar deretan detik demi detik tanpa bobot apapun? Waktu akan bernilai dan mulia saat ia melahirkan fungsi ketundukan. Hanya orang-orang berimanlah yang mengisi waktunya dengan kepatuhan dan ketundukan. Kepatuhan atas segala yang diperintahkan dan ketundukan dari segala larangan-Nya. Dalam perspektif ketundukan ini dapat terlihat sekali perbedaan siapa yang taat pada aturan-aturan Allah SWT dengan orang-orang yang biasa mempermainkan agama Allah. Orang yang tidak menghargai sebuah waktu sesungguhnya sedang mengalami problem pemikiran. Kadar problemnya tentu berbeda-beda, ada yang sangat tinggi dan kadar rendah. Tergantung bagaimana sudut pandang mereka. Seperti bagaimana mereka melihat kemuliaan Ramad...