Ada makhluk hidup bernama Amoeba. Allah swt. menciptakannya bisa
biak secara vegetatif (aseksual) dengan cara membelah diri (pembelahan biner).
Dalam proses ini, satu sel induk akan membelah menjadi dua sel anakan yang
identik dan mandiri. Dari satu membagi diri menjadi dua, dua membelah jadi empat
dan seterusnya.
Sejenak perhatikan keran air, membukanya akan
mengalirkan percikan air. Kian besar di buka, kian deras air keluar. Makin
banyak air mengalir, akan jauh radius jelajahnya. Seluas itu juga manusia,
tumbuhan dan hewan yang merasakan manfaat darinya. Air tidak hanya sebatas pada
titik tetes di bawah keran menebar segarnya kebaikan.
Amoeba, tidak berpikir banyak atas takdir membelah
dirinya. Ikuti dan nikmati. Keran air juga tidak pusing dengan perhitungan
mengalirkan air, apakah akan kembali dengan jumlah dan debit yang sama masuk lagi
ke dalam keran itu. Lakukan dan ikhlaskan.
Amoeba hanya tau membagi diri akan menambah jumlah
dengan dua kali lipat alias 100% dari individu awa, kemudian terus dengan
hitungan kuadrat atau pangkat dua. Keran cuma paham semakin besar debit air,
makin besar pula yang dapat manfaat kehadirannya. Bahkan hitungannya kian
tambah dan besar pengalinya.
Begitulah logika berbagi yang harus terpatri.
Memberi tak akan mengurangi, ia tak hanya menjadi faktor penambah, bahkan
pengali. Kita lahir zero, Allah swt
yang memberi rezeki. Yakinlah. Memberi tak akan membuat habis.
“Perumpamaan
orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti
(orang-orang yang menabur) sebutir biji (benih) yang menumbuhkan tujuh tangkai,
pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan (pahala) bagi siapa
yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
(QS. Al-Baqarah: 261)
#Gerimis30Hari #Gerimis_Jun26_03 #Berbagi #Memberi #Bertambah #Berkali #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@gerimis30hari @ellunarPublish @rehatiwan @rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar