Langsung ke konten utama

[Setiap Kepemimpinan Punya Ujian] #CatatanSyawal 21

 


Sejatinya kepemimpinan itu sendiri sebuah ujian. Bahkan bagi seseorang yang tak memimpin apa pun, ia sudah dilekatkan kepemimpinan bagi dirinya sendiri sejak lahir.
 
Kepemimpinan untuk mengarahkan diri menjadi versi terbaik di dunia dan melindungi diri hingga hadiah keabadian di akhirat kelak.
 
Ujian kepemimpinan kadang bukan dari masalah dalam organisasi semata. Ia bisa datang dari kenyamanan dan "kemewahan" organisasi yang dikelolanya.
 
Bahkan dengan duduk manis saja semua sudah berjalan otomatis karena sistem yang telah terbentuk dan berfungsi dengan sendirinya.
 
Ujiannya berupa jebakan tidak mau meningkatkan yang telah dianugerahkan atau dengan keserakahan meraup sebanyak mungkin untuk kepentingan pribadi dan ambisi tanpa etika juga mengambil hak orang lain.
 
Ketika ambisi personal yang tak halal ini berhasil, akan hadir perasaan bangga dan merasa sukses paripurna. Dapat menjaga bahkan menaikan level organisasi yang telah ada. Dan bonus besar keuntungan personal yang hanya jadi tipuan belaka sebenarnya.
 
Dalam kacamata publik, nilainya luar biasa. Kerena mereka hanya melihat dan menilai dari panggung depan. Namun, tak pernah tau hitam, cela dan hina nya dapur belakang panggung memasak bahan tak berkualitas hingga keluar aroma menggoda dan terkesan enak juga bergizi. Padahal racun bagi siapa saja yang akan menyantapnya.
 
Racunnya tak sesederhana, melahap kemudian kejang-kejang dan mati. Tapi, berupa candu berkepanjangan dan berharap menikmati lebih ketergantungan pada ujian produk yang awalnya halal yang telah menjadi haram tersebut.
 
Kembali pada hakikat awal, kepemimpinan itu ujian, bukan kebanggaan. Hasil dan buahnya kemudian itulah penilaian dan kehormatan sebenarnya.
 
Kita dapat banyak pelajaran kepemimpinan dari level internasional seperti konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah yang kian memanas, episode nasional dengan kebijakan prioritas yang sangat progresif hingga membuat geleng kepala, bahkan edisi kepala daerah memilih dan menempatkan pejabat sebagai tim birokrasi besarnya.
 
Abdullah Ibnu Abbas berkata,”Pemimpin adalah ujian bagi kalian. Apabila mereka bersikap adil, maka dia mendapatkan pahala dan kamu harus bersyukur. Dan apabila dia zhalim, maka dia mendapatkan siksa dan kamu harus bersabar.”



 
Selamat memetik hikmah dari peristiwa di sekitar. Karena tiap pemimpin mampu belajar dari mana saja, termasuk pada semesta yang sedang bekerja sesuai dengan titah Tuhannya.(*)
 
Salam sruput kopi Kapal Api ID tanpa gula.
 
Cordova Street A-03, 10 April 2026
#CatatanSyawal #MariBerbagiMakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Kebahagiaan dan Sebaik Tempat Kembali untuk Orang Beriman dan Beramal Saleh]

  “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” (QS. ar-Ra’d: 29) Ayat yang merupakan kabar gembira dari Allah swt Sang Pemilik Segala Makhluk bagi orang-orang yang beriman pada Allah dan RasulNya. Mereka yang mengerjakan amal saleh, menunaikan kewajiban, bersegera memenuhi panggilan dan berbuat kebajikan. Mereka tak hanya melakukan amalan fisik, namun juga amalan tersebut melibatkan hati dan sepenuh jiwa seperti cinta Allah, rasa takut dan pengharapan kepadaNya dan amalan-amalan anggota tubuh seperti shalat dan lainnya. Mereka itulah yang dianugerahi kebahagiaan, pandangan sejuk dan keadaan yang baik. Bahagia yang membuat mereka ridha, keadaan hidup yang baik lagi mulia. Dan pandangan yang selalu membuat tenang dan nyaman dalam kesejukan. Selain itu mereka juga disediakan tempat kembali yang baik yaitu surga nan abadi selama-lamanya dengan segala kenikmatan tiada dua di dalamnya. Sebagian ahli tafsir memaknai “thuuba”...

034 [MARI MENANAM, LAWAN PENEBANGAN LIAR] - Hari Menanam Pohon Indonesia 28 November

  “Menebang satu pohon hanya butuh waktu kurang satu jam, sedang menanam dan menumbuhkannya butuh bertahun bahkan puluhan tahun.” Hutan sebagai paru-paru dunia merupakan sebuah keniscayaan. Mungkin efek perubahan iklim terutama polusi udara belum sepenuhnya terasa oleh kita, terutama mereka yang masih tinggal dipedasaan dan memiliki pepohonan rimbun yang banyak. Tapi efek lain seperti cuaca ekstrim hampir dirasakan semua muka bumi. Perubahan iklim akhirnya berdampak pula dengan datangnya banjir, tanah longsor dan bencana lainnya. Perubahan iklim yang ekstrim tak lepas dari tata kelola lingkungan hidup yang tak seimbang. Pepohonan dan hutan makin berkurang dengan cepat lewat tingkah manusia menebang hutan yang takterukur dan tidak bijak. Baik itu berdasarkan kebijakan Negara, perilaku personal yang dibiarkan oleh penegak hukum atau benar-benar kejahatan yang terorganisir. Padahal lingkungan secara alamiah memiliki keseimbangannya sendiri dan jika itu terusik atau dirusak akan be...