Sejatinya kepemimpinan itu sendiri
sebuah ujian. Bahkan bagi seseorang yang tak memimpin apa pun, ia sudah
dilekatkan kepemimpinan bagi dirinya sendiri sejak lahir.
Kepemimpinan untuk mengarahkan diri menjadi versi terbaik di dunia dan melindungi diri hingga hadiah keabadian di akhirat kelak.
Ujian kepemimpinan kadang bukan dari
masalah dalam organisasi semata. Ia bisa datang dari kenyamanan dan
"kemewahan" organisasi yang dikelolanya.
Bahkan dengan duduk manis saja semua
sudah berjalan otomatis karena sistem yang telah terbentuk dan berfungsi dengan
sendirinya.
Ujiannya berupa jebakan tidak mau
meningkatkan yang telah dianugerahkan atau dengan keserakahan meraup sebanyak
mungkin untuk kepentingan pribadi dan ambisi tanpa etika juga mengambil hak
orang lain.
Ketika ambisi personal yang tak
halal ini berhasil, akan hadir perasaan bangga dan merasa sukses paripurna.
Dapat menjaga bahkan menaikan level organisasi yang telah ada. Dan bonus besar
keuntungan personal yang hanya jadi tipuan belaka sebenarnya.
Dalam kacamata publik, nilainya luar
biasa. Kerena mereka hanya melihat dan menilai dari panggung depan. Namun, tak
pernah tau hitam, cela dan hina nya dapur belakang panggung memasak bahan tak
berkualitas hingga keluar aroma menggoda dan terkesan enak juga bergizi.
Padahal racun bagi siapa saja yang akan menyantapnya.
Racunnya tak sesederhana, melahap
kemudian kejang-kejang dan mati. Tapi, berupa candu berkepanjangan dan berharap
menikmati lebih ketergantungan pada ujian produk yang awalnya halal yang telah
menjadi haram tersebut.
Kembali pada hakikat awal,
kepemimpinan itu ujian, bukan kebanggaan. Hasil dan buahnya kemudian itulah
penilaian dan kehormatan sebenarnya.
Kita dapat banyak pelajaran
kepemimpinan dari level internasional seperti konflik Rusia-Ukraina dan Timur
Tengah yang kian memanas, episode nasional dengan kebijakan prioritas yang
sangat progresif hingga membuat geleng kepala, bahkan edisi kepala daerah
memilih dan menempatkan pejabat sebagai tim birokrasi besarnya.
Abdullah Ibnu Abbas
berkata,”Pemimpin adalah ujian bagi kalian. Apabila mereka bersikap adil, maka
dia mendapatkan pahala dan kamu harus bersyukur. Dan apabila dia zhalim, maka
dia mendapatkan siksa dan kamu harus bersabar.”
Kepemimpinan untuk mengarahkan diri menjadi versi terbaik di dunia dan melindungi diri hingga hadiah keabadian di akhirat kelak.
#CatatanSyawal #MariBerbagiMakna #reHATIwan #reHATIwanInspiring #IWANwahyudi
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com


Komentar
Posting Komentar