Langsung ke konten utama

[KUATKAN PONDASI, PERLUAS BRANDING]

 


Pernah rasakan jadi siswa SMA atau Mahasiswa ketika ditanya mau jadi apa jawabannya selalu berubah-ubah? Artinya hingga titik usia segitu ia belum menemukan potensi dirinya sendiri. Apalagi mau mengembangkannya.

Pasca itu kemudian akan berproses dengan sebuah slogan, "Apa saja saya siap kerjakan" alias palugada (apa yang lu butuh, gue ada).

Seharusnya seberapa beragam aktivitas, harus punya satu atau dua yang menjadi fokus dan branding diri. Dan hal itu harus diperkuat pondasinya.

Agustus 2016 awal perkenalan saya dengan Bang Mahridin Amin . Di sebuah ruko depan Kantor PGRI NTB Gomong Mataram. Ia membuka usaha D' Cafe Pinter dengan menu beragam varian pizza dengan harga miring. Semua kemampuan per-pizza-annya didapat dari pengalaman belajar dibeberapa cheff resto Eropa saat ia bergelut di dunia pelayaran.

Perihal perjumpaan dan D' Cafe Pinter ini bisa baca tulisan:

https://rehatiwan.blogspot.com/.../tidak-ada-kata-telat...

Awalnya saya mengira ia hanya konsen di wirausaha, ternyata pada waktu bersamaan di Bertais lingkungan tempat tinggalnya ia mendirikan lembaga pendidikan dan sosialsosial. LP2M Al-Amin nama lembaga tersebut yang kini bermetamorfosis menjadi Yayasan.


Nah ranah sosial dan pendidikan ini yang pondasinya ia perkuat dan menjadi branding, setelah "pizza pinter" meredup pasca covid-19.

Perjumpaan kami kali ini, saya meminta tausyiah branding dan marketing di era digital yang sesuai dengan zamannya sekarang.

Ruang-ruang yang sepi bahkan tak nampak fisiknya secara kasat mata. Tapi sudah masuk lebih dalam hingga kamar pribadi. Tak kenal waktu melalui android yang semua orang hingga anak-anak miliki dan akses.

Kenapa konten dan produk negatif selalu muncul di beranda media sosial kita, padahal tidak sekali pun berteman/follow akun mereka? Karena banyak memproduksi dan menjadi trend apalagi dengan iming-iming cuan dollar. Sedangkan konten kebaikan dan positif belum banyak yang melek bahkan bermetamorfosis ke dunia digital.

Atau ada yang giat di media sosial hanya cuma ngitip postingan orang dan hobi komentar. Akunnya tak pernah ada postingan. Disisi lain ada yang kebingungan mau posting apa? Akibat tidak punya spesifikasi diri, akhirnya semua diangkut. Branding nya hambar karena pondasi tidak kuat. Kalau sudah begini akan susah memaksimalkan marketing produknya.

Dasar-dasar marketing branding ini pada tahun 2016 pernah dapat dari Abangda Miq Anas Amrullah dan paduka Bang Nasrin Teh Moringa II saat nimbrung di TDA. Terima kasih Ilmunya para suhu.

Pertemuan kali ini tidak ditemani pizza pinter khas chef Mahridin Amin. Tapi ada gizi pengganti lebih komplit dari sekadar MBG. Berupa ilmu branding dan marketing.

https://rehatiwan.blogspot.com/.../pizza-kan-membawamu...

Sebagai buah tangan dan momentum Hari Buku Sedunia (World Book Day) 23 April, saya hadiahi beliau buku terbaru karya saya, "Pemuda Inspirasi Wajah Negeri". Bagi yang berminat meminang buku ini, info ada pada flyer nggih.

*efek kamera HP kekinian kadang wajah lebih glowing Description: 😁

*Nomor HP pada kartu nama sengaja saya tutup karena masuk data pribadi yang tak boleh dishare. Takut saya nanti dilaporkan ke polisi Description: 😁

 

Cordova Street A-03, 23 April 2026

IWAN Wahyudi


Komentar

Postingan populer dari blog ini

154 [MUHARRAM]

  Ada yang menilai sesuatu sebatas seremonial, ramai tapi singkat, riuh tapi kering, gemerlap namun tak bertahan, semarak namun cepat berlalu. Kadang ada yang memaknainya lebih dalam dari sebab musabab hadirnya. Merasakannya tak singkat karena mempertahankan keistimewaannya dalam berlaku. Menjadikannya titik tolak dari semua perubahan yang ingin diraih. Muharram akan masuk sepertiga akhir. Bahkan sebagian orang sudah mulai kembali ke mode awal. Tak ada kalender baru seperti masehi yang berganti di dinding kamar dan kantor. Nggak ada perubahan kaku dalam menuliskan tanggal efek tahun dan bulan baru. Refleksi dan resolusi di awal tahun kadang cuma formalitas. Ritual tahunan atau cuma sekadar kebutuhan konten dan postingan media sosial agar nampak kekinian. Muharram penanda peristiwa hijrah. Ia juga harus menjadi titik tolak perubahan dalam diri. Muharram lembaran baru dari halaman buku tahunan. Tentu bosan menulis hal yang sama, hambar mencatat hal yang serupa, atau hampa c...

151 [KUAT BERSAMA-NYA]

  Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat tersungkur itu? Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan, tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti. Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat. “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah) Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan sema...

[SALAM PAGI 198: TAK ADA KATA JEDA BERBUAT BAIK]

  Assalamu'alaikum Pagi "Kapan berhenti berbuat baik? Ketika ada jaminan Anda masuk surga atau ajal Anda telah tiba." Pagi ini banyaklah tersenyum dan rasakan hingga hati Anda juga tersenyum. Senyum lahir batin. Tentu hal itu akan membuat orang lain juga senang melihatnya kemudian menyukai Anda. Tersenyum dan membuat orang senang dengannya merupakan kebaikan yang tak hanya membuat bahagia sendiri, tapi menjalar kebaikan pada orang lain pula. “Senyum di hadapan saudaramu adalah (bernilai) sedekah bagimu.” (HR. Tirmidzi) Pagi ini bila sedang sendiri atau tak menjumpai orang sebagai lawan tersenyum. Anda bisa mengisi waktu dengan berzikir dari banyak lafadz zikir yang dianjurkan. Jumlahnya semampu Anda, lamanya sampai Anda sendiri merasa cukup. Dengannya Anda berbuat kebaikan yang juga membuat hidup tenang juga bahagia. “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang (tentram).” (QS. Ar-Ra’d: 28) Pagi ini cobalah isi wadah dengan air dan simpan di p...