Langsung ke konten utama

[Pemimpin Terbuka dan Lapang Jiwa]

 


Pemimpin hendaknya semakin banyak membuka ruang interaksi dengan masyarakat. Tak cukup dengan perjumpaan formalitas dan sarat hirarki birokrasi. Apalagi dengan kemudahan era digital sekarang.

Ketika seseorang menjadi pemimpin terutama pejabat, akan banyak perbedaan terutama protokoler yang melekat pada jabatannya. Kadang yang seperti ini malah membuat sekat dengan khalayak.

Pemimpin harus merobohkan tembok yang menjadikannya berjarak dengan rakyat dan sebisa mungkin memudahkan mereka memberi masukan serta mengemukakan pendapat.

Kadang kritik dari mereka tak bisa menggunakan bahasa ala birokrasi yang relatif santun dan prosedural. Namanya juga rakyat dari beragam latar, pendidikan dan kemampuan bertutur.

Di sini perbedaan seseorang ketika menjadi orang biasa dan pejabat/pemimpin. Diperlukan mental yang tak mudah rapuh. Katerbukaan diri yang tidak lagi hanya milik keluarga atau golongannya saja. Kelapangan jiwa menerima masukan dari sudut pandang yang kian banyak.

Seharusnya dengan ini saja dapat terlihat siapa yang benar-benar PEMIMPIN atau baru sekadar peMIMPI.

Cordova Street, 21042026
#reHATIwan #reHATIwanInspiring #MariBerbagiMakna #QuoteIwan #IWANwahyudi #Pemimpin #peMIMPI
@rehatiwan @rehatiwaninspiring @iwanwahyudi
www.rehatiwan.blogspot.com


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Kebahagiaan dan Sebaik Tempat Kembali untuk Orang Beriman dan Beramal Saleh]

  “Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.” (QS. ar-Ra’d: 29) Ayat yang merupakan kabar gembira dari Allah swt Sang Pemilik Segala Makhluk bagi orang-orang yang beriman pada Allah dan RasulNya. Mereka yang mengerjakan amal saleh, menunaikan kewajiban, bersegera memenuhi panggilan dan berbuat kebajikan. Mereka tak hanya melakukan amalan fisik, namun juga amalan tersebut melibatkan hati dan sepenuh jiwa seperti cinta Allah, rasa takut dan pengharapan kepadaNya dan amalan-amalan anggota tubuh seperti shalat dan lainnya. Mereka itulah yang dianugerahi kebahagiaan, pandangan sejuk dan keadaan yang baik. Bahagia yang membuat mereka ridha, keadaan hidup yang baik lagi mulia. Dan pandangan yang selalu membuat tenang dan nyaman dalam kesejukan. Selain itu mereka juga disediakan tempat kembali yang baik yaitu surga nan abadi selama-lamanya dengan segala kenikmatan tiada dua di dalamnya. Sebagian ahli tafsir memaknai “thuuba”...

034 [MARI MENANAM, LAWAN PENEBANGAN LIAR] - Hari Menanam Pohon Indonesia 28 November

  “Menebang satu pohon hanya butuh waktu kurang satu jam, sedang menanam dan menumbuhkannya butuh bertahun bahkan puluhan tahun.” Hutan sebagai paru-paru dunia merupakan sebuah keniscayaan. Mungkin efek perubahan iklim terutama polusi udara belum sepenuhnya terasa oleh kita, terutama mereka yang masih tinggal dipedasaan dan memiliki pepohonan rimbun yang banyak. Tapi efek lain seperti cuaca ekstrim hampir dirasakan semua muka bumi. Perubahan iklim akhirnya berdampak pula dengan datangnya banjir, tanah longsor dan bencana lainnya. Perubahan iklim yang ekstrim tak lepas dari tata kelola lingkungan hidup yang tak seimbang. Pepohonan dan hutan makin berkurang dengan cepat lewat tingkah manusia menebang hutan yang takterukur dan tidak bijak. Baik itu berdasarkan kebijakan Negara, perilaku personal yang dibiarkan oleh penegak hukum atau benar-benar kejahatan yang terorganisir. Padahal lingkungan secara alamiah memiliki keseimbangannya sendiri dan jika itu terusik atau dirusak akan be...