Pemimpin hendaknya semakin banyak
membuka ruang interaksi dengan masyarakat. Tak cukup dengan perjumpaan
formalitas dan sarat hirarki birokrasi. Apalagi dengan kemudahan era digital
sekarang.
Ketika seseorang menjadi pemimpin terutama pejabat, akan
banyak perbedaan terutama protokoler yang melekat pada jabatannya. Kadang yang
seperti ini malah membuat sekat dengan khalayak.
Pemimpin harus merobohkan tembok yang menjadikannya
berjarak dengan rakyat dan sebisa mungkin memudahkan mereka memberi masukan
serta mengemukakan pendapat.
Kadang kritik dari mereka tak bisa menggunakan bahasa ala
birokrasi yang relatif santun dan prosedural. Namanya juga rakyat dari beragam
latar, pendidikan dan kemampuan bertutur.
Di sini perbedaan seseorang ketika menjadi orang biasa dan
pejabat/pemimpin. Diperlukan mental yang tak mudah rapuh. Katerbukaan diri yang
tidak lagi hanya milik keluarga atau golongannya saja. Kelapangan jiwa menerima
masukan dari sudut pandang yang kian banyak.
Seharusnya dengan ini saja dapat terlihat siapa yang
benar-benar PEMIMPIN atau baru sekadar peMIMPI.
Cordova Street, 21042026
#reHATIwan #reHATIwanInspiring #MariBerbagiMakna #QuoteIwan #IWANwahyudi #Pemimpin #peMIMPI
@rehatiwan @rehatiwaninspiring @iwanwahyudi
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar
Posting Komentar