Langsung ke konten utama

#CatatanSyawal 25

 


Usai shalat Jumat tadi seperti biasa saya tidak buru-buru keluar masjid. Mau keluar duluan juga motor saya terperangkap di deretan paling depan dan terhalang oleh dua baris motor di belakangnya.

Pasalnya deretan paling depan itu beratap sehingga aman dari terik matahari dan juga hujan yang beberapa waktu terakhir sering turun tiba-tiba. Dan saat tiba 10 menit sebelum azan tadi, motor saya adalah motor kedua yang parkir di masjid itu.

Setelah dua baris motor yang menghalangi lengang saya bergegas menuju besi tua yang telah menemani selama 14 tahun terakhir itu. Dari tempat parkir saya dapat melihat seorang petugas sedang bagi nasi gratis di gerbang masjid, "Santai saja biar motor lain keluar duluan", gumam saya dalam hati. Tak berharap dapat nasi gratis yang dalam kresek plastik merah nampak tinggal 5 kotak.

Tiba di gerbang petugas menyodorkan kotak nasi, yah saya ambil. Dan tersisa tinggal satu kotak dalam plastik untuk orang yang beruntung dibelakang saya.

Sampai rumah dan memang perut juga sudah meminta haknya, saya buka kotak itu. Eh kok melihat ada kotak-kotak kecil pemisah di dalamnya teringat omprengan MBG program strategis nasionalnya presiden Prabowo. Saya perhatikan dan bolak balik lauknya (selain nasi hangatnya). Ada sepotong tahu dan tempe goreng beramal sambal, satu potong ayam krispi mini bagian leher yang tebal oleh tepung, seiris ketimun dan dua kerupuk mini.

Sebelum hari ini bahkan bertahun-tahun sebelum program MBG itu ada. Bagi nasi gratis dibeberapa masjid menjadi peristiwa yang biasa. Tak perlu di kota besar macam Jakarta, pulau Jawa atau Mataram. Di Sumbawa hingga ujung Timur NTB, Bima saja sudah marak. Walau bentuknya tak memakai kota, tapi dibungkus kertas nasi.

Malahan dulu di Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) dengan diinisiasi oleh beberapa mahasiswa dan donasi beberapa dosen setiap bakda Jumat ada makan prasmanan gratis. Rame para mahasiswa yang pulang shalat antre. Saya yang pengen coba dan antre paling akhir pun dapat. Menunya dengan wadah mangkok plastik cukup memuat nasi, setengah butir telur rebus, kuah soto berisi sayuran, sepotong tempe goreng, sambal dan kerupuk. Pokoknya nikmat ditambah minumnya es teh.

 Cordova Street A-03, 17 April 2026

Bersambung...


Komentar

Postingan populer dari blog ini

151 [KUAT BERSAMA-NYA]

  Kita telah sampai pada pertengahan tahun 2026, akhir bulan Juni. Dan juga bersamaan dengannya menapaki awal tahun baru Islam 1448 Hijriyah. Banyak waktu yang terlewati, banyak peristiwa terlalui dengan beragam ujian yang tak kecil, kadang di luar prediksi. Lalu kenapa dan bagaimana diri bisa sampai titik ini dengan berbagai deraan yang begitu keras, bahkan sempat tersungkur itu? Hari-hari dan tahun berikutnya mustahil ada jaminan, tanpa ujian. Bukan manusia bila tak diuji, bukan hidup jika ujian berhenti. Kualitas orang terlihat dari seberapa sering berhadapan dengan ujian. Level seseorang terbentuk dari seberapa kuat melewati ujian berat. “Sesungguhnya besarnya pahala tergantung dari besarnya ujian. Sesungguhnya, jika Allah mencintai suatu kaum, maka Dia akan mengujinya. Siapa yang rida dengan ujian itu, maka dia mendapat rida-Nya. Siapa yang membenci ujian itu, maka Allah memurkainya.” (HR. at-Trmidzi dan Ibnu Majah) Ujian jangan disempitkan hanya berupa penderitaan sema...

152 [Iblis Menyesatkan Manusia dengan Kejahatan yang Terasa Indah]

  Ia (Iblis) berkata, “Tuhanku, karena Engkau telah menyesatkanku, sungguh aku akan menjadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi dan sungguh aku akan menyesatkan mereka semua, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih (karena keikhlasannya) di antara mereka.” (QS.Al-Hijr: 39-40) Iblis sudah mendeklarasikan dirinya akan menggoda dan menyesatkan keturunan Adam as. Bahkan telah meminta garansi waktu upaya penyesatan itu dalam jangka panjang hingga hari kiamat. Manusia sebenarnya harus sadar, bahwa pernyataan perang Iblis itu bukan main-main dan dianggap sepele. Mereka akan menggunakan segala sumberdaya dan cara. Mode nampak bahkan jalur kasat mata. Rayuan Iblis selalu menggoda, memoles kejahatan dalam rupa yang indah, memuaskan nafsu, menghadirkan kegembiraan semu bila disadari. Melawan perang yang tak sebanding dengan makhluk satu ini tentu akan membuat kewalahan. Namun, ada satu senjata yang ditakuti mereka. Menjadi hamba-hamba Allah swt yang ikhlas. Cordova StreetA...

148 [JUNI EMPAT PRESIDEN]

  Saya pada awalnya sama dengan kebanyakan orang lainnya, hanya melabeli bulan Juni sebagai bulang Bung Karno. Sebabnya jelas, Presiden pertama RI itu lahir, wafat dan berpidato tentang Pancasila pada bulan Juni. Ternyata kemudian baru sadar tiga Presiden lainnya juga lahir pada bulan Juni. Ir. Soekarno lahir di Surabaya, Jawa Timur pada tanggal 6 Juni 1901. Ia menjabat Presiden sejak 18 Agustus 1945 hingga 12 Maret 1967. Si Bung Besar berpidato tentang Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945, yang kemudian diperingati sebagai hari lahir Pancasila. Ia wafat pada usia 69 tahun di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada tanggal 21 Juni 1970. Presiden paling lama menjabat tak lain adalah Jenderal Besar Soeharto. Ia menjabat sejak 12 Maret 1967 sampai 21 Mei 1998. Lahir di Kemusuk, Bantul, Yogyakarta pada tanggal 8 Juni 1921. Presiden kedua RI ini tutup usia di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta pada tanggal 27 Januari 2008. Dr. Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie atau B.J. Habibie, men...