Langsung ke konten utama

[SALAM PAGI 195: KEANGKUHAN ITU KETERBATASAN]

 


Assalamu’alaikum Pagi

“Saat berjalan angkuh di atas bumi, ingatlah kelak jasadmu akan tenggelam di dalam bumi.”

Keangkuhan itu sebenarnya menunjukan kebodohan. Merasa pintar, tapi lupa bahwa masih banyak manusia yang lebih berilmu darinya. Termasuk semesta yang megah ini belum semuanya ia ketahui.

Keangkuhan itu sebenarnya membuktikan kepapaan. Merasa berada, tapi tak mampu menghitung seberapa besar nikmat dari-Nya yang cuma-cuma melekat pada dirinya.

Keangkuhan itu sebenarnya menampakan kerendahan. Merasa tinggi tak tersaingi, padahal sebuah roda kehidupan akan mempergilirkan posisi di bawah dan di atas. Ia pun tak mampu menghalagi pergantian itu.

Keangkuhan itu sebenarnya tanda keterbatasan. Merasa berkuasa tak tergoyahkan. Padahal kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki belum ada seujung kuku yang pernah dianugerahkan pada Nabi Sulaiman as.

Keangkuhan itu sebenarnya menipu diri sendiri. Merasa adidaya berjalan di mula bumi, tak sadar saatnya meninggal kelak akan lenyap dimakan bumi.

Kadang keangkuhan itu pandai berkamuflase. Berupa rasa yang menyelinap jauh dalam jiwa. Merasa paling rendah hati dan paling tidak menampakan diri.

 

Berbahagialah mereka yang mampu berjarak dan tak larut dalam jebakan keangkuhan.

 

“Janganlah memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi ini dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.” (QS. Lukman: 18)


#HappyDay 021 #AssalamualikumPagi #reHATIwan #reHATIwanInspiring #InspirasiWajahNegeri #MariBebagiMakna #MemungutKataKata #Keangkuhan  #Angkuh #Sombong
@inspirasiwajahnegeri
@rehatiwaninspiring
www.rehatiwan.blogspot.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

154 [TRAGEDI TRISAKTI]

  12 Mei 1998, 27 tahun silam. Empat mahasiswa tewas diterjang peluru tajam dalam aksi damai di dalam kampus Universitas Trisakti, Jakarta. Peluru itu dari aparat, yang pakaian, uang makan (gaji), dan senjatanya dibeli dari uang pajak rakyat. Mahasiswa yang gugur diujung peluru Tragedi Trisakti berjumlah 4 korban jiwa, yaitu Elang Mulia Lesmana (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Arsitektur, 1978-1998), Hafidhin Royan (Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Jurusan Teknik Sipil,1977-1998), Hery Hartanto (Fakultas Teknik Industri, 1976-1998), dan Hendriawan Sie (Fakultas Ekonomi, 1975-1998). Saat peristiwa yang memilukan itu terjadi saya baru kelas 2 SMA. Kami yang pernah membaca dan belajar sejarah sejak SD terkait peristiwa gerakan mahasiswa 1966 (pasca G30S PKI) yang kemudian menumbangkan Sokarno, bertanya-tanya bahkan sedikit dihantui rasa takut. Bukan takut karena Soeharto akan turun, tapi kerusuhan yang akan melebar ke berbagai daerah. Jika itu terjadi kembali Soeh...

[BEDUG DAN JUM'AT]

Bedug, bagi saya sangat identik dengan masjid. Salah kenangan masa kecil anda dan kita semua tentang beduq adalah takbiran. Benar bukan? Mencari pengertian Bedug, di Wikipedia memberikan informasi berikut : Di Indonesia, sebuah bedug biasa dibunyikan untuk pemberitahuan mengenai waktu Shalat. Bedug terbuat dari sepotong batang kayu besar atau pohon enau sepanjang kira-kira satu meter atau lebih. Bagian tengah batang dilubangi sehingga berbentuk tabung besar. Ujung batang yang berukuran lebih besar ditutup dengan kulit binatang yang berfungsi sebagai membran atau selaput gendang. Bila ditabuh, bedug menimbulkan suara berat, bernada khas, rendah, tetapi dapat terdengar sampai jarak yang cukup jauh. Bedug bagi saya penanda hari Jum'at. Saat dikampung tiap ba'da subuh, selalu masjid menabuh bedug panjang dan diulang pada jam tertentu. Agar sebelum keluar rumah masyarakat mengetahui dan menyiapkan diri bahwa hari itu hari Jum'at. Kemudian hari datanglah pengeras suar...